Penampilan perenang Indonesia di dua ajang uji coba terakhir, Islamic Solidarity Games 2025 dan Indonesia Open Aquatic Championship 2025, dinilai positif.
14 Nov 2025 13:02 WIB · Olahraga
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
JAKARTA, KOMPAS — Tim renang Indonesia menjadikan Islamic Solidarity Games 2025 dan Indonesia Open Aquatic Championship 2025 sebagai uji coba terakhir jelang SEA Games Thailand 2025. Penampilan mereka, yang dinilai masih dalam koridor catatan waktu untuk meraih medali, memercikkan optimisme untuk minimal mempertahankan tiga medali emas.
Sebanyak 22 perenang diproyeksikan tampil di SEA Games Thailand 2025. Delapan perenang pelatnas uji coba terakhir di Islamic Solidarity Games 2025, Riyadh, Arab Saudi, pada 8-12 November. Adapun perenang lainnya yang berlatih di dalam negeri tampil di Indonesia Open Aquatic Championship 2025 di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 11-14 November.
Dari Islamic Solidarity Games, para perenang Indonesia membawa pulang satu medali emas, lima perak, dan enam perunggu. Mereka memastikan semua atlet yang tampil pulang membawa medali. Capaian ini juga melampaui hasil pada Islamic Solidarity Games edisi sebelumnya di Konya 2022 dengan raihan 2 perak dan 12 perunggu.
Medali emas diraih Adellia pada nomor 200 meter gaya dada putri. Adelia finis dengan catatan waktu 2 menit 32,24 detik, unggul atas perenang Turki, Pinar Donmez (2:32,91 detik), dan wakil Lebanon, Lynn El Hajj (2:33,93 detik).
”Dari awal saya tidak menargetkan apa pun karena kondisi badan kurang fit dan perjalanan ke kolam cukup lama hampir dua jam. Saya hanya berusaha menikmati lomba dan memberi yang terbaik,” ujar Adellia.
Pelatih kepala tim renang Indonesia, Albert Christiandi Sutanto, juga mengatakan, medali emas dari Adellia sebenarnya di luar dugaan. Melihat performa dan catatan waktu saat latihan, tim pelatih memprediksi Flairene Candrea yang akan meraih medali emas. Namun, Adellia tampil lebih tenang dan percaya diri.
Performa Adellia pun menjadi sinyal positif menuju SEA Games Thailand 2025. Apalagi, hasil di Islamic Solidarity Games akan menjadi pertimbangan terakhir dalam menentukan skuad final tim renang Indonesia ke Thailand.
”Adellia sudah menunjukkan potensi besar sejak 100 meter gaya dada, hanya kurang beruntung. Di nomor 200 meter, Adellia membuktikan dengan performa luar biasa. Ini sinyal positif menuju SEA Games dan ajang-ajang besar berikutnya,” tutur Albert.
Adapun medali perak dipersembahkan tim estafet campuran gaya bebas 4×100 meter, tim estafet campuran gaya ganti 4×100 meter, tim estafet putri gaya ganti 4×100 meter, Azzahra Permatahani (200 meter gaya ganti), dan Adellia (100 meter gaya dada).
Medali perunggu diraih Nadia Aisha Nurzami (50 meter gaya bebas), Flairene Candrea (100 meter gaya punggung dan 50 meter gaya punggung), Jason Donovan (50 meter gaya punggung), tim estafet putra gaya ganti 4×100 meter dan tim estafet putri gaya bebas 4×100 meter.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/13/c5fc8c3eed081a507c93256af8758e7b-FAK_8394.jpg)
Sementara itu, perenang pelatnas SEA Games yang berlaga di Indonesia Open Aquatic Championship 2025 juga menunjukkan performa baik. Selain perenang veteran I Gede Siman Sudartawa (31), perenang lainnya merupakan atlet muda, seperti Adelia Chantika (14) dan Arya Adrean Putra Haryono (18).
Baik Chantika maupun Arya berhasil memecahkan rekor nasional. Chantika mempertajam rekor nasional kelompok umur 2 dari 29,34 detik menjadi 29,28 detik di nomor 50 meter gaya punggung putri. Arya juga mempertajam rekor nasional atas namanya sendiri dari 1 menit 3,12 detik menjadi 1 menit 2,54 detik pada 100 meter gaya dada putra.
Menurut pelatih tim renang Indonesia, Felix C Sutanto, Arya merupakan salah satu perenang dengan lonjakan performa signifikan di Indonesia Open Aquatic Championship 2025. Seperti perenang-perenang di Islamic Solidarity Games 2025, hasil perenang Indonesia di Indonesia Open Aquatic Championship 2025 juga menunjukkan sinyal positif jelang SEA Games dengan catatan waktu dan performa masih dalam koridor untuk meraih medali.
Felix menuturkan, tim renang Indonesia menargetkan minimal bisa mempertahankan tiga medali emas di SEA Games Thailand 2025. Pada SEA Games Kamboja 2023, tiga emas dipersembahkan renang melalui Siman Sudartawa (50 meter gaya punggung putra), Felix Iberle (50 meter gaya dada putra), dan Masniari Wolf (50 meter gaya punggung putri).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/07/efc6f88b-ddb4-457b-b7e6-6ce57586201c_jpg.jpg)
Melihat performa anak-anak asuhannya itu, Felix optimistis dengan target yang ditetapkan. ”Bahkan, semua atlet yang diproyeksikan untuk SEA Games berpotensi membawa pulang medali. Baik itu perenang senior atau yang sudah berpengalaman di SEA Games maupun perenang muda debutan,” ujar Felix.
Sebelum uji coba di Islamic Solidarity Games dan Indonesia Open Aquatic Championship, tim renang juga tampil di Asian Youth Games 2025 di Bahrain dan Tokyo Swimming Center Open 2025. Di Asian Youth Games, tim renang membawa pulang dua medali perak dan tiga perunggu. Adapun di Tokyo, tim renang membawa pulang satu emas dan satu perak.
Felix menambahkan, sebenarnya ada 24 perenang potensial untuk SEA Games mendatang. Namun, kuota yang diberikan pemerintah dan Komite Olimpiade Indonesia hanya 22 atlet sehingga tim pelatih harus melakukan seleksi ketat, termasuk melihat hasil-hasil pada uji coba terakhir untuk menentukan skuad final.
”Namun, kami juga upayakan agar bisa mendapatkan tambahan kuota sehingga bisa 24 perenang yang berangkat. Tujuannya agar semua punya kesempatan tampil dan unjuk gigi, terutama atlet muda yang butuh pengalaman,” ucap Felix.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari