Perang Status Sangar Arsenal Versus PSG

Arsenal berstatus pembunuh ”raja”, sementara PSG dijuluki penakluk para wakil Inggris. Pertemuan mereka di semifinal akan jauh lebih panas dibandingkan Oktober lalu.

29 Apr 2025 08:25 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SELASA — Arsenal dan Paris Saint-Germain menyambut pertemuan di semifinal dengan kepercayaan diri selangit setelah pencapaian pada babak sebelumnya. Pertarungan sengit dijanjikan kedua tim yang sama-sama sangat termotivasi untuk meraih trofi Liga Champions pertama.

Arsenal berhak percaya diri. Mereka melaju ke empat besar dengan menumbangkan juara bertahan sekaligus ”raja kompetisi” Real Madrid. Bukan kebetulan, dua tim terakhir yang berhasil mengeliminasi Madrid selalu keluar sebagai juara, yaitu Chelsea (2021) dan Manchester City (2023).

PSG tidak kalah menyeramkan. Mereka datang berstatus penakluk tim-tim Inggris setelah melewati Liverpool (16 besar) dan Aston Villa (perempat final). Seperti diketahui, Arsenal merupakan satu-satunya wakil Inggris yang tersisa di kompetisi saat ini. Kesahihan status itu akan diuji lagi.

Pertarungan akan dimulai dengan laga pertama di kandang Arsenal, Stadion Emirates, Rabu (30/4/2025) pukul 02.00 WIB. Terakhir kali berkunjung saat laga babak grup, Oktober lalu, PSG pulang dengan kekalahan 0-2. Hasil itu bisa menjadi sedikit gambaran duel kedua tim, tetapi tidak sepenuhnya.

”Itu terjadi tujuh bulan lalu (saat kami kalah),” kata Pelatih Kepala PSG Luis Enrique. ”Saya pikir ada perbedaan yang besar. Saya menonton kembali laga itu dan melihat ada kemajuan dari tim ini. Kami lebih baik sekarang. Terbukti kami berada di semifinal setelah melewati jalur tersulit,” katanya.

Paris Saint Germain's Ousmane Dembele, left, during a training session at Emirates Stadium, London, Monday, April 28, 2025, a day ahead of their Champions League semi final soccer match against Arsenal. (Adam Davy/PA via AP)  /PA via AP)

Enrique tidak sedang melakukan perang psikologis. PSG memang sudah jauh lebih baik. Hal itu bisa terlihat dari sosok penyerang Ousmane Dembele. Terakhir kali ke Emirates, Dembele tidak dibawa karena masalah disiplin. Dembele berbenah diri dan menjadi elemen terpenting dalam tim saat ini.

PSG juga mendapatkan tambahan tenaga pada jendela transfer Januari. Penyerang sayap kelas dunia, Khvicha Kvaratskhelia, datang dari Napoli. Dia sudah terlibat dalam tiga gol PSG di babak gugur, termasuk menciptakan satu gol dalam laga pertama versus Villa.

Di sisi lain, Arsenal juga sudah berevolusi dalam tujuh bulan terakhir. Pemain yang paling disorot adalah gelandang Mikel Merino. Dia hanya pemain baru yang masih krisis percaya pada Oktober lalu. Merino hanya masuk sebagai cadangan setelah Arsenal unggul 2-0.

Sekarang, Merino merupakan salah satu pemain andalan ”Si Meriam”. Sejak ditugaskan dalam misi menjadi penyerang darurat, Februari lalu, dia berhasil menemukan versi terbaik. Merino sedang berapi-api setelah berkontribusi satu gol dan dua asis saat pertemuan versus Madrid.

Kehadiran kapten tim Martin Odegaard juga akan memacu kekuatan Arsenal. Sang gelandang kreatif itu tidak tampil karena cedera pada duel sebelumnya. Masalah terbesar Arsenal dalam laga nanti adalah kehilangan gelandang jangkar Thomas Partey yang terkena sanksi akumulasi kartu kuning.

Manajer Arsenal Mikel Arteta mengatakan, atmosfer di Emirates juga pasti berbeda. ”Ini akan menjadi salah satu laga terbesar yang pernah dimainkan di Emirates. Pastinya akan penuh dengan energi dan antusiasme dari seisi stadion. Tidak sabar menunggu laga nanti,” ujarnya.

Arsenal's Mikel Merino, right, celebrates with his teammates after scoring his side's third goal during the Champions League quarterfinal first leg soccer match between Arsenal and Real Madrid at the Emirates Stadium in London, Tuesday, April 8, 2025. (AP Photo/Frank Augstein)

Pertarungan tersengit berpotensi terjadi di lini tengah. Kedua tim memiliki karakter pemain yang berbeda di lini tengah. Arsenal lebih mengandalkan keunggulan fisik dengan Declan Rice dan Merino. PSG dipimpin Joao Neves dan Vitinha yang punya keterampilan teknis sangat baik.

Pendekatan taktik Enrique akan berpengaruh besar. PSG tidak pernah tampil defensif ketika bertandang. Terbukti, mereka mendominasi penguasaan saat di markas Liverpool dan Villa. Namun, itu tidak selalu berjalan mulus. Mereka hampir dihukum Villa karena tampil terlalu terbuka.

Arteta tidak gentar dengan status PSG sebagai pemusnah wakil Inggris. Dia justru mempelajari kekalahan Villa dan Liverpool. ”Anda harus belajar banyak dari setiap laga. Tentu konteks laga itu berbeda, tetapi kami memahami betapa kuat mereka sebagai kesatuan tim,” ucapnya.

Arsenal dikenal sangat mengandalkan penguasaan bola. Mereka lebih sabar dalam membangun serangan. Meskipun begitu, Arteta mulai menerapkan strategi khusus belakangan ini karena semua penyerang tengah sedang cedera. Mereka sering mengandalkan transisi serangan balik.

Menurut Enrique, laga akan sangat menarik karena kedua tim punya banyak kesamaan. ”Mereka adalah tim yang mampu menyerang dan bertahan bersama-sama dengan kualitas individu level tinggi. Itu sama seperti kami. Mereka adalah salah satu tim terbaik di Eropa saat ini,” katanya.

PSG's Nuno Mendes, right, celebrates with PSG's Ousmane Dembele after scoring his side's third goal during the Champions League quarterfinal first leg soccer match between Paris Saint-Germain and Aston Villa at Parc des Princes stadium in Paris, Wednesday, April 9, 2025. (AP Photo/Thibault Camus)

Saking fokus mempersiapkan laga pertama semifinal, Arsenal dan PSG seperti kehilangan diri dalam pertandingan di liga domestik masing-masing. Arsenal ditahan imbang 2-2 setelah dua kali unggul lebih dulu atas Crystal Palace, sementara PSG menelan kekalahan di kandang dari OGC Nice 1-3.

Adapun salah satu finalis nanti dipastikan belum pernah juara Liga Champions. Prestasi terbaik Arsenal hanya lolos ke partai puncak, sementara PSG selalu terbentur di semifinal. Kedua tim itu hanya terpaut tiga laga untuk menciptakan sejarah sebagai juara baru.

Laga final akan berlangsung di Stadion Allianz Arena, Kota Muenchen, Jerman. Dalam sejarah Liga Champions dan Kejuaraan Eropa, empat pertandingan final pernah berlangsung di Muenchen. Uniknya, semua laga itu selalu menghasilkan juara baru. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari