”Penjara” Waktu Masih Membelenggu Lalu Muhammad Zohri

Zohri tak lagi jadi manusia tercepat se-Asia Tenggara. Di SEA Games Thailand 2025, meski berhasil meraih perak, Zohri menunjukkan motivasinya perlu dipupuk ulang.

12 Des 2025 09:49 WIB · Olahraga

KOMPAS/REBIYYAH SALASAH

Oleh Rebiyyah Salasah dari Bangkok, Thailand

Seperti ketika tampil di Olimpiade Paris 2024, Lalu Muhammad Zohri tak bisa lepas dari belenggu ”penjara” waktu di SEA Games Thailand 2025. Sejak jadi manusia tercepat se-Asia Tenggara pada 2019, Zohri menempuh perjalanan baru, tetapi seperti tidak beranjak ke mana-mana. Ia perlu mendapatkan motivasi lagi karena tantangan terus datang.

Rekor Zohri sebagai manusia tercepat se-Asia Tenggara dengan catatan waktu 10,03 detik runtuh di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Pelari Thailand yang tengah naik daun, Puripol Boonson, menjadi aktornya dengan finis dalam waktu 9,94 detik pada babak preliminary atau kualifikasi.

Boonson, yang mendapatkan dukungan publik tuan rumah, melambat pada final dengan finis 10 detik. Namun, catatan itu cukup untuk mengantarkannya pada medali emas. Adapun Zohri finis dalam waktu 10,25 detik pada final setelah pada kualifikasi mencatatkan 10,19 detik. Pelari 25 tahun ini berhak untuk medali perak.

Dengan catatan waktu 9,94 detik, Boonson jadi manusia Asia Tenggara pertama yang berlari 100 meter dalam waktu kurang dari 10 detik. Itu adalah impian dan target Zohri sejak mencatatkan rekor 10,03 detik di Osaka Grand Prix 2019 di Jepang itu.

Quote

Saya tidak mau menyalahkan tubuh saya. Apa yang saya berikan sudah maksimal meskipun dalam kondisi yang tidak baik dan persiapan jadi tidak bisa maksimal.

Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, meraih medali perak nomor lari 100 meter putra di SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Lari finis 10,25 detik.

Namun, sejak saat itu juga, catatan waktu Zohri justru cenderung melambat. Juara dunia yunior 2018 ini belum juga menemukan performa terbaiknya setelah dihadang beragam cedera, mulai dari cedera robek ACL serta meniskus, cedera hamstring kanan, hingga cedera otot paha depan.

Pelatih lari jarak pendek yang pernah menangani Zohri, Eni Nuraini, pernah mengatakan, problem cedera memang merupakan penghambat kemajuan Zohri. ”Dengan cedera-cedera itu memang agak susah. Kami harus berhati-hati,” ujarnya.

Di Thailand pun, selepas menjalani perlombaan final, Zohri terduduk sambil memegangi lutut kiri. Zohri mengatakan, sebenarnya dia kembali mengalami cedera ACL, kali ini pada lutut kiri. Cedera itu dialaminya sebelum menjalani pemusatan latihan di Jepang pada 7 September-2 Desember 2025.

”Saya tidak mau menyalahkan tubuh saya. Apa yang saya berikan sudah maksimal meskipun dalam kondisi yang tidak baik dan persiapan jadi tidak bisa maksimal,” tutur Zohri.

Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, meraih medali perak nomor lari 100 meter putra di SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Lari finis 10,25 detik.

Zohri sebenarnya memulai dengan baik perlombaan final lewat start block sempurna. Dengan kecepatan yang konsisten, Zohri sempat bersaing untuk emas sepanjang lintasan 30-80 meter. Memasuki 20 meter terakhir, ia mulai ditinggalkan Boonson. Ia lantas hanya bisa finis di belakang Boonson untuk meraih perak.

Sebelumnya, Boonson adalah pemegang rekor Thailand dengan catatan waktu 10,06 detik pada tahun 2023. Boonson memiliki catatan waktu tercepat di Asia Tenggara tahun ini dengan 10,15 detik, sementara catatan waktu tercepat Zohri 10,21 detik.

Kondisi di Thailand ini tidak jauh berbeda ketika Zohri menjalani penampilan kedua di Olimpiade pada edisi Paris 2024. Catatannya 10,26 detik pada penyisihan, sama dengan Olimpiade sebelumnya. Padahal, Zohri bertekad terus menajamkan waktunya dan tampil lebih baik di Olimpiade.

Zohri juga masih belum bisa menyamai atau bahkan melampaui rekor personal pribadinya. Padahal, waktu terus berjalan dan pelari-pelari lain pun bermunculan.

Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, meraih medali perak nomor lari 100 meter putra di SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Lari finis 10,25 detik.

Meski begitu, perak menjadi medali pertama Zohri dari nomor spesialisasinya. Sejak debut di SEA Games Vietnam 2021, Zohri tidak pernah membawa pulang medali dari nomor lari 100 meter meski berstatus manusia tercepat se-Asia Tenggara.

Harapan meraih emas pertama 100 meter di multicabang pernah coba diwujudkan Zohri di SEA Games Vietnam 2021. Namun, saat itu, ia belum mampu menampilkan performa terbaik dan hanya finis keempat dengan catatan 10,59 detik. Adapun di SEA Games Kamboja 2023, Zohri  justru kalah sebelum berlomba karena mengalami cedera pangkal paha.

Setelah dua kegagalan, orang-orang percaya Zohri akan bisa menebusnya di SEA Games ketiga. Apalagi, pelari asal Nusa Tenggara Barat ini menjalani persiapan intensif di Jepang selama tiga bulan. Namun, sayangnya, Zohri seperti belum beranjak ke mana-mana.

Cedera memang kembali mengganggu Zohri. Meski saat pelaksanaan tidak terasa sakit, cedera itu secara tidak langsung membuat Zohri tidak bisa berlatih secara penuh. Kata Zohri, dirinya tidak berlatih kekuatan karena cedera lutut sehingga berpengaruh pada daya tahannya ketika berlomba.

Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, meraih medali perak nomor lari 100 meter putra di SEA Games Thailand 2025 di Stadion Supachalasai, Bangkok, pada Kamis (11/12/2025) malam WIB. Lari finis 10,25 detik.

Di sisi lain, Zohri mulai meragukan kemampuannya secara keseluruhan untuk bisa bertahan di pemusatan latihan nasional. Zohri masih membicarakan Asian Games, tetapi dalam keyakinan dan semangat yang tidak semenyala dulu. Motivasinya tampak redup.

”Harapannya, di Asian Games bisa tampil lebih baik. Tapi, dengan kondisi begini, saya tidak tahu apakah masih di pemusatan latihan,” kata Zohri.

”Apalagi sekarang banyak juga yunior yang lari dengan cepat. Saya pasrah saja,” ujarnya lagi.

Saat ditanya soal mimpi untuk kembali ke Olimpiade pun, pelari yang pernah lolos lewat jalur kualifikasi ke pesta olahraga tertinggi dunia ini pun tak bisa banyak bicara.

Hidup dengan cedera yang terus menerpa dan mimpi yang harus tertunda berkali-kali pasti tidak mudah untuk dijalani. Namun, Zohri selama ini membuktikan bisa melewatinya. Kini, motivasi Zohri perlu dipupuk ulang karena dengan usia baru menginjak 25 tahun, jalan baginya seharusnya masih panjang.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah dari Bangkok, Thailand
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji