Dua kali perundingan nuklir AS-Iran sudah digelar, tetapi tak kunjung meredakan ketegangan kedua negara. Perang AS-Iran membayang di ambang pintu.
19 Feb 2026 09:30 WIB · Internasional
AFP PHOTO/HO/SEPAHNEWS
TEHERAN, KAMIS — Ketegangan di Timur Tengah meruncing. Perang Iran-Amerika Serikat di ambang pintu. Teheran telah mengeluarkan peringatan mengenai peluncuran roket. Sementara AS terus menambah kekuatan militernya di Timur Tengah. Perundingan kedua negara mengenai program nuklir Teheran tidak meredakan ketegangan.
Iran memperingatkan para penerbang terkait rencana meluncurkan roket di berbagai wilayah di selatan negara itu, Kamis (19/2/2026). Peringatan itu dikeluarkan sehari setelah perundingan nuklir Iran-AS digelar di Geneva, Swiss.
Perundingan kedua tersebut hanya menyepakati prinsip panduan untuk menyelesaikan perselisihan. Perundingan pertama diadakan di Muscat, Oman, pada 6 Februari lalu.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga telah menggelar latihan di Selat Hormuz sebagai persiapan untuk menghadapi potensi ancaman keamanan dan militer di perairan itu. Iran bahkan berencana menggelar latihan angkatan laut gabungan dengan Rusia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/18/07e1f2c55c5510065a86811a924fc8f0-IRAN_US_CONFLICT_DIPLOMACY_MILITARY_136184231.jpg)
Di tengah ketegangan itu, para penasihat keamanan nasional AS bertemu di Situation Room, Gedung Putih, untuk membahas mengenai masalah Iran. Ruangan ini sering digunakan untuk mengambil keputusan-keputusan taktis strategis, terutama dalam kondisi darurat.
”Presiden (Donald Trump) telah memerintahkan peningkatan kekuatan militer yang berkelanjutan di kawasan tersebut, termasuk kedatangan kelompok kapal induk kedua. Kekuatan penuh seharusnya sudah berada di tempat pada pertengahan Maret,” kata pejabat senior AS kepada Reuters.
Saat ini, kapal USS Gerald R Ford dalam perjalanan menuju Timur Tengah. Armada ini akan memperkuat militer AS di Laut Arab setelah gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di perairan itu pada Januari 2026.
Geladak dua kapal induk itu dapat menampung setidaknya 150 pesawat. Kapal induk AS didampingi sejumlah kapal perusak. Semua kapal AS di Timur Tengah dilengkapi setidaknya 600 tabung peluncur rudal laut ke darat. AS juga memobilisasi kekuatan udaranya di kawasan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/10/f90bf8a8-bc6e-4e4f-bf8d-767e2b5e7e66_jpg.jpg)
Trump telah berulang kali mengancam akan melancarkan aksi militer ke Iran jika perundingan nuklir gagal mencapai kesepakatan. Dalam tiga pekan terakhir, sudah dua kali Iran-AS berunding mengenai program nuklir Teheran. Namun, belum ada tanda-tanda tercapainya kesepakatan strategis yang dapat meredakan ketegangan kedua negara.
Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan AS mengenai peningkatan kekuatan militernya di sekitar negaranya. ”Tentu saja, kapal induk adalah mesin yang berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya daripada itu adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut,” kata Khamenei.
Perundingan nuklir AS-Iran masih berlangsung alot. Iran ingin negosiasi sebatas membahas program nuklirnya. Sementara AS ngotot memperluas pembahasan, termasuk mengenai pembatasan rudal balistik Iran.
Tentu saja, kapal induk adalah mesin yang berbahaya. Namun, yang lebih berbahaya daripada itu adalah senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut.
Teheran disebutkan akan membuat proposal tertulis tentang bagaimana mengatasi kekhawatiran AS terkait program nuklir Iran. Iran dengan tegas membantah tudingan program nuklirnya untuk membuat senjata nuklir.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, beberapa kemajuan telah dicapai dalam perundingan AS-Iran di Geneva. ”Namun, kita masih sangat berbeda pendapat mengenai beberapa isu,” katanya.
Di tengah situasi yang masih serba tidak pasti, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Israel pada 28 Februari mendatang. Keduanya akan membahas mengenai masalah Iran.
AS dan Israel punya kepentingan yang sama dalam menekan Iran. Sebelumnya, Trump telah menyatakan akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran jika kesepakatan antara Washington dan Teheran tidak tercapai. Sementara Netanyahu menyampaikan, setiap kesepakatan dengan Iran harus mencakup pembatasan rudal balistik dan pendanaan kelompok proksi di kawasan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/21/0df1d124ea1b6484a9343d31dc412128-wires_photo_2.jpg)
Pertengahan tahun lalu, AS membantu Israel saat melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Iran membalasnya dengan menembakkan misil balistik dan rudal hipersonik. Perang yang dikenal dengan ”Perang 12 Hari” ini menimbulkan ratusan korban jiwa.
Trump juga mengkritik rencana Inggris menyerahkan pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia, Kepulauan Chagos, kepada Mauritius. Pangkalan itu merupakan fasilitas strategis AS-Inggris yang telah beroperasi sejak 1970-an.
Menurut Trump, pangkalan itu sangat penting jika AS menyerang Iran. ”Perdana Menteri (Inggris) Starmer seharusnya tidak kehilangan kendali, dengan alasan apa pun, atas (Pangkalan) Diego Garcia, dengan menandatangani perjanjian sewa yang rapuh, selama 100 tahun,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/15/7c7c29e2-65f2-4154-8421-d22a6aa92a8b.jpg)
Inggris akan menyerahkan kendali wilayah itu kepada Mauritius. Inggris kemudian akan membayar sewa pangkalan militer tersebut selama satu abad.
”Tanah ini seharusnya tidak diambil dari Inggris. Jika dibiarkan, itu akan menjadi aib bagi sekutu besar kita,” tulis Trump.
Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan, kesepakatan dengan Mauritius dilakukan untuk mengamankan pangkalan bersama Inggris-AS itu. ”Kesepakatan yang telah kami capai adalah satu-satunya cara untuk menjamin masa depan jangka panjang pangkalan militer vital ini,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris. (REUTERS/AFP)
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto