Perjalanan apostolik pertama Paus Leo XIV ke Turki dan Lebanon.
28 Nov 2025 06:30 WIB · Internasional
AP/Alessandra Tarantino
Ratusan personel keamanan terlihat berada di sudut-sudut bandar udara, sementara puluhan tentara lain yang bertugas menyambut Paus Leo XIV berdiri berjajar dengan pakaian resmi. Di atas atap dan ketinggian gedung di sekitar bandara juga dijaga tentara bersenjata.
Tak berapa lama, pesawat carter ITA Airways berjenis Airbus A320 yang dinaiki Paus telah mendarat di Bandara Internasional Esenboga, Ankara, Turki, Kamis (27/11/2025). Bendera nasional Turki dan Vatikan dikibarkan dari balik jendela pesawat setiba di bandara. Di negara dengan lebih dari 85 juta penduduk yang sebagian besar beragama Islam Sunni, Paus Leo direncanakan akan mengunjungi Masjid Biru dan memimpin pertemuan lintas agama di Istanbul.
Turki dan Lebanon dipilih menjadi negara tujuan perjalanan apostolik pertama Paus Leo setelah dilantik bulan Mei lalu. Selain untuk memperingati hari peringatan penting umat Kristiani, kunjungan ini juga ditujukan untuk membawa pesan perdamaian ke kawasan tersebut pada saat yang krusial dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina dan meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Saat berbicara dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan korps diplomatik negara itu di sebuah perpustakaan di kompleks istana, Paus Leo memuji peran Turki sebagai jembatan antara Timur dan Barat, di persimpangan agama dan budaya. ”Semoga Turki menjadi sumber stabilitas dan pemulihan hubungan antarbangsa demi perdamaian yang adil dan abadi,” ujarnya berbicara di depan bola dunia raksasa.
Dalam pidato perdana Paus Amerika pertama ini, Paus juga mengomentari nasib perempuan di Turki. ”Perempuan, khususnya, melalui studi dan partisipasi aktif mereka dalam kehidupan profesional, budaya, dan politik, semakin menempatkan diri mereka untuk melayani komunitas dan pengaruh positifnya di kancah internasional,” ujarnya.
Aktivis hak-hak perempuan terus mengecam penarikan Erdogan dari Konvensi Istanbul tahun 2021, sebuah perjanjian penting Eropa yang ditandatangani di Istanbul pada 2011 untuk melindungi perempuan dari kekerasan. Para kritikus mengatakan, langkah tersebut melemahkan perlindungan terhadap perempuan.
Menurut kelompok advokasi We Will Stop Femicide, 237 perempuan telah dibunuh di Turki pada tahun 2025. Sebagian besar kasuh pembunuhan dilakukan oleh suami, pasangan, atau kerabat, sementara 247 perempuan lainnya ditemukan tewas dalam keadaan yang mencurigakan.
Erdogan berencana meluncurkan lima poin baru untuk memerangi kekerasan terhadap perempuan, termasuk mempromosikan budaya saling menghormati, memperkuat perlindungan hukum, dan merehabilitasi pelaku. Setelah kunjungan di Turki, Paus Leo akan mengunjungi Lebanon. (AP/REUTERS/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Yuniadhi Agung