Perang Israel-Iran, Tontonan Warga Suriah dan Lebanon Saat Malam

Iran dan Israel berbalas serangan dengan rudal jarak jauh, melintasi negara tetangga.

18 Jun 2025 08:30 WIB · Internasional

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Menjelang malam, ruang terbuka di Lebanon dan Suriah menjadi tempat favorit penduduk dua negara itu, terutama para lelaki, menghabiskan malam. Mereka bercengkerama sambil menonton kilatan cahaya yang bergerak cepat di langit.

Taman, atau lantai atas bangunan terpasang set meja dan kursi, lengkap dengan camilan kacang dan minuman yerba mate. Sebagian dari mereka mengisap pipa hookah.

Sesekali obrolan terhenti ketika dari kejauhan terlihat cahaya kecil bergerak cepat di atas mereka. Cahaya yang bergerak di atas mereka adalah rudal yang ditembakkan Iran dan Israel. 

Warga Suriah berkumpul di taman umum. Mereka menunggu untuk menyaksikan rudal Iran yang ditembakkan ke Israel melewati wilayah udara Damaskus, Suriah, Senin, 16 Juni 2025.

”Kami telah melalui 14 tahun perang, dan ini adalah pertama kalinya Suriah tidak ada hubungannya dengan itu dan kami hanya menjadi penonton,” kata Khaldoun Hallak, pemuda berusia 25 tahun, seperti dikutip Associated Press.

Sejak Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran minggu lalu dan Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap Israel, negara-negara tetangga, seperti Lebanon, Irak, dan Suriah, berada di jalur penerbangan rudal kedua negara yang bertikai.

Namun, situasi ini bukanlah tanpa risiko, beberapa rudal dan pesawat tak berawak salah sasaran dan jatuh di Suriah, Lebanon, dan Irak, merusak rumah-rumah, menyebabkan kebakaran dan menewaskan seorang wanita di Suriah. Namun, negara-negara tersebut sejauh ini belum terseret langsung ke dalam konflik yang telah menewaskan sedikitnya 224 orang di Iran dan 24 orang di Israel hingga Selasa (17/6/2025).

Warga Suriah berkumpul di taman umum sambil menyaksikan rudal Iran yang ditembakkan ke Israel melewati wilayah udara Damaskus, Suriah, Senin (16/6/2025).
Sebuah ”drone” Israel terbang di atas Beirut, Lebanon, saat seekor burung lewat di latar depan, Minggu (15/6/2025).
Anak laki-laki Suriah melihat bagian-bagian yang hancur yang diyakini sebagai ”drone” Iran yang ditembak jatuh oleh pertahanan udara Israel di Desa Jbeiliah, Suriah selatan, Jumat (13/6/2025).
Warga memeriksa sisa-sisa proyektil Iran yang menuju ke Israel setelah jatuh di Provinsi Daraa, barat daya Suriah, pada Jumat (13/6/2025). Militer Israel mengatakan bahwa Iran meluncurkan sekitar 100 ”drone” sebagai pembalasan atas gelombang serangan yang dilakukannya terhadap Iran.
Warga memeriksa sisa-sisa proyektil Iran yang menuju ke Israel setelah jatuh di Provinsi Daraa, barat daya Suriah, pada Jumat (13/6/2025).
Seorang pria Suriah memegang bagian ”drone” Iran yang hancur setelah ditembak jatuh oleh pertahanan udara Israel di Desa Jbeiliah, Suriah selatan, Jumat (13/6/2025).
Sistem pertahanan udara Israel diaktifkan untuk mencegat rudal Iran di atas kota Tel Aviv Israel pada Selasa (17/6/2025).

Di Lebanon, yang masih terguncang akibat perang tahun lalu antara Israel dan kelompok Hizbullah, video yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang yang bersuka ria menari dan minum di atas atap sementara proyektil melesat di langit di latar belakang.

Firas Maksad, direktur pelaksana untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di Eurasia Group, organisasi konsultan risiko yang berpusat di New York, Amerika Serikat, kebetulan sedang mengunjungi Lebanon ketika konflik itu pecah.

Ia menghadiri sebuah pernikahan ketika parade rudal mulai menerangi langit saat DJ memainkan lagu disko ABBA yang populer ”Gimme! Gimme! Gimme! (A Man After Midnight)”. 

Maksad merekam video suasana langit yang dipenuhi kilatan cahaya rudal jarak jauh yang bergerak pelan bak kembang api, mengakhiri dengan memperlihatkan suasana taman yang dihias bunga-bunga pesta.

Terlihat juga suasana pesta, seorang koki lengkap dengan topi khasnya sedang memasak dan warga yang bersantai di tepi kolam renang berwarna biru. Dia mengunggah video adegan itu yang menjadi viral.

Seorang Ayah dan suami menangis di atas peti mati empat wanita yang tewas dalam serangan rudal Iran yang menghancurkan bangunan tiga lantai di kota Arab-Israel utara Tamra pada pembunuhan akhir pekan, pada 17 Juni 2025.

Banyak warga Suriah yang membenci intervensi Iran yang kasar dalam mendukung mantan Presiden Bashar al-Assad selama perang saudara di negara itu, tetapi juga marah dengan serangan udara dan serbuan Israel di Suriah sejak jatuhnya Assad.

Penduduk Suriah yang mayoritas Sunni juga sangat bersimpati dengan Palestina, khususnya dengan warga sipil yang terbunuh dan mengungsi akibat perang yang sedang berlangsung di Gaza.

”Semoga Tuhan mempertemukan para penindas,” kata Ahmad al-Hussein (18), di Damaskus.

Ia sedang duduk di taman bersama teman-temannya sambil menunggu rudal melintas di atas kepala mereka pada Senin malam. ”Saya harap ini terus berlanjut. Kami telah dirugikan keduanya.”

Seorang pria mengambil foto ponsel saat rudal yang ditembakkan dari Iran menuju Israel terbang di atas wilayah Suriah di Damaskus, Suriah, Rabu pagi, 18 Juni 2025.

Ada ungkapan Suriah yang secara harfiah diterjemahkan sebagai, ”Taring anjing di kulit babi.” Itu berarti bahwa dua orang yang dianggap hina sedang bertengkar satu sama lain. Frasa tersebut sering muncul di media sosial saat warga Suriah mengungkapkan perasaan mereka tentang konflik Israel-Iran.

Di Lebanon, tempat perang Israel-Hizbullah tahun lalu menewaskan lebih dari 4.000 orang, termasuk ratusan warga sipil, dan meninggalkan kehancuran di sebagian besar wilayah selatan dan timur negara itu serta di pinggiran selatan Beirut, sebagian warga merasa terbalaskan saat melihat rekaman bangunan yang hancur di Tel Aviv.

Anggota tim penyelamat Bulan Sabit Merah Iran mencari puing-puing di dalam sebuah bangunan di Teheran, yang menjadi sasaran serangan Israel, Selasa (17/6/2025).
Orang-orang bermalam di stasiun kereta ringan bawah tanah di kota Ramat Gan, sebelah timur Tel Aviv, Israel, pada Selasa (17/6/2025) di tengah ketakutan akan serangan rudal Iran.
Relawan membantu menutupi jendela dengan plastik setelah serangan rudal Iran di Haifa, Israel, pada Selasa (17/6/2025).
Asap mengepul di kejauhan dari kilang minyak setelah serangan Israel di ibu kota Iran, Teheran, pada Selasa (17/6/2025). Israel dan Iran saling menembak lagi, hari kelima serangan dalam konfrontasi paling intens mereka dalam sejarah, memicu ketakutan akan konflik yang berlarut-larut yang dapat menelan Timur Tengah.
Kerabat menghadiri pemakaman empat anggota keluarga Khatib, warga Israel yang tewas dalam serangan rudal Iran di Tamra, Israel, pada Selasa (17/6/2025).
Sebuah ledakan terlihat selama serangan rudal di Tel Aviv, Israel, Minggu (15/6/2025)
Seorang pria Suriah mengambil gambar dengan ponselnya saat rudal Iran dalam perjalanan menuju Israel, melewati wilayah udara Suriah di Damaskus, Jumat (14/6/2025).

Perang Israel dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Bagi warga Irak, Lebanon dan Suriah diartikan masih ada  tontonan ”pesta cahaya” pada malam hari  sambil makan camilan kacang dan segelas yerba mate.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari