Persaingan ganda putra sesama pemain Indonesia terjadi pada perempat final, lalu semifinal turnamen Kumamoto Masters. Indonesia dipastikan lolos ke final nomor ini.
15 Nov 2024 17:25 WIB · Olahraga
KUMAMOTO, JUMAT—Menghadapi pemain satu negara, apalagi teman latihan, dalam turnamen resmi bisa dilihat dari dua sisi, yaitu menguntungkan atau merugikan. Ganda putra Indonesia bisa memanfaatkan itu menjadi keuntungan dalam turnamen bulu tangkis Kumamoto Masters Super 500 tahun 2024 di Jepang.
Salah satu laga perempat final di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Jumat (15/11/2024), mempertemukan sesama ganda putra Indonesia, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Mohammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin. Di satu sisi, pertemuan tersebut bisa dinilai merugikan karena Indonesia dipastikan akan kehilangan salah satu wakil.
Namun, di sisi lain, laga itu memastikan ganda putra Indonesia memiliki wakil di semifinal, bahkan sebelum pertandingan berlangsung. Hasil pertandingan di antara teman latihan di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta, itu akhirnya dimenangi Fajar/Rian dengan skor 17-21, 21-16, 21-18.
Sisi positif lainnya dari Kumamoto Masters adalah kemenangan yang didapat Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana atas Cheng Bo Yang/Liu Yi (China) 21-15, 21-15. Setelah itu, mereka akan bertemu dengan Fajar/Rian di semifinal karena berada dalam paruh undian yang sama.
Dengan demikian, Indonesia dipastikan akan memiliki satu wakil ganda putra di final meski persaingan babak empat besar itu baru berlangsung Sabtu. Calon lawan Fajar/Rian atau Leo/Bagas di final adalah semifinalis lainnya dari dua negara berbeda, yaitu andalan tuan rumah, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, atau Nur Mohd Azriyn Ayub Azryn/Tan Wee Kiong (Malaysia).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/ed0e49d1-ed7b-49e3-aaa2-21732a2bf99f_jpg.jpg)
Leo/Bagas menjadi pasangan baru kedua dari pelatnas Indonesia yang menjadi lawan Fajar/Rian. Leo/Bagas dan Fikri/Daniel berpasangan sejak Agustus, yaitu setelah Olimpiade Paris 2024. Pasangan ini merupakan pertukaran dari duet sebelumnya, yaitu Leo/Daniel dan Fikri/Bagas.
Dari pertandingan melawan Fikri/Daniel, Fajar bercerita bahwa melawan pasangan baru tidak mudah karena mereka memiliki motivasi baru. ”Meski kami sudah tahu satu sama lain, aura pertandingan terasa berbeda. Fikri dan Daniel punya kecepatan dan kekuatan luar biasa. Kami bisa menang karena bisa lebih sabar,” ucap Fajar.
Maka, seperti dikatakan Rian, mereka harus mengantisipasi semangat yang sama besar dari Leo/Bagas pada semifinal. ”Dari latihan terlihat bahwa permainan mereka sangat baik. Kami harus lebih siap dalam fokus, stamina, dan mental,” kata Rian.
Pertandingan melawan Fajar/Rian menjadi semifinal keempat Leo/Bagas dalam tujuh turnamen. Hasil terbaik mereka adalah saat mencapai semifinal Jepang Terbuka Super 750 dan menjuarai Korea Masters Super 500. Adapun Fajar/Rian dalam pencarian gelar pertama setelah menjuarai All England pada Maret lalu.
”Kami datang ke sini dengan target yang tidak muluk, harus semifinal atau apa. Kami hanya ingin main bagus di lapangan. Alhamdulillah bisa sampai ke empat besar,” kata Bagas.
Pada nomor lainnya, tunggal putra nomor satu Indonesia, Jonatan Christie, meluapkan perasaannya dengan berteriak sambil mengepalkan tangan setelah mengalahkan Lee Zii Jia (Malaysia), 12-21, 21-18, 21-18. Meski tak lagi berada pada performa terbaiknya, Lee tetap menjadi pemain yang sulit dikalahkan. Juara All England 2021 itu tak pernah menyia-nyiakan kesempatan menyerang melalui smes dengan arah yang begitu tajam.
Melalui permainan itulah, Jonatan kesulitan mengontrol permainan pada gim pertama dan kehilangan gim itu dengan skor telak. Jonatan bahkan berada di ambang kekalahan ketika tertinggal 16-18 pada gim kedua.
Saya akan menyegarkan pikiran sebentar setelah pertandingan ini, baru siap-siap lagi untuk pertandingan besok.
Namun, bermain bulu tangkis tak semata harus menyerang dengan cepat begitu perebutan poin berjalan. Tak jarang, pemain harus bersabar menahan reli, menanti kesempatan menyerang dengan menurunkan kok, atau menunggu lawan membuat kesalahan.
Cara itulah yang dilakukan Jonatan saat melawan Lee untuk ke-11 kali. Pemain peringkat keenam dunia itu bermain lebih sabar pada gim kedua hingga Lee melakukan banyak kesalahan.
Adapun menjelang akhir gim ketiga, saat skor mereka imbang 18-18, Jonatan melihat celah untuk menyerang secepat mungkin setelah servis. Taktik ini menghasilkan tiga poin beruntun karena Lee berada pada posisi tak siap untuk menerima serangan di awal.
Maka, begitu poin terakhir didapat, Jonatan mengeluarkan emosinya dengan berteriak. Seusai pertandingan, pemain yang baru menjadi ayah dari seorang putri itu mengatakan bahwa rasa tegang untuk melawan Lee telah dirasakan sejak Kamis malam.
”Saya akan menyegarkan pikiran sebentar setelah pertandingan ini, baru siap-siap lagi untuk pertandingan besok,” ujar Jonatan yang akan melawan pemain Malaysia lainnya, Leong Jun Hao, pada semifinal.
Pada tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung mendekatkan diri pada peluang untuk mempertahankan gelar juara dengan lolos ke semifinal. Dia akan melawan Sim Yu-jin (Korea Selatan) setelah menang atas Mia Blichfeldt (Denmark) 21-16, 21-18.
Meskipun menang dua gim, Gregoria harus bekerja keras memenangi perempat final. Blichfeldt berkali-kali bisa mengantisipasi pukulan silang Gregoria, termasuk dropshot, yang menjadi senjatanya, lalu menyerang balik dengan smes yang penuh tenaga.
Dia pun harus lebih waspada melawan Sim meskipun unggul 4-1 dari pertemuan lain. Sim menyingkirkan unggulan teratas, Wang Zhi Yi (China), di babak kedua.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus Harjono