Perempat Final Langka Sinner dan Alcaraz

Peluang terjadinya final Jannik Sinner melawan Carlos Alcaraz di final ATP Masters 1000 terpelihara. Keduanya melaju ke perempat final.

14 Mei 2025 13:53 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

ROMA, SELASA — Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz memiliki gelar juara Grand Slam, turnamen ATP Masters 1000, dan menjadi petenis tunggal putra nomor satu dunia. Namun, perempat final Roma Masters menjadi momen langka bagi mereka.

Fase tersebut akan dijalani Alcaraz di Foro Italico, Roma, Italia, Rabu (14/5/2025) sore waktu setempat atau malam waktu Indonesia, melawan Jack Draper. Sinner juga seharusnya bertanding pada perempat final pada hari yang sama, tetapi calon lawannya harus menjalani babak keempat, Rabu. Pertandingan antara Jaime Munar dan Casper Ruud ditunda sejak Selasa karena hujan. Sinner pun akan menjalani perempat final pada Kamis.

Sinner memiliki tiga gelar juara Grand Slam dan empat ATP Masters 1000. Di Roma Masters, turnamen ATP Masters 1000 di negaranya sendiri, dia menjalani debut pada 2019, lebih dulu dua tahun dibandingkan penampilan pada delapan Masters 1000 yang lain. Namun, petenis nomor satu dunia itu baru sekali lolos ke perempat final, yaitu pada 2022, sebelum mencapainya lagi pada tahun ini. Saat itu, langkahnya dihentikan Stefanos Tsitsipas.

Tiket perempat final kali ini didapat setelah melalui tantangan terberat saat kembali ke kompetisi, usai tiga bulan menjalani skors karena doping. Dia mengalahkan Francisco Cerundolo 7-6 (2), 6-3 pada babak keempat, Selasa. Cerundolo adalah petenis yang mengalahkan Sinner pada babak keempat Roma Masters 2023, sebelum Sinner absen pada tahun berikutnya karena cedera pinggul.

Sinner bisa membalas kekalahan tersebut setelah bertanding dalam laga yang tak kalah ketat dengan dua tahun lalu, meski kali ini menang dalam dua set. Set pertama berlangsung satu jam 17 menit dari total waktu dua jam 17 menit. Durasi laga tersebut hanya lebih cepat 11 menit dari kemenangan Alcaraz atas Karen Khachanov yang berlangsung tiga set, 6-3, 3-6, 7-5.

Petenis Italia Jannik Sinner mengembalikan bola ke petenis Argentina Francisco Cerundolo pada babak keempat ATP Masters 1000 Roma di Foro Italico, Roma, Selasa (13/5/2025). Sinner menang dengan skor 7-6 (2), 6-3.

“Francis adalah kompetitor yang sangat tangguh, sudah tentu, itu menjadi tantangan besar bagi saya. Apalagi, saya masih berusaha menyesuaikan diri kembali menghadapi situasi sulit. Saya berusaha bertahan dan menaikkan level permainan. Itu akhirnya berhasil, juga, berkat dukungan penonton,” tutur Sinner dalam laman resmi ATP.

Tantangan tak kalah berat akan dihadapi pada perempat final siapun lawannya. Munar adalah petenis Spanyol yang “akrab” dengan turnamen lapangan tanah liat seperti Roma Masters. Jika berhadapan dengan Ruud, Sinner akan melawan juara Madrid Masters yang turnamennya digelar dua pekan sebelum Roma Masters.

Penampilan terbaik Ruud juga terjadi di lapangan tanah liat. Persentase kemenangannya dari ajang besar, yaitu Grand Slam, Masters 1000, Final ATP, dan Olimpiade di lapangan berkarakter lambat tersebut adalah 74 persen. Ini lebih tinggi dibandingkan 59 persen kemenangan di lapangan keras dan 42 persen di lapangan rumput. Selain juara Madrid Masters, hasil terbaik Ruud di tanah liat adalah menjadi finalis Grand Slam Perancis Terbuka 2022 dan 2023.

 Untuk menjalani perempat final, Sinner menyebut dia harus berada dalam kondisi fit secepat mungkin setelah menjalani laga ketat melawan Cerundolo. Dia seharusnya memiliki keuntungan karena memiliki waktu istirahat sehari sebelum perempat final tersebut.

Alcaraz juga memenangi tantangan sulit untuk melaju ke perempat final. Pertandingan melawan Jack Draper akan menjadi  perempat final pertama Alcaraz di Roma Masters setelah babak ketiga pada 2023. Penampilan Alcaraz dua tahun lalu menjadi satu-satunya partisipasi pemilik empat juara Grand Slam tersebut di Roma.

Petenis Spanyol Carlos Alcaraz merayakan keberhasilannya merebut poin dari petenis Rusia Karen Khachanov dalam ajang ATP Masters 1000 di Foro Italico, Roma, Italia, Selasa (13/5/2025).

Alcaraz mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada momen yang tepat saat melawan Khachanov. Setelah Khachanov memenangi set kedua, Alcaraz unggul dalam perebutan poin di momen penting pada set ketiga. Set kedua yang dimenangi Khachanov menjadi satu-satunya set yang dimenangi petenis Rusia tersebut dari lima pertandingan melawan Alcaraz.

“Rasanya luar biasa bisa menang atas petenis yang sangat sulit dikalahkan. Pertandingan tadi menguras tenaga. Tidak ada rasa sakit atau cedera, tetapi, saya kelelahan,” kata Alcaraz yang melengkapi perempat final dalam semua turnamen Masters 1000 dengan kemenangan atas Khachanov.

Pertandingan berikutnya, melawan Draper, menjadi persaingan antara dua petenis pada posisi teratas Daftar Ranking Menuju Turin. Ini adalah daftar peringkat untuk turnamen Final ATP yang poinnya hanya dihitung dari ajang ATP Tour pada tahun berjalan. Saat ini, Alcaraz menempati posisi teratas, diikuti Draper di urutan kedua.

“Jack bermain bagus pada musim ini. Level permainannya tinggi, jadi, saya pun harus siap untuk pertarungan berat berikutnya,” kata Alcaraz.

Alcaraz dan Draper telah bersaing lima kali dan Draper memenangi pertemuan terakhir, yaitu pada semifinal Indian Well Masters, Maret. Alcaraz bisa makin unggul, setelah menang tiga kali, atau Draper menyamakan kedudukan menjadi 3-3 pada perempat final di Roma. Itu  menjadi pertemuan pertama mereka di luar lapangan keras.

Petenis AS Coco Gauff mengebalikan bola ke petenis Inggris Emma Raducanu pada ajang WTA Masters 1000 Roma di Foro Italico, Roma, Senin (12/5/2025).

Coco versus Andreeva

Pada persaingan putri di tempat yang sama dalam level WTA 1000, salah satu perempat final mempertemukan Cori “Coco” Gauff dan Mirra Andreeva. Pertandingan yang akan berlangsung Rabu tersebut terjadi hanya sekitar sepekan setelah mereka bersaing dalam perempat final WTA 1000 Madrid yang dimenangi Coco.

Coco juga menang dalam dua pertemuan lain pada 2023 yang berlangsung di ajang Grand Slam, yaitu pada babak kedua Amerika Serikat Terbuka dan Perancis Terbuka. Meski selalu kalah, Andreeva tetap memiliki peluang mengalahkan Coco. Dari tiga pertemuan sebelumnya, petenis Rusia itu selalu tampil baik di lapangan tanah liat.

Dengan usia 21 dan 18 tahun, Coco dan Andreeva menjadi petenis termuda pada peringkat sepuluh besar dunia. Coco, peringkat ketiga, dan Andreeva (7) muncul sebagai petenis masa depan dari ajang yang sama, Wimbledon.

Coco mencapai babak keempat pada 2019, dalam debutnya pada babak utama. Salah satu petenis yang dikalahkannya adalah mantan petenis nomor satu dunia, Venus Williams, di babak pertama.

Andreeva membuat kejutan pada Wimbledon 2023, juga, dengan mencapai babak keempat sebagai petenis kualifikasi. Dia menyingkirkan juara Perancis Terbuka 2021, Barbora Krejcikova, pada babak kedua sebelum dihentikan Madison Keys di babak keempat.

Pada perempat final lainnya, Zheng Qin Wen akan berusaha meraih kemenangan pertama atas petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka. Zheng selalu kalah dalam enam pertandingan melawan Sabalenka, salah satunya dalam final Australia Terbuka 2024. Mereka belum pernah bersaing di luar lapangan keras. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari