Kontroversi mewarnai laga perdana berbuah tiga poin Real Madrid di Liga Champions 2025-2026. Kylian Mbappe bukukan gol ke-50 untuk ”Los Blancos”.
17 Sep 2025 05:35 WIB · Olahraga
MADRID, RABU — Sekali lagi, ”Los Blancos” membuktikan habitat utama mereka di Liga Champions. Tertinggal lebih dulu dan bermain dengan 10 pemain, Real Madrid tetap meraih kemenangan. Tiga poin penanda mental juara mampu dipertahankan Xabi Alonso.
Real memulai petualangan di Liga Champions 2025-2026 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Marseille, Rabu (17/9/202) WIB. Timothy Weah sempat mengejutkan publik Stadion Bernabeu di menit ke-22.
Setelah gol itu, momentum laga sepenuhnya berada di sisi tim tuan rumah. Real mendominasi permainan demi meraih kemenangan. Kylian Mbappe mencetak gol melalui titik putih di menit ke-29.
Gol lewat penalti pula yang menjadi penentu hasil positif raksasa Spanyol itu. Mbappe kembali menaklukkan kiper Marseille, Geronimo Rulli, di menit ke-81. Itu adalah gol ke-50 Mbappe untuk Real. Kapten timnas Perancis membutuhkan hanya 64 pertandingan untuk menyentuh capaian impresif itu.
”Bangga berada di sini dan merasakan malam Liga Champions lainnya. Laga berjalan rumit bagi kami setelah bermain dengan 10 pemain. Kami menunjukkan spirit Liga Champions di Bernabeu sebab sudah pernah mengalami situasi seperti ini dan tahu kami bisa menang,” ujar Mbappe dilansir Marca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/e1083e41daabe4a6e7d4fef7ce8c3e04-1000010109.jpg)
Tentang rekor golnya untuk Real, Mbappe berkata, ”Saya tidak membuat batas. Saya hanya berusaha untuk menolong tim melalui gol dan jika tidak gol, itu berupa asis.”
Sudah enam gol dan sebuah asis dihasilkan Mbappe di lima pertandingan musim ini. Ia hanya absen mencetak gol ketika Real jumpa Mallorca pada laga pekan ketiga Liga Spanyol, akhir Agustus lalu.
Skor penentu keunggulan itu diciptakan hanya berselang sembilan menit setelah Dani Carvajal menerima kartu merah akibat pelanggaran konyol kepada Rulli. Carvajal menyundul Rulli dalam situasi tanpa bola.
Kontroversi tidak sepenuhnya menguap dari Bernabeu. Terlepas dari pelanggaran tak terbantahkkan Geoffrey Kondogbia kepada Rodrygo yang memberikan Real penalti pertama, bek Real, Eder Militao, sempat menghalau tembakan Weah dengan lengan pada menit ke-31.
Namun wasit asal Bosnia-Herzegovina, Irfa Peljto, tidak menganggap hal itu sebagai pelanggaran yang berbuah penalti untuk tim tamu. Video asisten wasit (VAR) sepakat dengan keputusan Peljto di lapangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/ffc98158ca237a8aa35eac400f5c4343-1000010114.jpg)
Adapun pelanggaran handball Facundo Medina yang menyebabkan penalti kedua Real juga bisa diperdebatkan. Pasalnya, sebelum menyentuh tangan bek Marseille, Facundo Medina, bola sempat mengenai kaki pemain asal Argentina itu yang menghalau umpan silang Vinicius Junior. Kali ini, wasit dan VAR setuju dengan penalti untuk tuan rumah.
Terlepas dari kontroversi, Real mempertahankan catatan 100 persen menang pada lima pertandingan perdana diasuh Alonso. Empat laga di Liga Spanyol dan satu kemenangan di Liga Champions.
”Kami memang tidak bermain yang kami inginkan, terutama di babak kedua, tetapi yang kami butuhkan adalah memulai kompetisi dengan kemenangan. Itu yang paling utama,” ujar gelandang Real, Federico Valverde, kepada Movistar.
Disinggung tentang parade kontroversi yang tersaji dan cenderung memihak timnya, Valverde enggan memberikan tanggapan. Menurut dia, Real pantas menang karena penampilan superior di atas lapangan.
”Saya tidak akan memberikan opini sebab laga baru berakhir dan semua orang bisa mengatakan apa pun. Saya tidak ingin membahas wasit. Saya lebih suka fokus kepada kinerja tim. Pemain pengganti memberikan perbedaan,” kata Valverde yang berasal dari Uruguay.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/de87828a6e362bb3105c354b2bd052be-1000010116.jpg)
Di luar dua gol lewat penalti, Real benar-benar tampil bersemangat untuk memburu gol sebanyak-banyaknya melalui permainan terbuka. Mereka melakukan 28 tembakan yang 15 tembakan di antaranya tepat sasaran.
Kuantitas tembakan itu menunjukkan permainan direct dan vertikal Real. Mereka tidak perlu berlama-lama memegang bola. Paling utama, Alonso ingin anak asuhannya secepat mungkin mencapai sepertiga akhir pertahanan Marseille, duta Perancis.
Itu terlihat dari penguasaan bola Real lebih rendah dengan 43 persen berbanding 57 persen milik tim tamu. Sebaliknya, Marseille hanya bisa lima kali melepaskan tembakan tepat sasaran ke gawang Real kawalan Thibaut Courtois.
Namun, Real masih memiliki pekerjaan rumah untuk membenahi ketajaman. Dua gol yang diciptakan Mbappe berada di bawah dari harapan gol mereka, yaitu 3,65 expected goals (xG).
Hal itu tidak lepas pula dari penampilan gemilang Rulli yang catatkan 13 penyelamatan yang setara menghindari gawangnya dari kemasukan 1,62 expected goals against (xGA). Hanya penalti yang membuat kiper berusia 33 tahun itu takluk.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/6eb2bfc92cffc958dace7e92186e7d36-1000010117.jpg)
”Banyak hal terjadi di pertandingan. Babak pertama brilian dengan banyak peluang, tetapi kami gagal memanfaatkannya. Permainan lebih berimbang di babak kedua sehingga saya yakin hasil positif akan tiba hingga kartu merah tiba,” kata Alonso dilansir laman UEFA.
”Kami menunjukkan mental di Liga Champions untuk meraih hasil 2-1. Keunggulan membantu kami bertahan dengan baik untuk mempertahankan poin sangat penting,” tambahnya.
Alonso harus memutar otak untuk mengatasi krisis bek sayap kanan di laga selanjutnya. Selain Carvajal menerima kartu merah, Alonso sudah lebih dulu kehilangan Trent Alexander-Arnold yang menderita cedera ketika laga baru berjalan lima menit.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan