Peresmian Basilika Sagrada Familia, gereja tertinggi di dunia, oleh Paus Leo XIV.
11 Jun 2026 12:05 WIB · Internasional
AFP/Manaure QUINTERO
Puncak kunjungan Paus Leo XIV selama sepekan di Spanyol ditandai dengan meresmikan menara puncak terakhir Basilika Sagrada Familia, Rabu (10/6/2026). Kunjungan Paus Leo kali ini merupakan kunjungan pertama seorang paus dalam 15 tahun terakhir ke negara Eropa yang dulunya sangat Katolik.
Seperti banyak negara lain, negara ini telah mengalami tren sekularisasi. Negara berpenduduk 50 juta jiwa ini mengalami krisis keagamaan, tetapi masih memiliki banyak umat Katolik yang setia. Ini terlihat dari berbondong-bondongnya umat Katolik yang menyambut Paus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/4f3ef7c6-e32e-44e4-94f9-6dc8aaa6871a.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/f8ad0094-41f5-4c74-8437-0cbe2922f970.jpg)
Diperkirakan 120.000 orang memadati jalan-jalan di sekitar Sagrada Familia untuk acara tersebut. Jalanan ditutup untuk lalu lintas kendaraan. Penjagaan polisi juga ketat karena kehadiran pasangan kerajaan dan Perdana Menteri Pedro Sanchez.
Kerumunan umat bertahan hingga misa selesai. Mereka menunggu Paus Leo meresmikan Menara Yesus Kristus terakhir di basilika tersebut, yang menjadikan Sagrada Familia sebagai gereja tertinggi di dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/10be85a1-a7fe-4035-aa31-0d156af3bf09.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/d64bb517-6324-49d2-b8ed-0f30c402e87f.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/acd0b61a-7d9f-49fb-b755-626d6fb19f94.jpg)
Paus Leo XIV (bawah) berjalan menuju altar saat prosesi misa di Basilika Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol, Rabu (10/6/2026).
(AP/ALESSANDRA TARANTINO)
Biarawati membaca panduan misa Paus Leo XIV di Basilika Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol, Rabu (10/6/2026).
AP/Joan Mateu Parra
Paus Leo XIV merayakan Misa di Basilika Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol, Rabu (10/6/2026).
AP/Bernat Armangue
Berbicara dalam bahasa Katalan dan Spanyol, Leo memberkati menara dan salib keramik yang disinari cahaya dari sisi luar basilika. Puluhan uskup mendongakkan kepala mereka yang bertopi mitra untuk melihat ke atas. Sementara paduan suara bernyanyi merdu melantunkan lagu-lagu pujian.
Peresmian ini juga menandai peringatan seabad kematian arsitek Sagrada Familia, Antonio Gaudi. Paus Leo mengibaratkan pembangunan gereja ini dengan perjalanan umat Kristen seumur hidup untuk menemukan Tuhan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/d558873a-5d08-4ba9-a6cc-fda1cddd4b7a.jpg)
Gaudi menghabiskan empat dekade untuk merancang dan membangun gereja ini. Ia bahkan menyebut bangunan gereja ini sebagai ringkasan iman Kristen yang diukir di atas batu.
Arsitek asal Catalunya, Gaudí, meninggal pada usia 73 tahun setelah tertabrak trem pada 10 Juni 1926. Bahkan, saat ia meninggal, orang-orang mengira bahwa dirinya adalah pengemis karena penampilannya yang sangat sederhana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/f2e87f0a-c6f8-49cd-8816-56d01ee8635d.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/4f816e58-3e99-4b2b-84fb-5ad72eb3a51d.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/04b8664a-6878-4de6-9025-ac54757fa85c.jpg)
Cahaya memancar dari Basilika Sagrada Familia Antoni Gaudi, setelah Paus Leo XIV memberkati Menara Pusat Yesus Kristus yang baru selesai di Barcelona, Spanyol, Rabu (10/6/2026).
(AP/FATIMA SHBAIR)
Paus Leo XIV menghadiri peresmian Menara Yesus Kristus di Basilika Sagrada Familia di Barcelona, Spanyol, Rabu (10/6/2026).
AP/Emilio Morenatti
Kembang api di Basilika Sagrada Familia setelah Paus Leo XIV memberkati Menara pusat Yesus Kristus yang baru selesai pembangunannya di Barcelona, Spanyol, Rabu (10/6/2026).
AP/Fatima Shbair
Dari banyak mahakarya Gaudi, Sagrada Familia adalah satu-satunya bangunan yang belum selesai sampai ia meninggal. ”Kita semua adalah batu-batu hidup dari bangunan ini,” kata Leo dari altar Basilika Sagrada Familia.
Gereja ini terdiri atas 18 menara berbentuk istana pasir menjulang dari atas seakan menembus langit Barcelona. Sebanyak 12 menara untuk melambangkan 12 rasul Kristus dan 4 menara melambangkan empat penginjil yang mencatat kehidupan Kristus dalam Injil.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/209e4b00-fd26-46a3-9d07-5722e40db333.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/e4650a59-e695-4d4f-bdaf-1ab6cec79a50.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/b4bed2c6-35df-4349-8cdb-5d2c721f7a56.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/9caf9181-7b6b-4935-9bc4-1046a8dc0397.jpg)
Selain itu terdapat satu menara berhiaskan bintang untuk menghormati Perawan Maria, dan yang tertinggi di antara semuanya, Menara Yesus Kristus. Ketika menara Kristus terakhir selesai dibangun, ketinggian gereja ini mencapai 172,5 meter.
Sementara interiornya menggunakan pilar-pilar yang menyerupai pohon menjulang ke langit. Cahaya yang masuk terus berubah karena diwarnai cahaya yang disaring kaca patri beraneka warna. Ini mirip cahaya matahari yang menembus dedaunan di hutan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/cc2256d8-bcaa-401b-b3ea-a327f985cd78.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/11/5b090ab0-7edf-4679-92aa-f4c4bb92255e_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/11/a18f69ee-334b-45ca-a4b1-e8740fa261cd_jpg.jpg)
Detik-detik peresmian Menara Yesus Kristus di Basilika Sagrada Famlia di Barcelona, Spanyol, Rabu (10/6/2026).
(AP/EMILIO MORENATTI)
Umat menghadiri Misa Kudus yang dipimpin oleh Paus Leo XIV di Basilika Sagrada Familia di Barcelona, pada Rabu (10/6/2026). AFP/JOSEP LAGO
Pemandangan Basilika Sagrada Familia menjelang peresmian, Rabu (10/6/2026). AFP/JOSE JORDAN
Sejarawan Monica Santin, yang memandu tur basilika, mengatakan bahwa dalam mendesain Sagrada Familia, Gaudi berpedoman pada dua buku: Injil dan alam. Pengaturan cahaya yang masuk seperti misteri Kristen, yang menggambarkan kelahiran, kematian, dan kemuliaan Yesus, tambahnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/06/11/97092f04-c4c9-43f6-aee7-a04c9e647f3d.jpg)
Cahaya yang terang yang selalu ada di dalam gereja adalah simbol. ”Kita tidak dapat melihat Tuhan, tetapi kita merasakan cahaya-Nya di sekitar kita,” kata Santin. (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji