Gerakan daring kaum muda di India yang menjelma menjadi perlawanan terhadap pemerintahan yang korup.
12 Jun 2026 12:34 WIB · Internasional
AFP/Arun SANKAR
Pendiri Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Rakyat Kecoak, Abhijeet Dipke, mengatakan hal itu saat diwawancara wartawan seusai peluncuran kampanye nasional, Kamis (11/6/2026). Dipke baru-baru ini memutuskan pulang ke India untuk memimpin gerakan perlawanan kaum muda.
Gerakan ini muncul pada bulan Mei, setelah pernyataan hakim Mahkamah Agung Surya Kant yang membandingkan sebagian pemuda pengangguran dengan ”kecoak”. Ini memicu kemarahan di antara kaum muda di India.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/12/d8821410-b2c4-49d0-8cfb-30682e457267.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/12/69d697cf-86bf-41ed-97bb-221f070d997d.jpg)
Lewat gerakan yang masif, para pendukung menggunakan istilah kecoak tersebut sebagai simbol ketahanan, perlawanan, hingga membantu kelompok ini mengumpulkan lebih dari 22 juta pengikut di Instagram. Pesan gerakan tersebut kemudian meluas hingga merembet pada kekhawatiran tentang pengangguran, meningkatnya biaya hidup, dan akuntabilitas pemerintah.
Partai Rakyat Kecoak memadukan humor yang merendahkan diri sendiri sebagai kritik politik. Para pendukungnya bercanda menyebut diri mereka pengangguran dan selalu online. Video dan meme yang mengejek pengangguran, korupsi, dan disfungsi politik telah menarik jutaan penonton. Banyak akun parodi mereka juga mengadopsi kecoak sebagai simbol politik satir.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/6bfdc446-e057-4fb4-9781-f95bb941a6db_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/565041c0-ac8c-4fb3-8cf5-f064e69282e6_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/fa092e2f-1fdd-4f22-9d82-aa9197ee86cb_jpg.jpg)
Seorang pengunjukrasa mengenakan topeng kecoak saat berkumpul di New Delhi, India, Sabtu (6/6/2026). AP/Manish Swaru
Unjukrasa Partai Rakyat Kecoak menuntut pengusutan dugaan penyimpangan dalam ujian besar negara, di New Delhi pada Sabtu (6/6/2026). AFP/Manan VATSYAYANA
Pendiri Partai Rakyat Kecoak Abhijeet Dipke meneriakkan tuntutan saat protes atas dugaan penyimpangan dalam ujian besar negara itu, di New Delhi pada Sabtu (6/6/2026). AFP/Manan VATSYAYANA
Saat gerakan turun ke jalan yang pertama Sabtu lalu, Dipke memimpin perlawanan kaum muda, menyoroti dugaan penyimpangan serta bocornya soal-soal ujian-ujian besar. Ratusan orang, yang didominasi kaum muda, bergabung dalam unjuk rasa yang diadakan di New Delhi.
Bulan lalu, pihak berwenang membatalkan ujian masuk perguruan tinggi kedokteran nasional setelah para penyelidik menemukan kebocoran soal ujian. Media India melaporkan beberapa kasus bunuh diri di kalangan remaja menyusul kekacauan terkait ujian masuk nasional, salah satu ujian paling kompetitif di negara tersebut. Hal itu terjadi setelah skandal lain terkait sistem penilaian daring dalam ujian yang diikuti oleh hampir dua juta siswa sekolah menengah atas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/ce9336b4-421f-4696-b396-8969f4576680_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/529fd33e-9d7c-470d-9cbe-d7c629de2048_jpg.jpg)
Sambil membawa topeng kecoak dari kertas dan poster, para pengunjuk rasa menyerukan pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan. ”Kami menginginkan pertanggungjawaban dari pemerintah,” kata Utkarsh Raj, seorang calon mahasiswa kedokteran berusia 16 tahun.
Aksi ini diawasi dan dijaga ketat polisi dengan perlengkapan antihuru-hara. Saat peluncuran kampanye nasional, ratusan mahasiswa dan pendukung muda berkumpul di kota Pune di bagian barat. Ini merupakan kekuatan terbaru dari gerakan pemuda tersebut.
Peluncuran itu juga menjadi penanda dimulainya gerakan-gerakan yang lebih luas di kota-kota lain di India. ”Pemerintah tidak bisa mengabaikan kaum muda,” kata Dipke.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/f7de4b40-ba59-40d1-90ff-28a278ded757_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/1a3102f8-3d1d-42bf-b466-853e6ed85394_jpg.jpg)
Abhijeet Dipke, pendiri Partai Rakyat Kecoak, adalah seorang lulusan Universitas Boston berusia 30 tahun. Sejak dua tahun lalu, ia tinggal di Amerika Serikat. Sebagai seorang ahli strategi komunikasi politik, ia segera menciptakan partai fiktif tersebut secara daring pada 16 Mei, merespons gerakan kemarahan kaum muda India.
Popularitasnya segara meroket. Dengan menggunakan slogan ”sebuah front politik untuk kaum muda, oleh kaum muda, dan untuk kaum muda”, gerakan ini segera menjadi besar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/d2a8d61c-9d2e-4120-a171-8dcd4eb94989_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/21c22e35-8b58-4036-8011-c19f7ea4cb23_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/b2695379-4ca8-4a2f-a6db-673e9596019c_jpg.jpg)
Pendiri Partai Rakyat Kecoak Abhijeet Dipke, tiba di bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India, Sabtu (6/6/2026). AP/Manish Swarup
Warga menonton penjagaan polisi saat Abhijeet Dipke, pendiri Partai Rakyak Kecoak tiba di bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India, Sabtu (6/6/2026). AP/Manish Swarup
Pendiri Partai Rakyat Kecoak, Abhijeet Dipke mengambil bagian dalam protes atas dugaan penyimpangan dalam ujian utama negara itu, di New Delhi pada Sabtu (6/6/2026). AFP/Arun SANKAR
Ia bahkan langsung menuju kantor polisi setibanya di India, untuk meminta izin mangadakan aksi unjuk rasa damai. Sebelumnya, Dipke meminta para pendukungnya untuk tidak berkumpul di bandara saat kedatangannya.
Saat ini, India memiliki hampir 400 juta penduduk berusia 15 hingga 29 tahun. Walaupun ekonomi juga tumbuh pesat, menciptakan lapangan kerja nonpertanian bagi kaum muda menjadi salah satu tantangan terbesar pemerintah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/2a0d9a73-bdee-419e-8f53-f2ed56f7db80_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/41b18e02-a9e3-4810-b2cd-06a24b49f014_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/87696a6d-e341-4527-b6b7-628c45a20c79_jpg.jpg)
Tingkat pengangguran pemuda yang biasanya mencakup orang berusia 15 tahun hingga 24 tahun hampir mencapai 14 persen pada April. Banyak anak muda berpendidikan juga terjebak dalam pekerjaan bergaji rendah atau tidak aman yang tidak sesuai dengan keterampilan mereka.
Tingkat pengangguran kaum muda di negara tersebut, yang biasanya mencakup orang berusia 15 hingga 24 tahun, diperkirakan sekitar 16 persen, menurut Organisasi Buruh Internasional. ”Gerakan ini akan meluas ke seluruh negeri,” kata Dipke
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/12/1d91c266-f57b-44c8-a209-3177df34853e_jpg.jpg)
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara tetangga India, termasuk Bangladesh dan Nepal, telah menyaksikan gerakan yang dipimpin kaum muda melawan korupsi dan apatisme politik yang menggulingkan pemerintahan yang berkuasa. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi Agung