Kerap meraih hasil kurang memuaskan, SSB Villa 2000 tak lagi memaksakan diri agresif menyerang. Kekuatan mereka justru terpendam pada kegigihan dalam bertahan.
08 Feb 2025 18:26 WIB · Olahraga
TANGERANG SELATAN, KOMPAS — Adakalanya suatu tim meraih kemenangan bukan karena agresif menyerang, melainkan rapi dalam bertahan. Hal inilah yang dialami Sekolah Sepak Bola atau SSB Villa 2000 pekan kesembilan Liga Kompas U-14 Powered By BRI. Menyerang bukan satu-satunya cara meraih hasil positif. Seni dalam bertahan pun layak diapresiasi dalam sepak bola.
Setelah meraih hasil kurang memuaskan dalam pekan-pekan awal Liga Kompas, Villa 2000 mulai menemukan momentum kebangkitan. Villa 2000 akhirnya sukses meraih dua kemenangan beruntun untuk pertama kalinya musim ini. Pada pekan kesembilan, Villa 2000 menang tipis 1-0 atas One Way Soccer School di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (8/2/2025).
Menghadapi One Way yang di atas kertas lebih unggul, Villa 2000 tidak berkeras mempertahankan filosofi menyerang. Pelatih Villa 2000 Perkantara Armadi melakukan perubahan yang cukup radikal di lini pertahanan timnya. Jika sebelumnya Villa 2000 lebih sering menggunakan formasi empat bek, kali ini mereka mengubah pendekatan menjadi tiga bek.
Perubahan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi performa tim selama tujuh pekan awal. Pada rentang waktu tersebut, Villa 2000 menelan empat kekalahan dan tiga kali imbang. Perkantara pun berdiskusi dengan para pemain untuk membicarakan problem yang masih membelenggu Villa 2000 sehingga kesulitan tampil konsisten.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/08/157f1e44-65da-4666-b3e0-95aa892fa74a_jpg.jpg)
Berangkat dari diskusi itu, salah satu kesimpulan yang didapat adalah pemain merasa lebih nyaman bermain dengan skema tiga bek. Formasi tiga bek ini dicoba untuk menghadapi One Way yang sangat kuat dalam penguasaan bola dan agresif menyerang.
”Kalau melihat hasil negatif dari pertandingan sebelumnya, kekurangan kami salah satunya pada aspek disiplin pertahanan. Saat bertahan, komunikasi antarpemain harus ditingkatkan,” kata Perkantara.
Formasi tiga bek ternyata cukup ampuh meredam One Way. Villa 2000 belum begitu fasih menyerang. Oleh sebab itu, Perkantara kali ini mencoba pendekatan bertahan. Instruksi itu diterjemahkan secara mulus oleh para pemain Villa 2000. Sepanjang pertandingan, mereka amat militan dalam bertahan.
Tugas menghalau serangan lawan tidak hanya menjadi milik para pemain belakang. Para pemain Villa 2000 bertahan secara kolektif dengan hanya menyisakan penyerang, M Fauzan Alhadar, di lini depan. Selebihnya, para gelandang dan bek sangat disiplin melakukan penjagaan zona yang dikombinasikan dengan individu. Selain itu, mereka turut mempersempit ruang antarlini sehingga pemain One Way tidak leluasa mendapatkan suplai bola.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/08/4eba3ef1-dd97-4279-8a15-f4a6234527d8_jpg.jpg)
Setelah memaksakan skor kacamata pada babak pertama, Villa 2000 akhirnya menemukan momentum pada babak kedua. Lewat skema serangan kilat, mereka berhasil unggul berkat aksi individu Fauzan.
Kepiawaian dalam bertahan kembali diperlihatkan para pemain Villa 2000 untuk mempertahankan keunggulan. Militansi mereka dalam bertahan tidak tergerus stamina yang mulai menurun. Sayangnya, kegigihan Villa 2000 dalam bertahan ini melewati batas saat Awalin Febriandinho melakukan pelanggaran keras yang berujung kartu kuning.
Perkantara menyesuaikan pendekatan bermain berdasarkan komposisi skuad dan lawan yang dihadapi. Ia menyadari, One Way terlalu sulit ditaklukkan jika meladeninya dengan bermain terbuka. Maka dari itu, disiplin dalam bertahan menjadi caranya untuk melawan.
”Karena kalau kita tidak disiplin dengan posisi masing-masing dan tidak cermat dengan situasi bola lawan, itu berbahaya. Makanya, saya selalu tekankan disiplin saat bermain,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/08/00f470e6-90ae-4e36-8508-a1fe85597fcf_jpg.jpg)
Pada laga lainnya, SSB Cipta Cendikia FA turut meraih hasil positif berkat pertahanan kolektif. Seperti Villa 2000, Cipta Cendikia juga turut mencatatkan nirbobol, bahkan menang telak 3-0 atas Bina Taruna.
Kemenangan Cipta Cendikia disokong kekuatan tim dalam menghalau upaya-upaya serangan Bina Taruna. Para pemain Cipta Cendikia selalu mengusahakan agar tidak kalah jumlah saat mendapat serangan. Caranya adalah kecendrungan rest defence dengan enam pemain. Dengan begitu, para pemain Cipta Cendikia selalu unggul dalam duel-duel perebutan bola karena menang jumlah.
”Pelatih menginstruksikan untuk saling cover dan komunikasi. Itu yang jadi kunci performa kami hari ini,” ujar bek Cipta Cendikia, Haziq Irhab Rafif.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan