Liverpool akan memiliki keuntungan besar saat menyambut Galatasaray di Anfield. Galatasaray memburu tampil di perempat final Liga Champions sejak 2012-2013.
17 Mar 2026 15:37 WIB · Olahraga
AP/FRANCISCO SECO
LIVERPOOL, SELASA — Galatasaray datang ke Stadion Anfield, markas Liverpool, untuk menjalani laga kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (19/3/2026) pukul 03.00 WIB, dengan situasi tidak ideal. Mereka akan tampil bak di dalam penjara karena seluruh tribune diisi pendukung tim tuan rumah. Selain itu, ”Si Singa” jarang beruntung setiap datang ke Inggris.
Bisa dibayangkan, Galatasaray bermain di salah satu arena sepak bola paling angker di dunia, yakni Anfield, tanpa secuil pun dukungan dari pendukung setia mereka. UEFA menghukum Galatasaray akibat tindakan anarkistis suporter mereka ketika bertandang ke kandang Juventus pada laga kedua babak playoff fase gugur Liga Champions.
Itu berarti sekitar 61.000 kursi tribune Anfield akan diisi oleh pendukung ”Si Merah”. Pemain Galatasaray tidak memiliki sudut tribune untuk merayakan gol yang seandainya bisa mereka hasilkan. Perayaan itu hanya akan tersaji di area teknis tim tandang di sisi lapangan.
Memahami situasi itu, Pelatih Galatasaray Okan Buruk mengingatkan anak asuhannya untuk tidak memedulikan keunggulan 1-0 mereka pada laga pertama di Istanbul. Buruk menegaskan bahwa masa-masa sulit akan dijalani timnya sejak sepak mula.
”Laga kedua di kandang mereka, maka kami akan kembali menghadapi pertandingan yang sangat sulit. Pertarungan sengit telah menanti kami, tetapi saya selalu percaya dengan pemain-pemain saya,” ujar Buruk, dilansir laman UEFA, Selasa (17/3/2026).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/14/e152433055b8bee21d23232aff48e121-Turkey_Champions_League_Soccer.jpeg)
Dalam sejarah pertemuan melawan tim-tim Inggris di Liga Champions, Galatasaray hanya satu kali membawa pulang kemenangan dalam 12 kunjungan ke markas klub ”Negeri Raja Charles”.
Momen itu tercipta ketika mengalahkan Manchester United, 3-2, pada fase grup edisi 2023–2024. Adapun 11 lawatan lain berakhir dengan delapan kekalahan dan tiga hasil imbang.
Namun, catatan historis itu bisa ditepis dengan kondisi mental skuad Si Singa. Mereka datang ke Anfield dengan tren lima kemenangan beruntun di seluruh kompetisi, termasuk keunggulan 3-0 atas Basaksehir, Minggu (15/3/2026).
Galatasaray pun tengah memimpin klasemen Liga Super Turki dengan keunggulan tujuh poin atas rival terdekat, Fenerbahce. Mereka sangat berpeluang menjadi kampiun Turki dalam empat musim beruntun sejak edisi 2022–2023.
Namun, Galatasaray memiliki rekor laga tandang yang buruk di Liga Champions musim ini. Mereka menelan kekalahan dalam tiga laga di kandang lawan saat tumbang dari Juventus, Manchester City, dan AS Monaco. Satu-satunya kemenangan tandang di Eropa tercipta ketika menghancurkan Ajax Amsterdam, 3-0, 6 November lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/e44b5e79-b970-4483-ab5c-676a3069393a_jpg.jpg)
Mario Lemina, gelandang Galatasaray, mengatakan timnya datang ke Anfield dengan modal positif. Ia menyebut ambisi di kandang Liverpool adalah meraih kemenangan.
”Kami menjalani laga pertama dengan baik. Satu pertandingan lagi tersisa di Anfield. Kami ingin menang di sana demi lolos ke perempat final,” ucap Lemina yang mencetak gol tunggal ke gawang Liverpool pada laga pertama.
Jika bisa menjaga keunggulan atas Liverpool, Galatasaray akan mengakhiri penantian tampil di babak perempat final Liga Champions dalam 13 musim. Mereka terakhir kali tampil di babak delapan besar pada edisi 2012–2013.
Satu hal yang menarik dari duel kedua di Anfield adalah potensi hujan gol yang tercipta. Dalam lima laga tandang Galatasaray di Eropa tercipta rata-rata 3,4 gol per laga. Adapun dalam empat pertarungan di Anfield pada Liga Champions musim ini tersaji rerata 4,25 gol per laga.
Catatan itu membuka kans bagi kedua tim untuk sama-sama mencetak gol pada adu taktik di Anfield. Dari sisi Liverpool, kemenangan amat penting bagi mereka. Sejak Manajer Liverpool Arne Slot memasuki laga ke-100 menangani Si Merah, juru latih asal Belanda itu belum mempersembahkan hasil positif.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/16/a27fe299e31862a638327283b06f95c9-APTOPIX_Britain_Premier_League_Soccer_13_.jpg)
Setelah kalah di Istanbul, mereka ditahan Tottenham Hotspur di Anfield, akhir pekan lalu. Lini serang Liverpool hanya mencetak satu gol dalam dua pertandingan terkini, padahal mereka mencatatkan 3,04 expected goals (xG).
Slot menyebut penyelesaian akhir adalah penyebab utama timnya nirmenang dalam dua pertandingan tersebut. Ia berharap catatan buruk itu bisa diatasi ketika menjamu Galatasaray.
”Kami tidak memiliki masalah dalam mengkreasi peluang. Permasalahan kami adalah tidak cukup efektif setelah mencetak gol pertama,” ucap Slot, dilansir BBC.
Ia menambahkan, ”Masalah gol itu bukan disebabkan kualitas pemain. Kami memiliki penyerang-penyerang hebat. Namun, saya harus menemukan solusi agar pemain-pemain berkualitas kami bisa mendapatkan momen dan tidak lagi menyia-nyiakan peluang gol yang didapatkan.”
Liverpool berambisi mengakhiri kutukan selalu gugur di babak 16 besar dalam dua musim terakhir Liga Champions. Pada musim lalu, langkah mereka dihentikan oleh sang juara, Paris Saint-Germain.
Pada laga lain, Newcastle United akan berjuang keluar dari lubang jarum saat menjalani laga kedua di markas Barcelona. Kedua tim bermain imbang 1-1 pada pertandingan pertama di Stadion St James’ Park.
Adapun Atletico Madrid dan Bayern Muenchen sudah satu kaki menuju babak perempat final. Atletico datang ke markas Spurs dengan keunggulan agregat 5-2. Sementara Bayern mustahil disingkirkan Atalanta di Stadion Allianz Arena berkat kemenangan 6-1 pada perjumpaan pertama.
(AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar