Pertemuan Zelenskyy-Vance di Muenchen, Upaya Ukraina agar Tak Ditelikung AS

Dari pertemuan dengan Wapres AS JD Vance, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berharap mendengar langsung gagasan Trump soal penyelesaian perang Ukraina-Rusia.

14 Feb 2025 21:21 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

MUENCHEN, JUMAT — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah dijadwalkan pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance di sela Konferensi Keamanan Muenchen, Jerman, Jumat (14/2/2025) pagi. Mereka akan membicarakan isu-isu terkait perundingan damai, yang digulirkan secara cepat oleh Presiden AS Donald Trump, guna menghentikan perang Ukraina-Rusia.

Namun, pertemuan itu ditunda hingga pukul 17.00 waktu setempat atau 23.00 WIB. Pertemuan antara Zelenskyy dan Vance diharapkan, terutama oleh Eropa, memberikan pencerahan tentang gagasan Trump soal penyelesaian perang Ukraina-Rusia dalam tiga tahun terakhir ini.

Selama ini, Trump tidak merinci rencananya selain mengklaim akan menyelesaikan perang dalam enam bulan.

Trump telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin lewat telepon soal masa depan Ukraina, pekan ini. Tindakan itu memicu keberatan dari pihak Zelenskyy. Kyiv merasa ditelikung oleh Washington.

Di Muenchen, Zelenskyy mengatakan siap untuk berbicara dengan Rusia hanya setelah Ukraina sepakat dengan AS dan Eropa.

”Kami siap untuk setiap pembicaraan dengan AS dan sekutu kami. Jika mereka memberi kami jawaban spesifik atas permintaan spesifik dari kami dan pemahaman bersama tentang Putin yang berbahaya, dengan pemahaman terpadu kami, kami akan siap untuk berbicara dengan Rusia,” kata Zelenskyy, seperti dikutip media France24.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (tengah) tiba di Konferensi Keamanan Muenchen (MSC) ke-61 di Muenchen, Jerman selatan pada 14 Februari 2025. Presiden AS Trump mendesak agar konflik segera diakhiri, sementara Zelensky menyerukan jaminan keamanan yang ketat dari Washington sebagai bagian dari kesepakatan apa pun dengan Rusia.

Di pelantar X, Kepala Kantor Presiden Ukraina Andriy Yermak mengunggah foto pertemuan dengan Utusan Khusus AS untuk Ukraina dan Rusia Keith Kellogg.

”Bertemu di Muenchen dengan Utusan Khusus Presiden AS untuk Ukraina dan Rusia, @generalkellogg. Topik utama diskusi kami adalah koordinasi upaya bersama untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi. Bersyukur atas dukungan dan kemauan untuk bekerja sama,” cuit Yermak.

Trump pernah menyatakan kesepakatan damai bisa membuat Ukraina menyerahkan Crimea yang sudah direbut Rusia pada 2014. Ia juga menyiratkan keraguan untuk lanjut memberi bantuan militer ke Ukraina. 

”Perang Ukraina harus berakhir. Kaum muda terbunuh pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Perang Dunia II. Dan ini adalah perang yang konyol,” kata Trump kepada wartawan di Washington DC, Kamis (13/2/2025).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato setelah Tulsi Gabbard dilantik sebagai Direktur Intelijen Nasional (DNI) di Ruang Oval, Gedung Putih, di Washington, DC, pada 12 Februari 2025. (Foto oleh AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Baik Trump maupun Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth turut mengikis harapan Ukraina untuk bergabung dengan organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). ”Saya tidak melihat cara apa pun agar negara dalam posisi Rusia dapat mengizinkan mereka untuk bergabung dengan NATO. Saya tidak melihat hal itu terjadi,” ujar Trump.

Kepada Wall Street Journal, Vance mengatakan, AS akan menyerang Moskwa jika Putin tidak menyetujui kesepakatan damai yang menjamin kemerdekaan jangka panjang Kyiv. ”Ada alat ekonomi yang dapat memberikan pengaruh, tentu saja ada alat militer yang dapat memberikan pengaruh,” tutur Vance menambahkan.

Ketika ditanya apakah kesepakatan dapat diselesaikan di Muenchen, Vance menjawab, ”Kita lihat saja nanti.”

Beberapa jam menjelang pertemuan Zelenskyy-Vance, sebuah pesawat nirawak Rusia dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi menghantam lapisan pelindung Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di Kyiv, kata Zelenskyy. Kremlin membantah tuduhan ini.

Foto ini memperlihatkan New Safe Confinement di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl, yang memiliki unit reaktor nomor 4, terlihat pada 29 Mei 2022.

Rusia tak diundang

Ketika ditanya soal klaim Trump bahwa pejabat AS, Rusia, dan Ukraina bertemu di Muenchen, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, tidak ada berita mengenai penyelesaian Ukraina sehingga Rusia tidak punya apa-apa untuk dikatakan. 

”Setelah pembicaraan mereka, para pemimpin AS dan Rusia telah menginstruksikan para pembantu mereka untuk menjalin kontak. Ini akan memakan waktu beberapa hari, dan kami akan memberi tahu Anda setelahnya,” kata Peskov.

Rusia tidak berpartisipasi dalam Konferensi Keamanan Muenchen. Dalam jumpa pers, Jumat (14/2/2025), Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, Rusia tidak mendapat undangan. Lagi pula, ia melanjutkan, konferensi itu telah menjadi forum yang mendukung rezim di Kyiv.

Foto selebaran ini diambil dan dirilis oleh Layanan Pers Kepresidenan Ukraina menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) berbicara dengan wartawan selama kunjungannya ke pembangkit listrik tenaga nuklir Khmelnytsky di Netishyn, Ukraina, pada tanggal 13 Februari 2025, di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Perjanjian LTJ

Awal Februari lalu, Trump meminta Ukraina memasok logam tanah jarang (LTJ) ke AS sebagai bentuk pembayaran atas bantuan berkelanjutan AS kepada Ukraina selama perang. Kyiv bersedia untuk berunding.

LTJ adalah sekumpulan 17 unsur di alam yang penting untuk  industri berteknologi tinggi, seperti kendaraan listrik, ponsel pintar, dan sistem rudal.

Kepada Fox Business Network, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan, rencana pemerintahan Trump untuk mengakhiri perang Ukraina-Rusia akan mengaitkan ekonomi Kyiv dengan Amerika Serikat.  dengan AS membawa ”praktik terbaik” privatisasi.

Pekan ini, Bessent berkunjung ke Kyiv untuk membahas rencana AS. ”Sebagian dimulai dengan mengaitkan ekonomi Ukraina lebih banyak dengan AS, dan memastikan bahwa pembayar pajak AS menerima pengembalian atas uang yang mereka investasikan,” ujarnya.

Ukraina telah menyerahkan rancangan perjanjian tentang LTJ kepada AS untuk ditinjau, menurut dua anggota delegasi Kyiv di Muenchen. Mereka menyebutkan, pihak AS meminta waktu hingga pukul 17.00 untuk meninjau perjanjian tersebut.

”Pihak Ukraina menyampaikan visinya dan pihak AS mengambil jeda hingga pukul 17.00 untuk menilai,” kata salah satu sumber.

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance (tengah-kanan) bertukar sambutan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen (tengah-kiri) selama pertemuan bilateral yang diadakan di kediaman Kepala Misi di Kedutaan AS di Paris, Perancis, pada Selasa (11/2/2025). (Foto oleh AFP/IAN LANGSDON)

Pekan ini, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan, ia berharap dapat mencapai kesepakatan atas kekayaan mineral Ukraina. Ini akan menjadi kompensasi bagi AS atas uang yang telah dikirim untuk membeli senjata bagi tentara Ukraina.

Rubio seharusnya bergabung dalam pertemuan Vance dan Zelenskyy di Muenchen. Pesawat AU yang ditumpangi Rubio harus kembali ke Washington DC akibat masalah mekanis saat menuju Muenchen. Tidak jelas apakah dia akan tiba tepat waktu untuk pertemuan.

Sejauh ini, Zelenskyy telah melontarkan kemungkinan untuk memperdalam hubungan ekonomi Ukraina dengan para mitra Barat. Dia pernah menyatakan, Ukraina memiliki cadangan mineral senilai triliunan dollar AS, dengan cadangan titanium dan uranium terbesar di Eropa.

”Kami memiliki sumber daya mineral. Ini tidak berarti bahwa kami memberikannya kepada siapa pun, bahkan kepada mitra strategis. Ini tentang kemitraan. Masukkan uang Anda. Berinvestasilah. Mari kita kembangkan ini bersama-sama dan hasilkan uang,” kata Zelenskyy.

FILE - President Donald Trump meets with Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy at Trump Tower, Sept. 27, 2024, in New York. (AP Photo/Julia Demaree Nikhinson, File)

Eropa gelisah

Melihat perkembangan antara AS-Rusia, Eropa turut gelisah. Sejumlah kepala negara berkali-kali menyerukan agar Trump menyertakan Ukraina dalam pembicaraan damai.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, hanya Zelenskyy yang dapat bernegosiasi atas nama negaranya dengan Rusia untuk mengakhiri perang. Perdamaian yang merupakan kapitulasi akan menjadi berita buruk bagi semua orang, termasuk AS, demikian dilansir Financial Times, Kamis (13/2/2025).

”Satu-satunya pertanyaan pada tahap ini adalah apakah Presiden Putin benar-benar, berkelanjutan, dan bersedia secara  kredibel menyetujui gencatan senjata atas dasar ini. Setelah itu, terserah kepada Ukraina untuk bernegosiasi dengan Rusia,” kata Macron.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Jumat (14/2/2025), turut menyatakan dukungan agar Ukraina dapat bergabung dengan NATO. ”Kami menegaskan kembali komitmen Inggris agar Ukraina berada di jalur yang tidak dapat diubah menuju NATO,” kata kantor perdana menteri.

NATO Secretary General Mark Rutte speaks during a media conference at the conclusion of a meeting of NATO foreign ministers at NATO headquarters in Brussels, Wednesday, Dec. 4, 2024. (AP Photo/Virginia Mayo)

Pada Jumat (14/2), Inggris menjatuhkan sanksi yang menargetkan pejabat Rusia, orang-orang yang mendukung bisnis milik Rusia, dan dua entitas terkait energi nuklir Rusia, Rosatom.

Di Muenchen, Vance kembali menegaskan tuntutan AS agar aliansi NATO meningkatkan kontribusi anggaran pertahanan ketika bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. Saat ini, 23 dari 32 negara anggota NATO mencapai target aliansi militer Barat untuk membelanjakan 2 persen dari PDB negara untuk pertahanan.

”NATO adalah aliansi militer yang sangat penting, dan kami adalah bagian terpentingnya. Namun, kami ingin memastikan NATO benar-benar dibangun untuk masa depan, dan kami pikir bagian penting dari itu adalah memastikan NATO melakukan sedikit pembagian beban di Eropa, sehingga AS dapat fokus pada beberapa tantangan kami di Asia Timur,” ujar Vance.

Rutte setuju bahwa Eropa perlu bergerak maju. ”Kita harus tumbuh dalam pengertian itu dan menghabiskan lebih banyak uang,” katanya.

Wakil Menteri Luar Negeri Perancis Benjamin Haddad mengatakan, Eropa sedang berada di titik balik. Keamanan Eropa harus berhenti bergantung pada AS. Ia memperingatkan, memberikan kemenangan kepada Rusia di Ukraina dapat berdampak di Asia.

”Saya pikir kita tidak cukup memahami sejauh mana dunia kita berubah. Baik pesaing maupun sekutu kita sibuk berakselerasi. Yang dipertaruhkan bukan hanya kepentingan Ukraina dan Eropa. Semua pihak akan kalah, dimulai dari AS. Dan saya rasa AS tahu itu,” kata Haddad. (AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase