”Pinjam Dulu”, Strategi Klub Serie A Italia di Transfer Musim Dingin

Tidak ada dana besar, pinjam dulu pun jadi. Itu prinsip klub Liga Italia demi memperkuat skuad di jendela transfer, Januari ini.

03 Jan 2026 12:28 WIB · Olahraga

AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Memasuki menit ke-69 pada laga kontra Cagliari, Sabtu (3/1/2026) dini hari WIB, di Stadion Unipol Domus, Pelatih AC Milan memasukkan penyerang baru, Niclas Fullkrug, untuk menggantikan pencetak gol tunggal, Rafael Leao. Hanya kurang dari 24 jam diperkenalkan sebagai rekrutan pertama di transfer musim dingin 2025-2026, Fullkrug mendapat kesempatan debut bersama ”I Rossoneri”.

Mengenakan nomor sembilan, Fullkrug menjadi harapan Milan untuk menjadi sumber gol pada paruh kedua musim ini. Penyerang asal Jerman itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan penyerang tengah murni Milan.

Pada musim ini, satu-satunya poacher murni Milan, yakni Santiago Gimenez, menderita cedera ankle parah sejak Oktober lalu. Gimenez diperkirakan baru bisa merumput kembali pada akhir Februari 2026.

Namun, debut Fullkrug tidak berjalan baik. Masuk untuk menempati tempat Leao yang mencetak gol pada menit ke-50 dan memastikan keunggulan 1-0 Milan, Fullkrug gagal menduplikat performa rekan setimnya itu.

Bermain lebih dari 20 menit, Fullkrug gagal menciptakan satu pun ancaman ke gawang tim tuan rumah. Tidak ada tembakan yang dihasilkan pemain berusia 32 tahun itu. Bahkan, ia hanya lakukan dua sentuhan di dalam kotak penalti Cagliari.

Performa itu memang terlihat mengecewakan. Namun, Milan tetap yakin Fullkrug hanya memerlukan waktu singkat untuk beradaptasi dengan Liga Italia.

Quote

Kami kekurangan karakter pemain seperti dia (Fullkrug) di dalam skuad setelah Gimenez cedera. Jadi, kami melakukan perjanjian penting dengan West Ham.

AC Milan Fuellkrug

Optimisme Milan itu seakan menutup kenyataan bahwa Fullkrug hanya mencetak tiga gol dari 28 penampilannya bersama West Ham United selama 18 bulan berkompetisi di Liga Inggris. Angka yang sangat buruk dengan predikatnya sebagai andalam tim nasional Jerman.

Namun, bukan Liga Italia namanya jika tidak percaya pepatah ”selalu ada kesempatan kedua”. Milan meminjam Fullkrug dari West Ham hingga akhir musim ini. Harapannya, Fullkrug bisa segera akhir paceklik golnya sejak April 2025. Telah berjalan delapan bulan.

”Kami kekurangan karakter pemain seperti dia (Fullkrug) di dalam skuad setelah Gimenez cedera. Jadi, kami melakukan perjanjian penting dengan West Ham,” kata Direktur Olahraga Milan Igli Tare kepada Sky Sport Italia.

Dari performa debut Fullkrug, Tare melihat ada hal positif. Menurut dia, performa penyerang setinggi 1,88 meter itu tidak hanya dihitung dari kuantitas gol, tetapi peran kolektifnya untuk membantu permainan tim.

”Dia membawa kualitas fisik yang baik, kehadiran yang kuat di dalam kotak penalti, juga antusiasme besar di dalam tim. Kami terkesima dengan performanya dalam latihan dan dia adalah pemain yang akan menolong kami meraih target musim ini,” ujar Tare.

Milan mulai menunjukkan diri sebagai tim yang gemar memberikan kesempatan kedua kepada pemain hebat pada transfer musim dingin. Mereka meminjam pemain itu demi bangkit dari keterpurukan. Meski, usaha itu tidak selalu berjalan mulus.

Italy Serie A Soccer

Hal itu bisa dilihat dari peminjaman Kyle Walker dan Joao Felix pada Januari 2025. Keduanya gagal membantu Milan menembus zona Eropa pada akhir musim 2024-2025.

Namun, secara individu, Walker tampil baik dengan hadirkan kepemimpinan yang kurang dimiliki I Rossoneri musim lalu. Ia tampil dalam 14 pertandingan. Adapun Felix sekadar sumbang tiga gol dari 19 penampilan.

Prioritas tanpa pembelian

Setelah Milan mendatangkan Fullkrug, bursa transfer musim dingin Liga Italia mulai lebih bergejolak dengan sejumlah rumor. Utamanya, kabar pulangnya pemain-pemain asal Italia yang berkarier di luar negeri.

Ada juga kabar kembalinya beberapa pemain yang pernah berkarier di ”Negeri Piza”. Namun, mereka tidak akan datang dengan status transfer permanen.

Kondisi finansial tim-tim Italia tidak sebagus Liga Inggris dan Liga Jerman sehingga mereka memilih untuk meminjam dulu pemain selama paruh kedua musim ini. Jika tampil meyakinkan, mereka membuka peluang untuk mempermanenkan transfer pemain pada awal musim 2026-2027.

Infografik Nilai Transfer Musim Dingin Seria A Italia Lima Musim Terakhir

Sebagai contoh, penyerang Atletico Madrid, Giacomo Raspadori, tengah menjadi rebutan dua tim asal ibu kota, AS Roma dan Lazio. Eks pemain Napoli itu, seperti dilaporkan La Gazzetta dello Sport, telah mendapat lampu hijau untuk bergabung dengan Roma. Atletico sepakat dengan formula peminjaman dan obligasi pembelian pada musim panas mendatang.

Namun, Raspadori belum sepakat dengan ide transfer itu. Kondisi itu membuat Lazio membuka peluang untuk membajak Raspadori dari rival sekota.

Selain Raspadori, Federico Chiesa dikabarkan dekat dengan potensi ”CLBK” alias cinta lama bersemi kembali bersama Juventus. Pakar transfer, Fabrizio Romano, menyebut pihak Chiesa dan Juve tinggal menunggu lampu hijau dari Liverpool untuk mewujudkan transfer peminjaman itu.

Pelatih Juve Luciano Spalletti mengungkapkan, kesepakatannya untuk menerima tawaran Juve tidak memasukkan keinginannya untuk mendatangkan pemain baru pada Januari ini. Alih-alih menyebut pemain buruan, Spalletti justru memperkenalkan Marco Ottolini sebagai direktur olahraga baru Juve.

Penyerang Napoli Giacomo Raspadori (kiri) berebut bola dengan bek Atalanta Odilon Kossounou dalam pertandingan Liga Italia antara Napoli dan Atalanta di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Minggu (3/11/2024). *Napoli's Italian forward #81 Giacomo Raspadori (L) fights for the ball with Atalanta's Ivorian defender #3 Odilon Kossounou during the Italian Serie A football match between SSC Napoli and Atalanta at the Diego Armando Maradona stadium in Naples, on November 3, 2024. (Photo by CARLO HERMANN / AFP)

”Dia (Ottolini) akan bertanggung jawab di bursa transfer. Ini adalah pasar kesempatan untuk memperkuat skuad. Itu bukan topik yang ingin saya bahas. Saya senang dengan pemain saya miliki dan sampai sekarang, saya tidak butuh apa pun,” kata Spalletti dilansir Tuttosport.

Sementara itu, sejumlah pemain yang berpotensi kembali ke Liga Italia adalah bek Tottenham Hotspur, Radu Dragusin; bek sayap Al Hilal, Joao Cancelo; hingga bek tengah Bayern Muenchen, Kim Min-jae.

Terbesar dalam sejarah

Melihat gelagat tim terbaik Italia untuk memperkuat skuad di sisa musim ini melalui strategi pinjam pemain bukan hal yang asing. Pada jendela transfer musim dingin 2024-2025, Serie A Italia mencatatkan rekor nilai biaya peminjaman terbesar dalam periode itu.

Secara akumulasi, klub-klub Italia mengeluarkan sekitar 28,3 juta euro atau Rp 554,7 miliar. Angka itu setara 12,3 persen dari total pengeluaran transfer musim dingin Liga Italia musim lalu.

Sebelumnya, nilai biaya peminjaman pemain pada transfer musim dingin tercipta pada periode 2021-2022. Kala itu, sebesar 10 juta euro (Rp 196 miliar) dikeluarkan tim-tim Italia untuk meminjam pemain dari liga-liga lain.

Liga Italia, tak ayal, adalah kompetisi dengan nilai persentase transfer peminjaman tertinggi dibandingkan empat liga top Eropa lainnya pada bursa musim dingin tahun lalu.

Infografik Perbandingan Biaya Peminjaman Pemain Transfer Musim Dingin 2024-2025

Kompetisi dengan persentase perbandingan total transfer dengan biaya peminjaman terbesar kedua adalah Liga Spanyol dengan 9,7 persen dari total pengeluaran sebesar 33 juta euro (Rp 646 miliar).

Nilai persentase peminjaman dari total pengeluaran transfer musim dingin di Italia dan Spanyol mengalahkan Liga Inggris (3,3 persen), Liga Perancis (2,5 persen), dan Liga Jerman (2,4 persen).

Jadi, peminjaman bertujuan untuk berikan pemain yang tengah melempem kesempatan bangkit di sisa musim berjalan. Andai performa tim terdongkrak, maka pemain itu berpotensi dikontrak permanen pada musim berikutnya. Namun, dengan catatan, tim induk tidak memberikan harga selangit yang sulit dipenuhi tim-tim Italia yang dipaksa hemat oleh keadaan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan