LIGA CHAMPIONS EROPA

Perubahan untuk Salah, Hujan Gol Liverpool

Mohamed Salah adalah solusi praktis bagi masalah ketajaman Liverpool di sisa musim ini. Ia berperan penting bagi Liverpool saat kandaskan Galatasaray, 4-0.

19 Mar 2026 08:04 WIB · Olahraga

AP PHOTO/PETER BYRNE

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

LIVERPOOL, KAMIS — Keluhan Manajer Liverpool Arne Slot terhadap efektivitas skuadnya dalam memanfaatkan peluang mungkin lebih rutin terdengar dibandingkan kemenangan yang dikoleksi ”Si Merah” pada musim ini. Namun, Slot sudah menemukan titik terang untuk solusi masalah ketajaman itu, yakni mendekatkan Mohamed Salah ke kotak penalti lawan.

Salah mungkin akan mencatatkan kontribusi terendah dalam kariernya berseragam Liverpool pada musim kompetisi 2025-2026. Pemain berjuluk ”Raja Mesir” itu baru mengoleksi 10 gol dan 9 asis dalam 34 laga.

Angka itu termasuk satu gol dan satu asis pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa kontra Galatasaray di Stadion Anfield, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB. Laga itu dimenangkan Liverpool 4-0 sehingga unggul agregat 4-1. Si Merah akan menantang juara bertahan, Paris Saint-Germain, di perempat final.

Jika merujuk performa itu, Salah mustahil bisa menduplikasi sumbangan 34 asis dan 23 golnya pada musim 2024-2025. Bahkan, pemain berusia 33 tahun itu juga akan kesulitan untuk menyamai koleksi 35 kontribusi gol yang merupakan catatan terendahnya bersama Liverpool pada 2019-2020.

Namun, Salah tetaplah ancaman dan penyerang Liverpool yang paling ditakuti lawan. Hal itu membuat Slot perlu memfasilitasi perubahan bagi Salah untuk membantunya lebih aktif mencetak gol.

Galatasaray's goalkeeper Ugurcan Cakır, left, makes a save in front of Liverpool's Mohamed Salah, center, during the second leg of the Champions League round of 16 soccer match between Liverpool and Galatasaray, in Liverpool, England, Wednesday, March 18, 2026. (AP Photo/Jon Super)

Apalagi, performa Liverpool amat inkonsisten musim ini. Hal itu ditengarai akibat kurang tajamnya penampilan para pemain depan mereka. Hal itu bisa dilihat dari perbandingan jumlah gol nyata dan potensi gol yang dihasilkan dari kreasi peluang.

Di Liga Inggris, misalnya, Liverpool sekadar mampu mencetak 49 gol dari 50 expected goals (xG) yang dicatatkan. Adapun di Liga Champions, torehan 24 gol lebih rendah dari 28 xG.

Menghadapi Galatasaray yang unggul 1-0 pada laga pertama, Slot pun melakukan perubahan. Formasi 4-2-4 menjadi andalannya. Salah digeser lebih ke tengah untuk menjadi tandem penyerang bersama Hugo Ekitike. Posisi di sayap kiri diisi oleh Dominik Szoboszlai yang berkolaborasi dengan Jeremie Frimpong.

Quote

Dia (Salah) memberikan asis untuk Hugo (Ekitike) dan mencetak gol ciri khasnya. Itu menjelaskan kepada kita semua tentang kekuatan mentalnya.

Salah memang tampil buruk di babak pertama. Ia gagal mencetak gol pada menit ke-29 ketika sudah berhadapan dengan kiper Galatasaray, Ugurcan Cakir. Kemudian, eksekusi penalti Salah pada menit ke-45+4 juga gagal menambah skor Si Merah. Saat turun minum, Liverpool sudah menyamakan kedudukan agregat melalui sepakan Szoboszlai pada menit ke-25.

Namun, Salah memiliki kontribusi bagi tiga gol Liverpool setelah laga dimulai kembali pada babak kedua. Hal itu dimulai dari asis yang sangat akurat untuk Ekitike pada menit ke-51.

infografik
16 Besar Liga Champions Laga 2

Tembakan tepat sasaran Salah yang ditepis Cakir mampu dimanfaatkan Ryan Gravenberch untuk mencetak gol ketiga tim tuan rumah dua menit berselang. Salah menutup hujan gol Si Merah melalui sepakan melengkung di bibir kotak penalti pada menit ke-62, hal yang menjadi gol khas Salah.

Mengukir sejarah

Gol tersebut cukup membawa Salah mencetak sejarah. Ia adalah pemain asal Afrika pertama yang mencetak 50 gol di Liga Champions, kompetisi sepak bola antarklub paling bergengsi di dunia.

”Gol itu mengungkapkan kualitasnya setelah gagal penalti sebelum turun minum. Dia memberikan asis untuk Hugo (Ekitike) dan mencetak gol ciri khasnya. Itu menjelaskan kepada kita semua tentang kekuatan mentalnya,” ujar Slot seusai pertandingan.

Meskipun unggul mutlak, Slot tetap belum puas dengan performa menyerang timnya. Menurut dia, para pemain Liverpool masih mudah membuang peluang.

”Saya senang dengan respons dari pemain dan penonton, terutama di babak kedua. Kami terus menekan mereka untuk terus mencetak gol. Seharusnya, kami bisa mencetak lebih banyak gol, setara dengan jumlah peluang yang tercipta,” ujar Slot kemudian.

Liverpool's manager Arne Slot, center, celebrates with Liverpool's Ibrahima Konate at the end of the second leg of the Champions League round of 16 soccer match between Liverpool and Galatasaray, in Liverpool, England, Wednesday, March 18, 2026. (AP Photo/Jon Super)

Pada laga itu, Liverpool mencatatkan 5,02 xG dari 32 tembakan yang dihasilkan. Selain penalti yang tidak berbuah gol, Liverpool juga memiliki dua gol yang dianulir oleh wasit.

Berkeliaran di ”half-space”

Salah bermain selama 74 menit. Cedera menjadi penyebab dirinya harus menyelesaikan laga lebih dini. Setelah digantikan oleh Cody Gakpo, Salah langsung menuju ruang ganti untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Terlepas dari cedera itu, Salah menyajikan penampilan yang berbeda dibandingkan 33 laga yang sudah dijalaninya untuk Si Merah musim ini. Berdasarkan heat map, Salah lebih dominan berkeliaran di sisi half-space kanan zona pertahanan Galatasaray.

Zona pergerakan itu sangat kontras dengan laga-laga Salah sebelumnya. Rata-rata pergerakan Salah terjadi di sisi flank alias sayap kanan zona pertahanan lawan. Ia bergerak sangat tipis berdekatan dengan garis pinggir lapangan.

Penempatan posisi itu membantu Salah bergerak lebih dekat ke sisi sentral kotak penalti lawan. Perubahan itu membuat Salah mampu menciptakan peluang sekaligus mengancam gawang Galatasaray lebih rutin.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Ia melepaskan enam tembakan tepat sasaran. Satu-satunya tembakan tepat sasaran Salah yang tidak menghasilkan gol dihalau oleh mistar gawang. Selain itu, pemain bernomor punggung 11 itu menciptakan dua peluang besar untuk rekan setimnya.

Dengan catatan statistik tersebut, Salah membuktikan dirinya layak menempati peran baru yang berpeluang menjaga asa trofi Liverpool di dua kompetisi, yaitu Liga Champions dan Piala FA. Di sisi lain, Salah juga perlu bermain lebih tenang karena lima peluang besar yang gagal dimaksimalkan menjadi gol tambahan.

Ekitike mengapresiasi peran Salah atas golnya. Kata penyerang timnas Perancis itu, Salah adalah sosok sentral dalam lini ofensif Liverpool.

”Dia (Salah) adalah seorang legenda. Terkadang, orang-orang berkata dia memiliki musim yang sulit, tetapi dia tetap pemain penting kami seperti di tahun-tahun terakhir,” ujar Ekitike kepada TNT Sports. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan