Bagi Kiromal Katibin, jadi pemanjat nomor satu dunia akan menandai puncak prestasinya pada 2025. Kiromal harus atasi tantangan terakhir di seri Piala Dunia Guiyang.
12 Sep 2025 10:33 WIB · Olahraga
Sore pada pengujung Juli 2025 di area parkir Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, tidak seperti biasa. Para pemanjat putra disiplin speed Indonesia tidak menaiki dinding panjat setinggi 15 meter. Mereka hanya berlatih di area bawah, titik awal pemanjatan.
Kiromal Katibin ada di sana. Bersama Veddriq Leonardo, Nursamsa Rahajarti, Alfian M Fajri, dan Antasyafi Robby Al Hilmi, Kiromal berlatih jangkauan tangan dan kaki secara bergantian. Kata dia, latihan ini akan berguna untuk pemanjatan nantinya.
Saat itu, mereka berlatih menjelang World Games 2025, ajang multicabang yang digelar di Chengdu, China. Namun, kata Kiromal, latihan itu juga adalah persiapan untuk seri terakhir Piala Dunia 2025 yang juga digelar di China, tepatnya di Guiyang, 12-13 September.
Kiromal, Alfian, Nursamsa, dan Robby akan beraksi di Guiyang mulai Jumat (12/9/2025) pukul 17.00 WIB. Veddriq absen karena masih pemulihan cedera. Pada sektor putri, Indonesia mengirimkan total lima atlet yang terdiri dari Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, Puja Lestari, Susan Hidayah, dan Kadek Adi Asih.
”Bisa dibilang itu seri terakhir yang krusial,” kata Kiromal tentang Guiyang.
Piala Dunia Panjat Tebing adalah serangkaian kompetisi panjat tebing yang diadakan sepanjang tahun di sejumlah lokasi di seluruh dunia, yang diselenggarakan Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC). Di setiap ajang, para atlet berkompetisi dalam tiga disiplin: lead, boulder, dan speed.
Jumlah acara bervariasi dari tahun ke tahun, dan pemenang untuk setiap disiplin ditentukan oleh poin yang terkumpul sepanjang tahun. Di akhir musim, atlet dengan peringkat tertinggi di setiap disiplin akan dianggap sebagai pemenang keseluruhan seri Piala Dunia dan akan dianugerahi trofi.
Kiromal saat ini memimpin daftar peringkat disiplin speed putra dengan total 3.565 poin. Poin besar itu diraih Kiromal karena konsistensinya menaiki podium dalam lima seri Piala Dunia.
Iya, (jadi pemanjat nomor satu dunia) pasti keinginan semua pemanjat, termasuk saya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/eece2d90-e293-4c98-a9a9-b2f7e706abb1_jpg.jpg)
Pemanjat asal Batang, Jawa Tengah, itu meraih medali perunggu di seri Wujiang dan Bali. Setelah itu, dia meraih medali emas pertamanya tahun ini di Denver.
Pada seri Krakow, Kiromal mempersembahkan medali perak. Hanya di Chamonix, pemanjat berusia 25 tahun ini tidak naik podium setelah terhenti pada babak 16 besar.
Guiyang menjadi seri krusial karena akan menentukan siapa atlet dengan peringkat tertinggi dan menjadi pemenang Piala Dunia 2025. ”Iya, (jadi pemanjat nomor satu dunia) pasti keinginan semua pemanjat, termasuk saya,” kata Kiromal.
”Yang penting fokus menampilkan performa terbaik, catatan waktu semakin kecil, bisa podium lagi,” tuturnya lagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/01/bd1b932ee7a86d97bf76b972eef71283-20250731AGS_51.jpg)
Indonesia pernah tiga kali menempatkan wakilnya sebagai pemanjat nomor satu dunia. Veddriq Leonardo, peraih medali emas speed putra Olimpiade Paris 2024, tiga kali berturut-turut mencatatkan namanya sebagai pemanjat nomor satu dunia pada tahun kompetisi 2021, 2022, dan 2023.
Keberhasilan Veddriq itu memotivasi Kiromal meraih pencapaian serupa. Apalagi, Kiromal pun pernah nyaris mencapai posisi itu pada 2021 dan 2022. Saat itu, dia dua kali berturut-turut finis pada peringkat kedua di bawah Veddriq.
Dominasi Indonesia pada seri Piala Dunia lantas terhenti tahun lalu ketika pemegang rekor dunia (4,64 detik) asal Amerika Serikat, Samuel Watson, muncul dan menggebrak persaingan. Tahun ini, Watson juga merupakan pesaing berat Kiromal untuk meraih posisi peringkat satu dunia untuk pertama kalinya.
Watson menempati posisi kedua sementara di bawah Kiromal dengan koleksi 3.304 poin. Dari lima seri yang diikuti Watson, dia terhitung tiga kali naik podium. Dua di antaranya berkat medali emas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/cad733f2-4113-4b4b-add3-83c608623ee4_jpg.jpg)
Untuk itu, podium akan memuluskan langkah Kiromal untuk mewujudkan mimpi sebagai pemanjat nomor satu dunia. Dia juga harus bisa finis di atas Watson dan pemanjat China, Long Jianguo, yang menempati peringkat ketiga dengan 2.820 poin.
Pelatih tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, mengatakan, meski seri Guiyang merupakan seri terakhir, dia tetap mengingatkan anak-anak asuhannya untuk tetap menikmati kompetisi. Apalagi, tim speed tengah berada pada fase cooling down.
”Walaupun enjoy, karena memang teman-teman ini performanya ada di level elite dunia, mau tidak mau ada yang harus dikejar, khususnya Kiromal Katibin untuk meraih peringkat satu Piala Dunia,” ujar Hendra.
”Jadi, karena level mereka itu, sebagai pelatih pun tidak mungkin memaksa untuk tidak turun. Apalagi, keinginan mereka sebagai atlet, kan, pasti ingin jadi juara,” ucapnya.
Kini, Kiromal akan menjalani serangkaian pemanjatan terakhir untuk menggapai puncak. Tidak hanya puncak yang membawanya meraih medali, tetapi juga menempatkannya sebagai pemanjat nomor satu dunia.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto