PDI-P Dukung Pemerintahan Prabowo sebagai ”Sparring Partner”

PDI-P menegaskan mendukung pemerintahan Prabowo meski berada di luar kabinet. Sikap resmi partai akan disampaikan Megawati pada penutupan kongres.

01 Agt 2025 19:27 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nikolaus Harbowo

NUSA DUA, KOMPAS — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDI-P disebut akan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto meski berada di luar kabinet. Dalam Kongres ke-VI PDI-P yang tengah berlangsung, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menyebut tantangan ke depan tidak mudah sehingga partai akan mendukung pemerintah sebagai sparring partner atau mitra strategis penyeimbang. Sikap resmi PDI-P akan disampaikan langsung oleh Megawati pada penutupan kongres, Sabtu (2/8/2025).

Seluruh pemegang hak suara, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara dewan pimpinan daerah (tingkat provinsi) serta dewan pimpinan cabang (kabupaten dan kota), hadir dalam Kongres Ke-VI PDI-P di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (1/8/2025). Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung dua hari hingga Sabtu (2/8/2025). Sidang hari pertama digelar secara tertutup.

Politisi PDI-P, Said Abdullah, saat ditemui di sela-sela Kongres Ke-VI PDI-P, Jumat (1/8/2025), menjelaskan, Megawati dalam sambutannya berterima kasih atas dukungan para utusan kongres, yakni ketua, sekretaris, dan bendahara DPD ataupun DPC partai. Selain itu, Megawati juga menyinggung tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan tidak ringan.

”Jalannya pasti terjal, penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, kami akan mendukung pemerintah sebagai sparring partner atau penyeimbang, no opposition,” kata Said.

Ketua DPP PDI-P Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan,Minggu (20/10/2024).

Ia menegaskan, dukungan itu akan diberikan secara kritis dan konstruktif. ”Mitra strategis pemerintah, sparring partner. Jika pemerintah benar, programnya kami akan dilakukan. Jika kurang benar, kami akan memberikan alternatif solusi yang terbaik bagi pemerintah,” ujarnya.

Meski demikian, PDI-P memutuskan tetap berada di luar kabinet dan tidak menyiapkan nama untuk masuk pemerintahan. ”Sampai saat ini keputusan Ibu Ketua Umum tetap di luar. Tidak ada nama yang diusulkan. Kan, sikap politik partai baru disampaikan besok, kita tunggu bersabar,” tutur Said.

Dukungan kepada pemerintah, katanya, terutama akan diwujudkan melalui fungsi parlemen. ”Program pemerintah yang benar, yang selaras, kita harus di depan, kita dukung. Adapun jika dipandang program pemerintah kurang benar, kita kasih solusi alternatif. Itulah sepaling penting, itulah kawan sejati,” ucapnya.

Para kader PDI-P meninggalkan aula setelah pembukaan Kongres ke-VI PDI-P di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Jumat (1/8/2025).
Quote

Jalannya pasti terjal, penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, kami akan mendukung pemerintah sebagai ’sparring partner’ atau penyeimbang, ’no opposition’.

Said menegaskan belum ada pembahasan lebih jauh apakah dukungan itu akan membuka peluang PDI-P bergabung ke pemerintahan. ”Oh, belum sejauh itu, kan, sikap politik partai baru disampaikan,” katanya.

Sementara itu, politisi PDI-P Yasonna Laoly mengingatkan bahwa sikap serupa juga telah disampaikan Megawati saat bimbingan teknis (bimtek) Fraksi PDI-P pada 30 Juli 2025.

”Kan, kalau PDI-P kemarin di bimtek, Ibu sudah mengatakan, kita dukung pemerintahan Pak Prabowo walaupun kita berada di luar kabinet, kita tetap mendukung sebagai penyeimbang,” tegasnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari