Serangan Iran ataupun AS-Israel menyasar sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah. Perancis mengusulkan moratorium serangan yang menargetkan infrastruktur sipil.
19 Mar 2026 12:14 WIB · Internasional
AFP/Ludovic Marin
PARIS, KAMIS — Perancis mendesak Amerika Serikat-Israel dan Iran menghentikan serangan ke infrastruktur sipil, terutama fasilitas energi. Sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah menjadi target serangan sehingga memicu lonjakan harga minyak dan gas.
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengaku telah berkomunikasi dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dan Presiden AS Donald Trump, Kamis (19/3/2026). Pembicaraan ini dilakukan menyusul serangan yang menghantam fasilitas produksi gas di Iran dan Qatar.
Israel dilaporkan menyerang ladang gas alam South Pars di lepas pantai Iran, Rabu. Sementara Iran terus menyerang fasilitas energi negara-negara tetangganya di Teluk Persia, termasuk fasilitas gas alam utama di Qatar.
Macron mengusulkan untuk segera menerapkan moratorium serangan yang menargetkan infrastruktur sipil, khususnya fasilitas energi dan pasokan air. ”Populasi sipil dan kebutuhan pokok mereka serta keamanan pasokan energi harus dilindungi dari eskalasi militer,” tulis Macron di platform media sosial X.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/c87600019e68466394ee98c8aac522ec-FRANCE_SINGAPORE_DIPLOMACY_136613129.jpg)
Trump mengatakan, Israel telah menyasar secara brutal ladang gas South Pars di Iran. Ia menyebutkan, AS dan Qatar tidak mengetahui apa pun tentang serangan khusus tersebut. Namun, Iran langsung membalasnya dengan menyerang fasilitas gas alam di Qatar.
”Tidak akan ada lagi serangan yang dilakukan oleh Israel terkait dengan ladang gas South Pars yang sangat penting dan berharga ini, kecuali Iran dengan gegabah memutuskan untuk menyerang pihak yang tidak bersalah, dalam hal ini Qatar,” tulis Trump di akun media sosial Truth Social miliknya.
Trump mengancam, jika Iran kembali menyerang fasilitas gas alam di Qatar, AS akan meledakkan seluruh ladang gas South Pars. Ia menegaskan, serangan itu akan dilakukan dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan dari Israel.
”Saya tidak ingin mengizinkan tingkat kekerasan dan kehancuran ini karena implikasi jangka panjangnya terhadap masa depan Iran. Namun, jika (fasilitas) LNG (gas alam cair) Qatar diserang lagi, saya tidak akan ragu untuk melakukannya,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/03/a844742a6d2baffbbd51876eade0cb3f-wires_photo_285.jpg)
Qatar Energy menyebutkan sebuah rudal menghantam fasilitas gas alam cair Ras Laffan miliknya. Serangan ini memicu kebakaran yang menyebabkan kerusakan luas sebelum akhirnya dapat dipadamkan. Perusahaan tersebut telah menghentikan produksi di sana karena serangan Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras serangan Israel terhadap infrastruktur energi Iran. Menurut dia, serangan agresif itu tidak akan memberikan keuntungan apa pun bagi Israel-AS dan para pendukungnya.
”Hal ini akan memperumit situasi dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tak terkendali, yang dampaknya dapat meluas ke seluruh dunia,” ujarnya.
Trump mengancam, jika Iran kembali menyerang fasilitas gas alam di Qatar, AS akan meledakkan seluruh ladang gas South Pars. Ia menegaskan, serangan itu akan dilakukan dengan atau tanpa bantuan atau persetujuan dari Israel.
Kantor berita Iran, Fars, melaporkan tangki gas dan sebagian kilang gas South Pars terkena serangan. Para pekerja telah dievakuasi. Tim penyelamat sedang berupaya memadamkam api. Dampak kerusakan belum dapat dipastikan.
”Teheran juga mengeluarkan peringatan evakuasi untuk beberapa fasilitas energi di Arab Saudi, UEA (Uni Emirat Arab), dan Qatar. Ini memperingatkan bahwa fasilitas-fasilitas tersebut akan menjadi sasaran dalam beberapa saat mendatang,” tulis laporan itu.
Serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah telah memicu lonjakan harga minyak. Harga minyak naik lagi 5 persen menjadi lebih dari 108 dolar AS per barel di pasar internasional. Harga minyak mentah Brent, patokan internasional untuk minyak, kini naik hampir 50 persen sejak awal perang.
Kondisi ini membuat harga bensin juga naik yang diikuti dengan kenaikan harga barang-barang lainnya. Imbasnya, biaya hidup masyarakat semakin tinggi. Di tengah perang yang masih berkecamuk, lonjakan harga energi masih sangat mungkin terjadi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/11/49e37a0ac7c985c1671fd2376daf423b-20260311_GKT_AFP_Hormuz_Oil.png)
Distribusi minyak global di Selat Hormuz juga belum lancar. Iran menutup selat ini sejak 28 Februari setelah serangan udara gabungan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ali Khamenei kemudian digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Sejumlah negara mencoba bernegosiasi dengan Iran agar tanker diizinkan melalui Selat Hormuz. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas, Rabu (18/3/2026), telah berkomunikasi melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk membahas situasi keamanan di selat itu.
”Jalur aman melalui Selat Hormuz adalah prioritas bagi Eropa dan Uni Eropa mendukung solusi diplomatik untuk perang tersebut,” ujarnya.
Perang telah meluas ke sejumlah negara di kawasan Teluk. Selain menembakkan rudal dan drone ke wilayah Israel, serangan balasan Iran juga menyasar aset-aset AS di Timur Tengah. Bagi Iran, negara-negara yang digunakan sebagai lokasi asal serangan AS-Israel atau setidaknya memfasilitasi serangan itu sah untuk diserang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/18/5a9e0be1dc2afe83e532ca6084e63050-TOPSHOT_UAE_IRAN_US_ISRAEL_WAR_136976736.jpg)
Arab Saudi melaporkan serangan terhadap fasilitas energi di negara itu, Rabu. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan telah menembak jatuh empat rudal balistik Iran yang menargetkan kota Riyadh. Beberapa puing jatuh di dekat kilang minyak di selatan kota itu.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan menuduh Iran melakukan tindakan permusuhan yang direncanakan terhadap negara-negara tetangganya. ”Tekanan dari Iran ini akan menjadi bumerang secara politik dan moral. Tentu saja kami berhak untuk mengambil tindakan militer jika dianggap perlu,” ucapnya.
Israel terus mengancam akan membunuh para petinggi Iran. Dua hari lalu, serangan Israel menewaskan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani dan Komandan Pasukan Paramiliter Basij Iran Gholamreza Soleimani.
Lewat pernyataan tertulis, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan itu. ”Tidak diragukan lagi, pembunuhan orang seperti itu menunjukkan betapa pentingnya dia dan kebencian musuh-musuh Islam terhadapnya,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/13/1ddb268e-4aaf-4af5-bebe-87db9a3eae28.jpg)
Ribuan orang di Teheran turun ke jalan untuk menghadiri pemakaman Larijani dan tokoh-tokoh lain yang tewas. Iran membalas pembunuhan Larijani dengan menembakkan rudal ke Israel. Menurut otoritas Israel, serangan itu menewaskan dua orang di dekat Tel Aviv.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz telah mengizinkan militer negara itu untuk menargetkan pejabat senior Iran mana pun yang memiliki otoritas intelijen dan operasional. Serangan dapat dilakukan kapan pun tanpa perlu persetujuan tambahan.
”Tidak ada seorang pun di Iran yang kebal dan semua orang berada dalam sasaran,” kata Katz. Selain menyasar Iran, serangan Israel juga menargetkan Hizbullah di Lebanon. Sejak gelombang serangan Israel dimulai lagi pada awal Maret 2026, hampir 1.000 warga Lebanon tewas. Sementara korban cedera mencapai 2.141 orang. (REUTERS/AP)
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto