PARTAI POLITIK

Perkuat Kaderisasi, PKB Tak Lagi Mode Bertahan?

PKB berhasil menambah hampir 150.000 kader dalam satu tahun terakhir. Dengan tambahan itu, PKB optimistis raihan kursi parlemen di Pemilu 2029 pun bisa bertambah.

11 Apr 2026 16:28 WIB · Politik & Hukum

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Oleh Machradin Wahyudi Ritonga

Partai Kebangkitan Bangsa tengah mematangkan kaderisasi untuk menghadapi Pemilihan Umum 2029. Bahkan, partai yang dipimpin oleh Muhaimin Iskandar ini tidak akan sekadar bertahan di posisi sekarang, tetapi berambisi untuk mengambil lebih banyak lagi suara rakyat dan kursi parlemen. Namun, apakah PKB akan mengincar target yang lebih tinggi, yakni kursi Presiden?

Dalam halalbihalal di Jakarta, Jumat (10/4/2026), Wakil Ketua Umum DPP PKB Hanif Dhakiri mengingatkan para kader terkait situasi politik saat ini yang kompetitif dan pragmatis. Oleh karena itu, PKB mengandalkan keunggulan para kadernya.

”Kita lihat situasinya, di mana politik kita makin kompetitif ke depan juga tantangannya semakin besar. Jadi, PKB harus memastikan kader-kader di semua tempat itu unggul, di semua tempat itu kompeten, memiliki keberpihakan yang jelas kepada masyarakat,” ujar Hanif saat memberikan sambutan.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi pencapaian dari Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) DPP PKB yang telah mengumpulkan 144.872 kader di seluruh Indonesia dalam hampir satu tahun terakhir. Mereka berasal dari semua jenis kaderisasi nasional dan berjenjang.

Potrait Hanif Dhakiri Politisi PKB KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 21-2-2023

Dengan jumlah tersebut, Hanif optimistis PKB bisa meraih target lebih tinggi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. PKB bisa memperoleh tambahan 21 kursi di parlemen atau menjadi 89 kursi.

Sebagai catatan, dalam Pemilu 2024, PKB mengantongi sekitar 16,1 juta suara. Jumlah ini menempatkan PKB di posisi keempat atau setara 10,62 persen nasional. Dengan jumlah ini, PKB mendapatkan 68 kursi. Oleh karena itu, penambahan jumlah kader menjadi kunci dari penguatan posisi partai ini di parlemen.

”Kalau dengan rata-rata kursi 230.000-250.000 (suara), berarti kaderisasi LKN bisa menyumbang itu sekitar lima sampai tujuh kursi untuk satu tahun. Jadi, misalnya masih ada sisa tiga tahun, berarti kan bisa ada tambahan 21 (kursi),” paparnya.

Tidak sekadar bertahan

Kesiapan kader yang semakin matang ini, kata Hanif, harus diperhatikan karena medan politik PKB bukan menggunakan kekuasaan atau logistik saja. Kekuatan PKB juga ada pada kader sebagai sumber daya manusia yang siap memimpin.

Sejumlah kaum muda peserta kemah berkumpul menanti dimulainya seremoni pembukaan Perkemahan Nasional Pemuda Lintas Iman 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (29/11/2025). Kegiatan kemah yang diselenggarakan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Badan Persaudaraan Lintas Iman (BERANI) ini diikuti sekitar 800 peserta lintas iman dari beberapa wilayah Indonesia. Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat dan mewujudkan perdamaian antar umat beragama, khususnya generasi muda. Dalam perkemahan ini diisi sejumlah kegiatan seperti diskusi lintas keyakinan dan juga kegiatan-kegiatan yang mempererat persaudaraan antar keyakinan. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
29-11-2025

Oleh karena itu, kader yang disiapkan tidak hanya untuk kepentingan memenangkan pemilu. Menurut Hanif, kadersiasi dari setiap level ini juga bertujuan agar partai tidak kehilangan jiwa dan pergerakannya. 

Di sisi lain, Hanif juga melihat kondisi politik di Indonesia mengalami degradasi dari sisi gagasan karena ruang-ruang publik telah diisi dengan perdebatan. Bahkan, semakin banyak politisi yang hanya bermain aman sehingga banyak yang gagap.

Menurut Hanif, hal itulah yang membuat PKB mendorong seluruh struktur dan kader menjadikan kaderisasi sebagai wahana belajar menempa diri dan memperluas basis massa. Struktur partai juga harus terus bergerak, hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan yang memiliki dampak. 

”Hanya dengan begitulah, kita sebagai partai bukan hanya sekadar akan bertahan, melainkan ke depan juga bisa akan terus lebih besar, bisa terus mencapai target-target yang menjadi tujuan besar,” paparnya.

Realistis

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang hadir dalam halalbihalal sekaligus pemberian penghargaan kepada kader oleh LKN ini juga mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurut dia, capaian itu bisa menjadi fondasi bagi PKB untuk melangkah lebih sistematis, tidak hanya dari segi struktural, tetapi juga kaderisasi kultural untuk menghadapi masa depan.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyambut Presiden Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tiba dalam  acara Puncak Peringatan Hari Lahir ke-27 PKB di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Dalam peringatan Harlah ke-27 PKB ini mengambil tema Indonesia Patriotik, Indonesia Produktif. Acara puncak peringatan ini juga dihadiri perwakilan para kader partai dari seluruh Indonesia. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
23-7-2025

”Bagaimana agar kebanggaan dan kebesaran yang dimulai dari kesadaran teoretik, kesadaran ideologis, kesadaran kultural itulah yang menjadi kekuatan utama kita, inti kita,” ujarnya dalam sambutan.

Muhaimin juga menyatakan, kemenangan dalam berpolitik itu tidak sepenuhnya tentang uang atau performa lainnya. Partai juga harus bertahan dalam kondisi ketidakpastian, dengan kunci utamanya adalah kaderisasi yang matang. 

Meski demikian, Muhaimin tetap memandang realistis untuk kontestasi Pemilu 2029. Saat ditanya terkait peluang untuk maju sebagai calon presiden, dia meyakini Presiden Prabowo Subianto akan memenangkan kontestasi Pemilihan Presiden 2029. Dia juga hanya tertawa dan tidak menjawab saat menargetkan kursi calon wakil presiden.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (dua dari kiri) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

”Aduh, kita belum berpikir 2029 kalau pribadi. Sekarang partai dulu, lah. Pak Prabowo masih sangat kuat. Karena itu, ya, PKB harus realistis. Pak Prabowo kalau maju pasti menang dan kita dukung yang menang, lah,” kata Muhaimin.

Dukungan ini juga sudah disampaikan sebelumnya. Salah satunya pada 4 Februari 2026, seusai kunjungan PKB ke Istana Negara, Jakarta, dan bertemu Presiden Prabowo. Dia menyebut, PKB puas dengan kepemimpinan Prabowo dan siap menjadi garda terdepan menyukseskan program-progam politik Presiden.

”PKB yakin Presiden akan sukses melaksanakan ekonomi dan konstitusi, terutama aspek keadilan, pemerataan, dan keadilan ekonomi,” ujarnya. 

Tidak mudah

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyatakan, kaderisasi yang intensif tidak hanya dilakukan menjelang pemilu. Kaderisasi memang dibutuhkan untuk menjaring calon legislatif atau calon pemimpin, tetapi masih cukup sulit jika diterapkan saat ini di tengah masyarakat.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno.

Konsolidasi tingkat akar rumput yang semakin masif, seperti strategi kaderisasi PKB ini juga Adi nilai sebagai cara yang sulit. Oleh karena itu, tidak cukup dengan penguatan itu saja jika targetnya ingin mendulang banyak suara dalam pemilu berikutnya.

”Semua partai, termasuk PKB, pasti punya target manis meningkatkan suara mereka di pemilu. Namun, mengusung caleg berkualitas yang bisa menang untuk menambah kursi di Dewan ini butuh kerja keras. Ini cara tak mudah karena publik alergi dengan partai,” ujarnya saat dihubungi terpisah.

Menurut Adi, cara yang paling mudah untuk menarik suara adalah menempatkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai figur capres atau cawapres. Ini terbukti dari perolehan suara pada Pemilu 2024 saat dia menjadi cawapres dengan Anies Baswedan sebagai capresnya.

”PKB harus majukan Cak Imin (Muhaimin) sebagai capres atau cawapres untuk mendapatkan cottail effect (efek ekor jas) di pileg (pemilihan legislatif),” kata Adi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Machradin Wahyudi Ritonga
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra