Penampilan yang nyentrik dan performa yang tetap apik bukan dua hal yang bertolak belakang.
15 Des 2025 11:09 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
”Kak, ada lipstik enggak?” kata Diva Renatta Jayadi, peraih medali emas nomor loncat galah putri SEA Games Thailand 2025.
Diva bertanya ketika sedang berbaris untuk memasuki area tempat upacara pengalungan medali di Stadion Suphachalasai, Bangkok, Kamis (11/12/2025). Untuk momen penting dan perdana dalam hidupnya, Diva tentu ingin tampil oke. Apalagi, pasti akan ada banyak sesi foto.
Masalahnya, setelah beraksi mencatatkan loncatan paling tinggi (4,35 meter) di antara total enam peloncat galah Asia Tenggara yang ikut serta, semua berjalan cepat bagi Diva. Dia tak sempat berlama-lama menikmati euforia kemenangan karena harus tes doping, dilanjutkan wawancara, lalu pengalungan medali. Jadi, mana sempat dandan!
Saat beraksi, performa Diva boleh nomor satu. Loncatan paling tinggi, pecah rekor SEA Games. Namun, penampilannya saat beraksi di olahraga yang bisa dibilang ekstrem itu juga tetap jadi perhatiannya.
Diva tampil dengan rambut berwarna merah yang dikepang, paling nyentrik di antara para pesaingnya. Warna rambut itu senada dengan jersei perlombaan. Lalu, kukunya dikuteks ungu dan hijau. Eyeliner juga menghiasi garis kelopak matanya.
Emilia Nova, atlet Indonesia yang berlomba di nomor 100 meter gawang, juga tampil eksentrik, Jumat (12/12/2025). Rambutnya berkuncir dua, tangannya berkuteks hitam, dan bibirnya bergincu merah.
Performa? Jangan tanya. Dengan usia mencapai 30 tahun dan baru menjalani operasi serta pemulihan panjang, dia membuktikan masanya belum habis. Emilia finis hanya terpaut 0,06 detik dari peraih medali emas sesama atlet Indonesia, Dina Aulia (13,21 detik).
Di senam artistik, Alarice Malika Prakoso juga tampil dengan rambut baru berwarna merah muda. Rambut ini senada dengan baju merahnya.
Penampilan yang nyentrik dan performa yang tetap apik bukan dua hal yang bertolak belakang. Di kancah Olimpiade pun, para atlet dari cabang atletik dan senam juga juga menunjukkan hal yang sama.
Sprinter Amerika Serikat, Sha’Carri Richardson, misalnya, kerap tampil dengan kukunya yang runcing, berhiaskan permata, dan bermotif cerah. Dengan penampilan nyentrik itu pula, Richardson tiga kali jadi juara dunia dan meraih emas serta perak di Olimpiade Paris 2024.
Ternyata, performa boleh nomor satu, tetapi penampilan juga harus tetap unyu!
Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Rebiyyah Salasah dari Bangkok, ThailandEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti