Pelampiasan Real Madrid di Derbi Madrid

Real Madrid bertekad jaga rekor selalu menang dalam derbi Madrid di gim kandang Liga Champions. Atletico Madrid yakin mampu akhiri nasib buruk di Bernabeu.

03 Mar 2025 15:48 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MADRID, SENIN – Jangan sedikit pun ragu dengan performa Real Madrid di Liga Champions. Begitulah nasihat yang patut diberikan kepada Atletico Madrid yang akan bertamu ke Stadion Bernabeu, Rabu (5/3/2025) pukul 03.00 WIB. Meskipun kalah 1-2 dari Real Betis, Minggu (2/2/2025) kemarin, ”Los Blancos” bakal hadirkan dimensi permainan berbeda sebagai ”raja” Eropa.

Memasuki paruh kedua musim 2024-2025, Real mulai menunjukkan gelagat lebih mengerahkan segala daya dan upaya di Liga Champions dibandingkan dengan Liga Spanyol. Dua hasil imbang di bulan Februari lalu menyebabkan Real harus melepas puncak klasemen kepada rival abadi, Barcelona.

Namun, di sela hanya mendapat satu poin dari dua gim beruntun, Kylian Mbappe dan kawan-kawan tampil brilian untuk menumbangkan Manchester City secara beruntun di babak playoff 16 besar. Bahkan, dua laga kontra City itu layak dianggap penampilan terbaik Los Blancos di musim ini.

Maka tak mengherankan, jika kekalahan dari Betis bakal melecutkan semangat skuad Real untuk memanfaatkan kesempatan memainkan laga pertama di kandang. Apalagi Real memiliki rekor sempurna ketika menjalani derbi Madrid di kandang pada ajang kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu.

Spain Soccer Champions League
Quote

Saya berharap hasil (kekalahan dari Betis) menolong kami untuk bangkit menghadap Liga Champions. Jika kami bermain seperti yang disajikan di akhir pekan lalu, kami tidak akan menang.

Duel derbi dua tim terbaik di ibu kota Spanyol dimulai pada semifinal Piala Champions edisi 1958-1959. Real unggul, 2-1, berkat sumbangan gol dari Hector Rial dan eksekusi penalti salah satu pemain terbaik mereka, Ferenc Puskas.

Kemudian, Real menyingkirkan Atletico pada perempat final Liga Champions 2014-2015 melalui sumbangan gol dari Javier ”Chicharito” Hernandez. Real menang agregat, 1-0, pada momen itu.

Cristiano Ronaldo menciptakan hattrick untuk membantu Real melibas Atletico, 3-0, pada laga pertama semifinal edisi 2016-2017. Itu adalah gol terakhir Ronaldo dalam derbi Madrid di Eropa.

”Saya berharap hasil (kekalahan dari Betis) menolong kami untuk bangkit menghadap Liga Champions. Jika kami bermain seperti yang disajikan di akhir pekan lalu, kami tidak akan menang,” kata Pelatih Real Carlo Ancelotti dilansir Marca, Senin (3/3/2025).

Spain Soccer Champions League

Keganasan Mbappe

Bila pada dekade sebelumnya Real bergantung kepada Ronaldo untuk menahbiskan kedigdayaan atas rival sekota di Liga Champions, kini sumber gol Los Blancos berada pada diri Mbappe. Kapten tim nasional Perancis itu sudah membuktikan ketajamannya bisa diandalkan di fase gugur.

Ia menciptakan empat, termasuk trigol di gim kedua, dari enam gol yang disarangkan Real ke gawang City. Mbappe pun telah mencetak tujuh gol di Liga Champions musim ini. Catatan itu menyamai rekan setimnya, Vinicius Junior.

Motivasi Mbappe tentu amat besar untuk membantu Real mempertahankan trofi ”Si Kuping Besar”. Pasalnya, ia adalah satu-satunya anggota skuad inti Real yang belum pernah merasakan indahnya mendapatkan gelar Liga Champions sekaligus menggenggam predikat penguasa Eropa.

Ancelotti pun senang Mbappe telah menciptakan hattrick pertamanya di Bernabeu. Ia yakin capaian itu adalah pembuka dari rentetan keganasan Mbappe lainnya di Liga Champions 2024-2025.

”Mbappe tidak pernah kehilangan bola. Ia selalu berbahaya ketika memiliki kesempatan untuk menyerang,” kata Ancelotti.

Selebrasi penyerang Real Madrid Kylian Mbappe setelah mencetak gol ketiga saat laga kedua babak "playoff" Liga Champions antara Real Madrid dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Kamis (20/2/2025) dini hari WIB.

Sementara itu, Rafael Benitez, anggota tim penilai teknik UEFA, menganggap kunci serangan Real adalah kemampuan apik pergerakan tanpa bola para pemain menyerang mereka. Pada gim menghadapi City, empat pemain depan Los Blancos, yakni Mbappe, Vinicius, Rodrygo, dan Jude Bellingham, mencatatkan akumulasi 34 kesuksesan running in behind pertahanan City.

”Kemampuan Real Madrid memecah pertahanan City melalui pergerakan pemain di belakang pemain belakang sangat baik. Normalnya, pergerakan pemain di belakang garis pertahanan terakhir lawan efektif pada sistem transisi (positif). Tetapi, Real bisa menjalankan skema permainan itu ketika mendominasi penguasaan bola,” tutur Benitez dilansir laman UEFA.

Melepas kutukan

Pelatih Atletico Diego Simeone telah merasakan superioritas Real atas timnya di empat pertemuan sebelumnya pada Liga Champions. Catatan itu termasuk dua partai puncak edisi 2013-2024 dan 2015-2016.

Pada pertemuan di empat edisi itu, Simeone mengakui faktor Cristiano Ronaldo menyebabkan timnya kehilangan dua trofi Liga Champions. Berbeda dengan empat duel sebelumnya, Atletico sudah sepatutnya bisa melepas kutukan terhadap Real karena sudah tidak ada pencetak gol terbanyak di Liga Champions itu.

Atletico Madrid's Argentine coach Diego Simeone reacts during the UEFA Champions League, league phase football match between Club Atletico de Madrid and Bayer Leverkusen at the Metropolitano stadium in Madrid on January 21, 2025. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP)

Simeone pun sudah membuktikan bahwa Real tanpa Ronaldo bukan lagi momok ”Los Rojiblancos” di Eropa. Hal itu disajikan Atletico ketika menumbangkan Real, 4-2, pada laga Piala Super Eropa 2018.

Demi bisa membawa pulang hasil positif dari kandang Real, Simeone menegaskan timnya harus bekerja ekstra keras dan tidak kenal menyerah.

”Kami harus terus berlari untuk meraih hasil baik. Kami membutuhkan pemain memiliki kaki yang kuat untuk berjuang di fase krusial untuk memperebutkan trofi,” kata Simeone dilansir Sport.

Selain itu, Los Rojiblancos memiliki modal bagus pada tren gim tandang di Liga Champions musim ini. Seusai takluk, 0-4, dari Benfica di Portugal, mereka meraih dua kemenangan penting di markas Paris Saint-Germain dan Sparta Praha yang membantu mereka mengunci posisi delapan besar pada babak penyisihan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase