Perayaan Kehilangan Poin Penuh Tiga Raksasa Liga Inggris

Liverpool, Manchester City, dan Tottenham Hotspur mengawali 2026 dengan lambat. Mereka kehilangan poin penuh tanpa berhasil melesakkan satu gol pun.

02 Jan 2026 11:01 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

SUNDERLAND, JUMAT — Tiga raksasa Liga Inggris, Liverpool, Manchester City, dan Tottenham Hotspur, tidak menjadikan awal tahun baru sebagai momentum meningkatkan performa. Sebaliknya, laju mereka justru tertahan dengan bermain imbang tanpa gol. Fenomena hasil imbang mewarnai pekan ke-19 Liga Inggris.

Pergantian tahun akan terasa lebih lengkap dan selayaknya dirayakan dengan kemenangan. Namun, yang terjadi pada Liverpool, City, dan Spurs justru sebaliknya. Tiga tim besar itu merayakan pergantian tahun dengan kehilangan poin penuh. Mereka pun sama-sama gagal mencetak gol. Liverpool ditahan Leeds United, 0-0, Jumat (2/1/2025) dini hari WIB. Demikian pula dengan City yang bermain imbang dengan Sunderland. Spurs turut meraih hasil yang sama saat bertandang ke markas Brentford.

”Dua babak yang berbeda. Saya akan mengatakan di babak pertama kami tidak bermain dengan baik. Kami tidak mengontrol serangan balik sebaik yang seharusnya. Kami menyerang terlalu cepat. Kami tidak menggerakkan bola untuk kemudian menemukan ruang kosong,” ujar kapten City, Bernardo Silva, seusai laga di Stadium of Light, Sunderland.

Bernardo sempat mencetak gol di awal babak pertama memanfaatkan situasi sepak pojok. Namun, gol itu dianulir wasit Jarred Gillett karena Silva dinyatakan telah lebih dulu berada pada posisi offside saat menerima bola sundulan Erling Haaland. Meski lebih dominan dalam penguasaan bola, City kesulitan mencetak gol akibat struktur bertahan Sunderland yang solid.

Quote

Saya sangat bangga dan senang dengan cara kami bermain di stadion yang sulit melawan lawan yang sulit ini. Kami melakukan segalanya untuk menang, tetapi pada akhirnya kami tidak bisa melakukannya.

Di sisi lain perkara penyelesaian akhir menghambat City. Mereka melepaskan empat tembakan tepat sasaran dengan total nilai harapan gol (xG) mencapai 2,24. Namun, tidak satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Terlepas dari kualitas penyelesaian peluang City, kiper Sunderland, Robin Roefs, tampil gemilang dengan melakukan empat penyelamatan penting, salah satunya menggagalkan tembakan jarak dekat Haaland.

Penyerang Manchester City Erling Haaland (kanan) bertepuk tangan untuk suporter setelah pertandingan Liga Inggris antara Sunderland dan Manchester City di Stadium of Light, Sunderland, Inggris, Jumat (2/1/2026) dini hari WIB. Pertandingan berakhir imbang, 0-0.

”Saya sangat bangga dan senang dengan cara kami bermain di stadion yang sulit melawan lawan yang sulit ini. Kami melakukan segalanya untuk menang, tetapi pada akhirnya kami tidak bisa melakukannya. Tidak (frustrasi). Saya sudah cukup dewasa untuk tidak frustrasi dengan hasil pertandingan sepak bola,” kata Manajer City Pep Guardiola.

Ketika disinggung mengenai suasana hatinya setelah hasil imbang tersebut, Pep, dengan setengah bercanda, mengaku gembira. Namun, kegembiraannya bukan pada hasil imbang, melainkan terkait tahun baru. ”Ya, saya bahagia. Selamat… tahun baru,” ucapnya.

Pantaslah Pep tidak menyambut pergantian tahun dengan gembira. Hasil imbang ini membuat City terpaut jarak hingga empat poin dengan pemimpin klasemen sementara Arsenal. Sebelumnya, kedua tim ini hanya berjarak dua poin. City perlu terus menekan Arsenal dengan kembali ke jalur kemenangan saat menghadapi Chelsea pada laga berikutnya.

Fenomena imbang

Selain City, Liverpool juga membuang peluang mendekati Aston Villa di peringkat ketiga. Hasil yang diperoleh dua tim besar itu mencerminkan fenomena imbang pada pekan ke-19 Liga Inggris. Empat pertandingan pekan ke-19 pada awal 2026 seluruhnya berakhir imbang, termasuk laga Spurs melawan Brentford dan Crystal Palace kontra Fulham.

Dari 10 pertandingan pekan ke-19, sebanyak tujuh pertandingan berakhir imbang. Hanya Newcastle United, Everton, dan Arsenal yang mampu mencetak kemenangan pada pekan ke-19. Di saat tim lain kesulitan mempertahankan konsistensi dengan merayakan kehilangan poin penuh, Arsenal tetap melaju kencang pada perburuan gelar juara.

Britain Premier League Soccer

”Tidak apa-apa kami hanya mendapat satu poin. Tentu saja kami tidak senang karena kami menginginkan hasil yang lebih baik dari ini. Namun, musim masih panjang. Kami berjuang untuk gelar juara. Kami berusaha untuk tetap sedekat mungkin dengan puncak klasemen,” ujar Silva.

City memang tidak puas dengan hasil imbang, tetapi mereka cukup senang dengan cara tim bermain. Ini berkebalikan dengan Liverpool yang juga meraih hasil imbang, tetapi bermain dengan sangat membosankan melawan Leeds.

Sepanjang pertandingan, anak asuh Arne Slot gagal tampil impresif meski mencatatkan banyak tembakan. Secara keseluruhan ”Si Merah” tampil sangat monoton dan kurang kreatif menembus Leeds yang disiplin bertahan dalam formasi 5-4-1.

”Mereka (Liverpool) mengendalikan permainan. Namun, di sepertiga akhir lapangan, mereka kurang tajam. Mereka harus kembali ke perencanaan awal dan melihat apa yang menyebabkan kelemahan ini. Akan tetapi, bagi saya, yang sangat kurang adalah kreativitas,” kata mantan penyerang Liverpool Daniel Sturridge. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji