Martinelli dan Trossard menolak jadi korban strategi transfer jor-joran Arsenal. Keduanya mengingatkan kembali keberadaan mereka dalam kemenangan sulit Arsenal.
17 Sep 2025 05:11 WIB · Olahraga
BILBAO, SELASA — Dua penyerang Arsenal, Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard, tak butuh waktu lama untuk menjawab segudang keraguan sejak awal musim. Masuk dari bangku cadangan, mereka menyudahi laga sebagai pahlawan kemenangan 2-0 Arsenal atas Athletic Bilbao.
Penantian satu dekade untuk kembali ke Liga Champions membuat tuan rumah Bilbao tampil beringas di Stadion San Mames, Selasa (17/9/2025). Tim tamu Arsenal sangat kesulitan dalam laga pertama babak grup Liga Champions tersebut, terutama sejak sepak mulai sampai turun minum.
Hingga menit ke-65, skor masih imbang tanpa gol. Trisula lini serang Arsenal yang diisi para pemain baru, yaitu Viktor Gyokeres, Eberechi Eze, dan Noni Madueke, tidak punya jawaban untuk membongkar pertahanan lawan. Sampai akhirnya, Manajer Arsenal Mikel Arteta melakukan perubahan.
Pergantian Arteta agak sulit dipahami. Gyokeres yang merupakan satu-satunya penyerang murni dalam skuad Arsenal di San Mames ditarik keluar. Trossard yang berposisi asli penyerang sayap masuk. Lima menit kemudian, Eze yang merupakan sumber kreativitas tim digantikan Martinelli.
Menariknya, ide pergantian sang manajer sangat ampuh. Hanya dalam 36 detik setelah Martinelli masuk ke lapangan, Arsenal langsung membuka keunggulan. Gol diciptakan oleh Martinelli lewat umpan Trossard, yang berawal dari situasi transisi serangan balik dari tengah lapangan.
Arsenal menghukum garis pertahanan tinggi tim asuhan Pelatih Ernesto Valverde. Arteta memasukkan Martinelli yang punya sprint sangat kencang untuk memanfaatkan lubang tersebut. Sementara itu, Trossard ditugaskan lebih mundur untuk menjembatani bola dari lini tengah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/dd00654bd8a645cc62a8e960b1503d3c-wires_photo_2025_09_17T024146.818.jpg)
Pertaruhan Arteta berhasil. Di pengujung laga, saat Bilbao fokus menyerang, Arsenal menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Martinelli yang memberikan asis untuk gol Trossard. Martinelli berhasil melewati satu pemain di sisi kiri sebelum mengirim umpan silang ke kotak penalti.
”Di paruh kedua, ada ruang lebih (di pertahanan Bilbao). Ketika saya datang, saya hanya mencoba untuk berlari memanfaatkan itu. Sulit menang di tempat ini. Atmosfernya sangat luar biasa, tetapi kami pantas menang karena lebih klinis,” kata Martinelli, yang terpilih sebagai pemain terbaik laga.
Arsenal menang 2-0. Martinelli dan Trossard menyumbang masing-masing satu gol dan satu asis. Lewat penampilan heroik, kedua pemain itu seolah ingin memberikan pernyataan dari bangku cadangan. Mereka masih bisa diandalkan walaupun ”Si Meriam” sudah punya banyak pemain baru.
Arteta berpesan, status starter dan cadangan hanyalah ilusi. ”(Pemain pengganti) sama penting dengan starter, jika tidak lebih penting. Dan, kami masih bisa mengubah (komposisi) dalam setiap laga. Saya sangat puas dengan penampilan mereka,” ujar sang manajer soal Martinelli dan Trossard.
Martinelli dan Trossard bergantian mengisi penyerang sayap kiri pada musim lalu. Musim ini, posisi itu digantikan oleh Eze yang datang dari Crystal Palace. Sebelum Eze datang, Martinelli bahkan sempat kehilangan posisinya dari Noni Madueke. Padahal, Madueke berposisi asli di sayap kanan.
Keduanya pun hanya mengombinasikan 190 menit dalam empat laga terakhir. Mereka datang ke San Mames dengan kontribusi satu asis sejak awal musim. Saat bersamaan, Eze dan Madueke dielu-elukan para pendukung seusai tampil impresif versus Nottingham Forest di akhir pekan lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/f3e9b8c14ed6bab0fdc43ebe1df74769-wires_photo_2025_09_17T024313.473.jpg)
Di pengujung jendela transfer, Martinelli dan Trossard sempat mendapatkan tawaran dari beberapa klub. Namun, Arsenal enggan melepas mereka. Selain penawaran di bawah standar, Arteta juga masih sangat membutuhkan kedua pemain itu untuk misi besar musim ini.
Sorotan paling besar tertuju kepada Martinelli. Pemain 24 tahun itu sempat diproyeksikan jadi bintang masa depan Arsenal. Namun, performanya justru semakin menurun setiap tahun setelah musim terbaik pada 2022-2023. Di musim ini, kepercayaan diri sang pemain tampak semakin merosot.
Menurut Arteta, tidak pernah ada keraguan terhadap Martinelli. Sang pemain hanya butuh momentum untuk bersinar lagi. ”Saya mengagumi Gabriel. Sikapnya, komitmennya, kepositifannya, dan apa yang rela dia lakukan untuk tim. Dia pantas untuk mendapatkan hasil hari ini,” ujarnya.
Arsenal sempat kesulitan karena pertahanan blok tinggi agresif tim lawan, terutama pada paruh pertama. Bilbao menggunakan pertahanan zona dengan skema 4-4-2 yang fokus mencegah progresi tim tamu di area tengah. Hasilnya, Si Meriam lebih banyak memainkan bola di sepertiga awal.
Bilbao beberapa kali mengancam lewat transisi serangan balik, setelah memutus aliran bola Arsenal. Namun, Inaki Williams dan rekan-rekan kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Mereka kehilangan sosok penyerang sayap tim nasional Spanyol Nico Williams yang absen akibat cedera.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/f2a77f66051c415c51ff6f9771c74ce5-wires_photo_2025_09_17T024714.656.jpg)
”Hasil ini tidak mencerminkan pertandingan yang sebenarnya karena saya pikir kami bermain bagus. Kami sudah mengerahkan segenap tenaga dan masih ada tujuh pertandingan tersisa. Kami datang ke sini bukan sekadar untuk menikmati kompetisi, melainkan untuk berkompetisi,” ujar Inaki, kapten Bilbao.
Berkat hasil itu, Arsenal semakin mengukuhkan dominasi atas tim-tim asal Spanyol. Si Meriam sukses menjadi tim pertama yang berhasil menang enam kali beruntun atas wakil Spanyol di Liga Champions. Keberadaan manajer dan banyak pemain asal Spanyol di kubu Arsenal tidak percuma. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto