Empat kemenangan beruntun membantu Inter Milan mulai nyaman di puncak Liga Italia. Bologna berpeluang mengubah ”capolista” di pekan ke-18.
03 Jan 2026 16:32 WIB · Olahraga
AP
MILAN, SABTU — Bologna menjadi harapan para tim pesaing scudetto untuk meredam Inter Milan pada gim pamungkas pekan ke-18 Liga Italia, Senin (5/1/2026) pukul 02.00 WIB, di Stadion San Siro. Dalam rekor pertemuan terakhir, ”I Veltri” memiliki modal guna menjadi tamu yang menyebalkan untuk Inter yang ingin kembali ke puncak klasemen.
Inter menatap laga menghadapi Bologna dengan ambisi untuk merebut takhta klasemen dari rival sekota, AC Milan. Tekanan itu hadir setelah Milan membawa pulang tiga poin berkat keunggulan 1-0 di kandang Cagliari, Sabtu (3/1/2026) WIB.
Milan untuk sementara menguasai capolista berkat keunggulan dua poin atas Inter. Tidak hanya itu, Napoli juga berpeluang membuat Inter memulai laga menghadapi Bologna dengan berada di peringkat ketiga. Syaratnya, Napoli wajib mengalahkan Lazio, Minggu (4/1/2026).
Inter tidak memiliki pilihan lain untuk menjaga takhta dengan menumbangkan Bologna yang duduk di peringkat ketujuh. Kedua tim berjarak 10 poin di papan klasemen sementara. Akan tetapi, ”I Nerazzurri” tidak bisa memandang Bologna sebelah mata.
I Veltri adalah duri bagi perjalanan Inter dalam dua musim terakhir. Tiga duel terakhir selama 2025 melawan Bologna, termasuk semifinal Piala Super Italia, 20 Desember lalu, Inter tidak pernah bisa menang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/4954902f776a1d43230b0733a67e8941-Italy_Soccer_Serie_A_134745029.jpg)
Kami harus berada dalam situasi fisik yang sangat kuat. Kami harus siap berlari lebih banyak dari laga-laga lainnya.
Rentetan rekor buruk kontra Bologna itu dimulai pada 16 Januari 2025 ketika Inter ditahan 2-2 oleh Bologna. Kemudian, mereka tumbang 0-1 di markas Bologna. Terkini, Bologna menyingkirkan Inter di Piala Super Italia berkat keunggulan adu penalti 4-3 di Riyadh, Arab Saudi. Dalam waktu normal, kedua tim mengemas hasil remis 1-1.
Bologna memiliki dinamo yang menggerakkan mesin performa impresif mereka kontra Inter dalam tiga laga terakhir. Ia adalah kapten dan penyerang sayap, Ricardo Orsolini. Dua gol dan sebuah asis dihasilkan pemain didikan Cesena itu dalam tiga duel terkini kontra Inter. Bahkan, ia adalah pencetak gol tunggal I Veltri pada dua pertemuan terakhir.
Giovanni Fabbian, gelandang serang Bologna, menuturkan laga menghadapi Inter selalu menyajikan tantangan berat bagi timnya. Meskipun memiliki rekor baik kontra I Nerazzurri, Fabbian menyebut hal itu tidak akan memengaruhi apa pun pada laga Minggu malam waktu Italia atau Senin dini hari WIB.
”Kami harus berada dalam situasi fisik yang sangat kuat. Kami harus siap berlari lebih banyak dari laga-laga lainnya,” ucap Fabbian yang merupakan produk akademi Inter dilansir La Gazzetta dello Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/b8a433669db5b34936405e097de4916f-Italy_Serie_A_Soccer_134949305.jpg)
Pengorbanan dan kerja keras harus ditunjukkan setiap pemain I Veltri demi membawa pulang poin dari San Siro, sekaligus mengakhiri catatan nirmenang mereka di Liga Italia. Empat laga Liga Italia selama bulan Desember dilalui Bologna tanpa meraih hasil positif. Kemenangan terakhir mereka kemas ketika mengalahkan Udinese, 3-0, 22 November lalu.
”Kami harus bermain dengan menegakkan kepala. Terus berusaha untuk bermain lebih baik dari Inter,” kata Pelatih Bologna Vincenzo Italiano.
Italiano tidak akan mengubah formasi andalannya 4-2-3-1 untuk menghadapi Inter. Hanya penyesuaian sedikit yang akan dilakukannya, terutama untuk tampil lebih dalam dan melepaskan keinginan untuk lebih banyak menguasai bola.
Di Liga Italia musim ini, Bologna adalah tim kelima dengan rerata penguasaan bola paling dominan. Mereka catatkan 56,8 persen penguasaan bola per laga. Angka itu hanya kalah dari Como (60 persen), Inter (59,2 persen), AS Roma (57,9 persen), dan Atalanta (57,1 persen).
Hal itu ditunjukkan Bologna pada dua gim melawan Inter di bawah kendali Italiano. Ia selalu menginstruksikan timnya untuk tidak menyaingi Inter dalam penguasaan bola. Sebagai gantinya, Italiano meminta skuadnya lebih giat berlari untuk menutup ruang aliran bola Inter.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/03/a78baa140d589d977e2dcf26586ba56c-FBL_ITA_SERIEA_ATALANTA_INTER_134956118.jpg)
Pelatih Inter Cristian Chivu tidak ingin anak asuhannya tampil inkonsisten dalam dua babak menghadapi Bologna. Pelajaran penting bagi Inter adalah kegagalan mereka mempertahankan keunggulan pada duel terakhir di Riyadh.
”Kami harus menampilkan penampilan luar biasa. Mereka (Bologna) adalah tim yang bagus. Jadi, saya ingin melihat semua pemain menunjukkan performa maksimal. Kami harus tampilkan keberanian, keunggulan setiap duel, dan memenangi bola kedua,” ujar Chivu dilansir Corriere dello Sport.
Inter akan mengandalkan penampilan tajam kapten dan penyerang utama, Lautaro Martinez, untuk membungkam tim tamu. Martinez, penyerang asal Argentina, memimpin daftar pencetak gol sementara Liga Italia dengan koleksi sembilan gol. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra