PIALA DUNIA 2026

Perancis Vs Senegal, Armada Serang ”Les Bleus” Diuji ”Singa Teranga”

Perancis memiliki barisan penyerang kelas dunia yang membuat iri tim-tim lain. Ketajaman mereka bakal diuji barisan bek ”Singa Teranga” Senegal pada laga perdana.

15 Jun 2026 14:10 WIB · Olahraga

AP Photo/Martin Meissner

Oleh Prasetyo Eko P dari New York, AS

NEW JERSEY, KOMPAS — Armada serang Perancis akan diuji ketangguhan pertahanan para ”Singa Teranga” Senegal pada laga perdana penyisihan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Selasa (16/6/2026) waktu setempat atau Rabu (17/6/2026) pukul 02.00 WIB. Demi Piala Dunia terakhirnya bersama ”Les Bleus”, pelatih Didier Deschamps membawa sembilan penyerang kelas dunia ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pemandangan kontras terjadi jelang laga ini. Di saat banyak suporter yang terlihat mengenakan seragam Perancis berjalan-jalan di New York-New Jersey, tak terlihat pendukung yang mengenakan kaus Senegal. Hal itu karena Senegal termasuk negara yang mendapatkan larangan perjalanan ke AS sehingga penggemar sepak bola dari negara itu tidak bisa mendukung langsung kesebelasan mereka di AS. Ini tentu menjadi kerugian tersendiri bagi skuad Singa Teranga.

Quote

Saya di sini bukan untuk rekor. Yang paling penting adalah tim Perancis tetap berada di puncak.

Bagi Deschamps, laga ini akan menjadi awal dari palagan terakhirnya karena ia akan mundur selepas turnamen, apa pun hasil yang diraih Perancis nanti. Setelah periode kekacauan pada Piala Dunia 2010, di mana para pemain mogok untuk memprotes pelatih saat itu, Raymond Domenech, dan sejumlah kontroversi lainnya, Deschamps memimpin Perancis meraih gelar Piala Dunia 2018 di Rusia dan juga mencapai final empat tahun kemudian di Qatar.

Empat tahun lalu, Perancis kalah adu penalti dari Argentina dalam pertandingan final yang epik. ”Saya di sini bukan untuk rekor. Yang paling penting adalah tim Perancis tetap berada di puncak,” kata Deschamps yang juga membawa Perancis memenangi Liga Nasional pada 2021.

Deschamps hanyalah satu dari tiga orang dalam sejarah sepak bola dunia yang memenangi Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih. Dua orang lainnya adalah Mario Zagallo (Brasil) dan Franz Beckenbauer (Jerman Barat). Ia juga menjadi pelatih dengan total kemenangan terbanyak bagi Perancis dengan 105 kemenangan di depan Michel Hidalgo dan Domenech yang sama-sama mengoleksi 41 kemenangan.

France's President Emmanuel Macron (first row, C-L) and his wife Brigitte Macron (first row, C-R) pose with the French national football team during a visit at the national team training grounds in Clairefontaine-en-Yvelines, southwest of Paris on June 2, 2026, ahead of 2026 FIFA World Cup football tournament. (Photo by Thomas Padilla / POOL / AFP)

Sembilan penyerang

Perancis adalah salah satu favorit juara dan tengah mengejar penampilan final ketiga beruntun sejak 2018. Menghadapi Senegal, Deschamps memiliki kedalaman skuad yang bakal membuat iri para pelatih lain yang tampil di Piala Dunia 2026.

Jika pelatih lain dipusingkan karena kurangnya penyerang, Deschamps jutru memiliki masalah karena banyaknya para penyerang kelas dunia. Deschamps membawa sembilan penyerang ke Piala Dunia terakhirnya ini.

Mereka adalah ”Fab Four” yang terdiri dari sang kapten Kylian Mbappe, pemenang Ballon d’Or Ousmane Dembele, Michael Olise, dan Desire Doue. Ditambah lagi Perancis punya barisan penyerang yang tidak kalah mematikannya, Rayan Cherki, Bradley Barcola, Maghnes Akliouche, Jean-Philippe Mateta, dan Marcus Thuram.

Bukan lagi hanya sekadar skuad, Deschamps membawa armada penyerang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Menurut Deschamps, tujuannya membawa begitu banyak penyerang adalah agar tim Perancis lebih sulit diprediksi dan lebih sulit dibaca oleh lawan-lawan.

Bahayanya adalah, dengan begitu banyaknya penyerang yang dibawa, Deschamps bisa kehilangan keseimbangan dalam skuadnya. Dengan sembilan penyerang tersebut, Perancis hanya membawa lima gelandang, jumlah yang terbilang minim untuk turnamen yang akan berlangsung lebih dari satu bulan seandainya Perancis mampu menembus babak-babak akhir.

Mereka adalah gelandang senior N'Golo Kante dan Adrien Rabiot ditambah Manu Kone, Aurelien Tchouameni, dan Warren Zaire-Emery. Perancis akan kerepotan seandainya ada gelandang tersebut yang mengalami cedera atau terkena larangan bermain.

Berbicara kepada Le Figaro, mantan pelatih Arsene Wenger memuji kedalaman skuad Les Bleus, tetapi mengakui ada risiko soal sulitnya mencari keseimbangan. ”Kami punya begitu banyak penyerang dan bahayanya adalah sedikit tidak seimbang. Tetapi, saat ini, pemain modern, bahkan penyerang, tahu peran mereka untuk ikut bertahan,” kata Wenger.

Namun, menurut Wenger, dengan pelatih berpengalaman sekaliber Deschamps, Perancis akan memiliki formula untuk mencari keseimbangan yang dibutuhkan.

Senegal adalah lawan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Secara mengejutkan Senegal pernah mengalahkan Perancis 1-0 pada pertemuan di Piala Dunia 2002. Kekalahan itu mengawali episode buruk Perancis yang akhirnya gagal melaju dari babak grup sebagai juara bertahan.

Dengan formasi 4-2-3-1, Deschamps kemungkinan akan memasang formula yang telah terbukti di lini serang, Olise, Mbappé, dan Dembélé, ditambah Doue, sebagai pemain mula. Demi keseimbangan tim, ia akan menurunkan satu gelandang senior, Rabiot, mendampingi Tchouameni sebagai anchor di lini tengah. Dua gelandang tersebut tahu apa perannya. Mereka bertugas agar pemain lain bisa bersinar.

Olise akan menusuk dari sayap kanan sedangkan Dembele akan bermain dari tengah, di belakang penyerang Mbappe. Adapun Doue akan menyerang dari sayap kanan. Kebiasaan Mbappe yang bermain melebar ke sisi kiri akan memberi kesempatan pada Dembele atau Doue untuk menusuk, mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mbappe. Dinamisnya pergerakan lini depan ini akan membuat permainan Perancis sulit ditebak oleh bek-bek Senegal.

Kabar gembira bagi kubu Perancis adalah pulihnya bek tengah Saliba dari cedera. Pemain Arsenal ini dipastikan bakal bisa bermain menghadapi Senegal.

Pemain timnas Perancis mengikuti sesi latihan dalam kampus Universitas Bentley di Waltham, Massachusetts, AS, Minggu (14/6/2026).

Senjata rahasia

Selain memiliki pemain kelas dunia, Perancis juga memiliki satu senjata rahasia lain saat menghadapi Senegal. Senjata rahasia itu adalah keberadaan asisten pelatih Deschamps, Guy Stephan, yang pernah menjadi pelatih bagi tim Afrika tersebut dari 2003 hingga 2005. Stephan mengenal budaya dan karakter sepak bola Senegal, yang akan memberi keuntungan kecil bagi Perancis, untuk menghindari hasil kurang meyakinkan seperti dialami Brasil saat melawan Maroko.

Senegal sendiri bukan lawan ringan karena mereka juga memiliki sejumlah pemain kelas dunia. Singa Teranga memiliki penyerang Sadio Mane, Nicholas Jackson, dan kiper Edouard Mendy. Ketangguhan Senegal terbukti dengan keberhasilan meraih gelar Piala Afrika 2021 dan kemudian Piala Afrika 2025 sebelum kemudian secara kontroversial dicopot gelarnya.

Pelatih Singa Teranga, Pape Thiaw, masih akan mengandalkan Mane, yang akan menjadi penyerang sayap kiri. Meskipun tidak lagi berada di puncak karier, keberadaan mantan penyerang Liverpool dan Bayern Muenchen, tersebut bisa mengancam bek kanan Perancis, Konde.

Lini belakang Senegal juga tidak bisa diremehkan karena mereka memiliki Mendy, kiper jagoan yang pernah memenangi Liga Champions bersama Chelsea. Selain itu, barisan bek mereka juga tangguh dengan keberadaan bek tengah veteran Kalidou Koulibaly yang memiliki 100 caps bersama Senegal, bersama Moussa Niakhaté dan Krépin Diatta. Jika Perancis tidak hati-hati, nasib mereka bisa sama dengan pendahulu mereka pada 2002.

Pelatih timnas Perancis, Didier Deschamps (kiri), dan pelatih timnas Senegal, Pape Thiaw. Perancis dan Senegal akan bertemu pada laga Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Rabu (17/6/2026) WIB.

Perkiraan susunan pemain:

Perancis (4-2-3-1)

Kiper: Mike Maignan

Bek: Jules Kounde (RB), William Saliba (CBR), Dayot Upamecano (CBL), Theo Hernández (LB)

Gelandang: Adrien Rabiot (DMR), Aurelien Tchouameni (DML)

Penyerang: Michael Olise (RW), Ousmane Dembele (AM), Kylian Mbappe (ST), Desire Doue (LW)

Pelatih: Didier Deschamps

Senegal (4-2-3-1)

Kiper: Edouard Mendy

Bek: Krepin Diatta (RB), El Hadji Malick Diouf (CBR), Kalidou Koulibaly (CBL), Moussa Niakhaté (LB)

Gelandang: Idrissa Gana Gueye (DMR), Habib Diarra (DML)

Penyerang: Iliman Ndiaye (RW), Pape Gueye (AM), Sadio Mané (LW), Nicolas Jackson (ST)

Pelatih: Pape Thiaw


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko P dari New York, AS
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim