PIALA DUNIA 2026

Peluang Trio Tuan Rumah Menghapus Kutukan 96 Tahun

AS, Meksiko, dan Kanada bersiap mengarungi fase gugur Piala Dunia 2026. Bagaimana peluang ketiga tuan rumah itu untuk melaju jauh?

26 Jun 2026 18:37 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Mohamad Final Daeng

Selama 96 tahun terakhir, belum ada lagi tim Amerika Utara yang bisa melangkah hingga semifinal Piala Dunia. Kali ini, di kala tiga tim terbaik benua itu menjadi tuan rumah, mungkinkah ”kutukan” tersebut musnah?

Prestasi terbaik wakil Amerika Utara di turnamen sepak bola paling bergengsi itu terjadi 96 tahun silam atau pada edisi perdana tahun 1930 di Uruguay. Adalah Amerika Serikat yang berhasil menembus hingga semifinal.

Namun, kala itu Piala Dunia hanya diikuti 13 peserta. Formatnya pun sederhana, yakni setiap pemenang dari empat grup langsung masuk ke semifinal dengan sistem gugur. Setiap grup hanya diisi tiga tim dengan pengecualian satu grup yang berisi empat tim.

AS pun berada di salah satu grup yang berisi tiga tim itu sehingga ”hanya” perlu mengungguli dua tim lainnya, yakni Belgia dan Paraguay, untuk melenggang ke semifinal. Di partai tersebut, AS digulung Argentina dengan skor 1-6.

TOPSHOT - US fans cheer their team ahead of the 2026 World Cup Group D football match between Turkey and USA at the Los Angeles Stadium in Inglewood on June 25, 2026.  (Photo by Etienne LAURENT / AFP)

Setelah itu, entah kutukan apa yang menempel, tim-tim Amerika Utara tak pernah bisa lagi mencapai babak empat besar. AS malah sempat absen selama 40 tahun dari Piala Dunia setelah edisi 1950.

Kepesertaan yang mengembang dengan kualitas peserta yang meningkat membuat persaingan Piala Dunia kian kompleks. Paling jauh, tim Amerika Utara, yang kini tergabung dalam Konfederasi CONCACAF, hanya bisa mencapai perempat final. Itu termasuk saat Meksiko menjadi tuan rumah pada edisi 1970 dan 1986 serta AS pada edisi 1994.

Namun, roda waktu terus berputar, tim-tim Amerika Utara kini tak dapat dipandang sebelah mata, terutama AS dan Meksiko. AS, misalnya, sejak menjadi tuan rumah pada 1994, sukses membangun ekosistem sepak bolanya melalui liga MLS.

Bergulirnya liga domestik secara reguler tersebut mengasah kemampuan pemain sekaligus memperluas ”kolam bakat” bagi tim nasional mereka. Namun, yang tak kalah penting juga, hal itu membangun kultur sepak bola di negeri yang selama ini warganya lebih akrab dengan american football, basket, dan bisbol tersebut.

Infografik Piala Dunia di Benua Amerika

Hasilnya, selama beberapa tahun terakhir, pemain AS banyak dipinang klub-klub elite Eropa. Pada gilirannya, tempaan kompetisi tingkat tinggi itu mendongkrak kualitas timnas. Saat ini, dari 26 anggota skuad tim ”Paman Sam”, sebanyak 17 orang di antaranya bermain untuk klub Eropa.

Lantas, bagaimana peluang tuan rumah AS, Meksiko, dan Kanada di fase gugur nanti?

Ketiga tim tersebut telah memastikan lolos ke babak 32 Besar. Dari ketiganya, penampilan paling meyakinkan ditunjukkan Meksiko yang menyapu bersih tiga laga dengan tiga kemenangan.

Bahkan, gawang skuad ”El Tri” belum kebobolan sekalipun dengan enam gol memasukkan. Padahal, kualitas lawan yang mereka hadapi bukanlah sepele, yakni Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Ceko. Pada laga terakhir yang sudah tak menggoyahkan posisi mereka sebagai juara grup pun Meksiko tetap tampil ngotot untuk melibas Ceko, 3-0.

Mexico's Julian Quinones, center, celebrates after scoring the opening goal during the World Cup Group A soccer match between Mexico and South Africa in Mexico City, Thursday, June 11, 2026. (AP Photo/Natacha Pisarenko)

Hingga Jumat (26/6/2026), Meksiko masih menunggu hasil akhir di grup lainnya untuk mengetahui calon lawan di babak 32 Besar. Mereka akan menghadapi salah satu tim peringkat tiga terbaik dari grup C, E, F, H, atau I.

Akan tetapi, siapa pun itu, Meksiko memiliki modal besar untuk mengatasinya melalui kualitas materi pemain yang merata dan kolektivitas tinggi. Apalagi, dengan status juara Grup A, Meksiko memastikan tampil di kuil paling keramat mereka, yakni Stadion Azteca.

Ujian sesungguhnya bagi Meksiko baru berpeluang terjadi di perdelapan final. Pada babak tersebut, diagram membawa “El Tri” kemungkinan berjumpa tim unggulan Inggris. Namun, Stadion Azteca yang kembali menjadi tempat laga digelar akan membantu memompa semangat mereka sehingga membuka peluang 50:50.

Seandainya lolos, jalur diagram Meksiko kembali membawanya berpotensi bentrok dengan raksasa lainnya, yakni Brasil. Ini sekaligus menjadi tantangan terberat untuk melangkah ke semifinal.

(FILES) This aerial view shows the Mexico City Stadium, renamed from Azteca Stadium (or Banorte Stadium) for the FIFA World Cup, in Mexico City on May 28, 2026. The World Cup kicks off on June 11 with FIFA betting that the enduring appeal of the greatest footballing show on earth can rise above anger at soaring ticket prices, an uneasy political climate in Donald Trump's America and the shadow of conflict in the Middle East.
A record 48 teams and millions of fans are set to descend on the United States, Canada and Mexico for the first ever World Cup co-hosted by three nations, the largest and most logistically complex edition of the tournament ever staged. The action gets under way at Mexico City's iconic Estadio Azteca on June 11, with co-hosts Mexico taking on South Africa at 3:00 pm local time (1900 GMT), launching a sprawling, nearly six-week-long spectacle that will culminate in the final at New Jersey's 82,500-seat MetLife Stadium on July 19. (Photo by Carl DE SOUZA / AFP)

Selain menghadapi tim elite bertabur bintang yang grafiknya sedang menanjak, Meksiko juga tak lagi bermain di tanah sendiri, melainkan di AS. Akan tetapi, alur cerita akan berubah seandainya Brasil tergelincir di 32 besar atau perdelapan final.

Brasil akan menghadapi Jepang di 32 besar dan pemenang antara Pantai Gading dan kemungkinan Norwegia di perdelapan final. Namun, bisa pula Perancis yang menggantikan Norwegia jika mereka terpeleset menjadi runner-up Grup I.

Sementara itu, prospek Kanada tidak lebih baik. Dari ketiga tuan rumah, Kanada memiliki kualitas tim paling lemah. Ranking FIFA mereka sebelum Piala Dunia digelar pun menunjukkan itu, yakni di peringkat ke-30 atau selisih 13 tangga dari AS dan 16 tangga dari Meksiko.

Pengalaman Kanada tampil di Piala Dunia juga paling minim dari ketiganya, yakni hanya dua kali sebelumnya pada 1986 dan 2022. Adapun Meksiko sebelum ini sudah 17 kali ikut serta dan AS sebanyak 11 kali.

Canada's Cyle Larin (9) celebrates with teammates after scoring his sides first goal of the game in the second half of the World Cup Group B soccer match between Canada and Bosnia, Friday, June 12, 2026, in Toronto. (AP Photo/Sam Balkansky)

Hal tersebut pun tecermin dalam laga-laga penyisihan Grup B yang mereka lakoni. Kanada ditahan imbang 1-1 oleh Bosnia-Herzegovina, menang 6-0 atas Qatar, dan kalah 1-2 dari Swiss. Kanada pun lolos hanya sebagai runner-up grup di bawah Swiss.

Hasil tersebut membawa mereka pada jalur diagram yang berat di fase gugur. Mereka juga kehilangan kesempatan tampil di stadion kandang Vancouver, yang menjadi tempat laga juara Grup B.

Kanada harus menghadapi Afsel di babak 32 besar di Los Angeles, AS. Afsel sedang dalam kepercayaan diri setelah menjungkalkan Korsel di tikungan akhir untuk merebut posisi runner-up Grup A.

Andaikan Kanada bisa menang, mereka berpotensi langsung bertemu tim raksasa Belanda di perdelapan final. Apabila ada keajaiban dan Kanada bisa melaju, Jerman atau kemungkinan Perancis (jika menjuarai Grup I) bakal menanti di perempat final.

LOS ANGELES, CALIFORNIA - JUNE 12: Christian Pulisic of USA battles for the ball with Juan Jose Caceres of Paraguay during the FIFA World Cup 2026 Group D match between USA and Paraguay at Los Angeles Stadium on June 12, 2026 in Los Angeles, California.   Dean Mouhtaropoulos/Getty Images/AFP (Photo by Dean Mouhtaropoulos / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Dari ketiga tim tuan rumah, AS menempati jalur diagram fase gugur yang lebih menguntungkan. AS melaju sebagai juara Grup D setelah menang meyakinkan pada dua laga awal melawan Paraguay dan Australia. Pada partai terakhir melawan Turki, tim ”Paman Sam” yang menurunkan skuad pelapis harus menelan kekalahan 2-3.

Di babak 32 besar, AS akan melawan Bosnia-Herzegovina, tim yang di atas kertas berada setingkat di bawahnya. Andaikan bisa mengatasi perlawanan militan Bosnia, AS maju ke perdelapan final untuk menghadapi pemenang antara juara Grup G versus salah satu tim peringkat tiga terbaik.

Juara Grup G masih diperebutkan antara Mesir, Iran, dan Belgia. Mesir memiliki kans lebih besar karena telah mengantongi empat poin dibanding Iran dan Belgia yang masing-masing dua poin. Namun, dari ketiga tim itu, AS memiliki peluang untuk mengatasinya, apalagi bermain di kandang sendiri.

Di perempat final, kemungkinan lawan yang dihadapi adalah Spanyol kalau tim ”Matador” tersebut bisa menjadi juara Grup H. Namun, berkaca dari performa mereka saat ditahan imbang 0-0 oleh tim debutan Tanjung Verde, bukan mustahil AS bisa mencuri peluang untuk melangkah ke semifinal. Akankah sejarah tercipta? Kita tunggu bersama.


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase