perang

Pesawat Pengisian Bahan Bakar Militer AS Jatuh di Irak

Pesawat KC-135 milik militer AS jatuh di Irak. Pesawat ini berfungsi mengisi bahan bakar jet tempur yang terlibat dalam perang melawan Iran.

13 Mar 2026 13:00 WIB · Internasional

AFP/US Department of Defense

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

WASHINGTON DC, JUMAT – Pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika Serikat jatuh di Irak, Kamis (12/3/2026). Pesawat yang membawa lima awak itu ikut serta dalam operasi militer di Iran. Belum diketahui adanya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Militer AS menyatakan jatuhnya pesawat itu bukan disebabkan tembakan musuh. Pesawat KC-135 berfungsi mengisi bahan bakar pesawat tempur. Upaya penyelamatan terhadap awak pesawat masih berlangsung.

Keterangan dari Komando Tengah AS yang mengawasi kawasan Timur Tengah menyebutkan, dua pesawat sedang terlibat dalam tugas saat kejadian itu. Satu pesawat mendarat dengan selamat, sementara satu pesawat lain jatuh di Irak bagian barat yang merupakan wilayah gurun.

Foto yang dirilis Angkatan Udara Amerika Serikat pada Minggu (12/5/2019) menunjukkan sebuah pengebom B-52H Stratofortress yang ditugaskan pada Skuadron Bom Ekspedisi ke-20 mendapat pasokan bahan bakar dari KC-135 Stratotanker dari Skuadron Pengisian Bahan Bakar Udara Ekspedisi ke-28 di lokasi yang dirahasiakan di Asia Barat Daya. Gedung Putih memerintahkan gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln dan pengebom B-52 ke wilayah Teluk Persia pada 4 Mei 2019.

”Informasi lebih lanjut akan tersedia seiring perkembangan situasi. Kami meminta kesabaran untuk mengumpulkan detail tambahan dan memberikan kejelasan bagi keluarga para anggota militer,” tulis pernyataan Komando Tengah AS tersebut.

Pesawat KC-135 merupakan salah satu jenis pesawat yang paling banyak digunakan oleh Angkatan Udara AS. Pesawat ini difungsikan untuk mengisi bahan hampir semua jenis pesawat, mulai dari jet tempur, pesawat pengintai, hingga pesawat kargo.

Misi pengisian bahan bakar di udara rutin dilakukan. Kecelakaan dalam misi ini jarang terjadi. Namun, manuver untuk melakukannya cukup menantang, terutama saat angin kencang atau cuaca buruk.

”Para penyelidik menduga tabrakan di udara mungkin menyebabkan kecelakaan itu, tetapi detailnya belum jelas. Penyelidikan masih berlangsung bersamaan dengan upaya pencarian dan penyelamatan untuk menemukan awak pesawat yang jatuh,” ujar seorang pejabat Angkatan Udara AS.

Quote

Misi pengisian bahan bakar di udara rutin dilakukan. Kecelakaan dalam misi ini jarang terjadi. Namun, manuver untuk melakukannya cukup menantang, terutama saat angin kencang atau cuaca buruk.

Pesawat KC-135 telah digunakan dalam militer AS sejak lebih dari 60 tahun lalu. Seperti pesawat tua pada umumnya, pesawat tersebut telah mengalami berbagai modifikasi dan peningkatan fungsi selama bertahun-tahun.

Menurut laporan Congressional Research Service, Angkatan Udara AS memiliki total 376 pesawat KC-135. Rinciannya, 151 unit yang aktif bertugas, 163 unit di Garda Nasional Udara, dan 62 unit di Angkatan Udara Cadangan (USAFR).

Pesawat tanker KC-135 biasanya memiliki tiga awak. Belum diketahui apa peran dua awak tambahan dalam pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut.

<p>In this image released by the US Air Force, an F-16 Fighting Falcon is refueled by a KC-135 Stratotanker over an unidentified US Central Command area of responsibility on December 30, 2020. &#8211; Iran&#8217;s Foreign Minister Mohammad Javad Zarif on December 31, 2020, accused US President Donald Trump of aiming to fabricate a &#8220;pretext for war&#8221; as tensions mount between the two countries. His remarks come ahead of the first anniversary of the US killing of top Iranian military commander Qasem Soleimani in a drone strike in Baghdad on January 3. The Nimitz has been patrolling Gulf waters since late November 2020 and two US B-52 bombers recently overflew the region on December 30. (Photo by Roslyn Ward / US AIR FORCE / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE &#8211; MANDATORY CREDIT &#8220;AFP PHOTO / US Air Force / Senior Airman Roslyn Ward&#8221; &#8211; NO MARKETING &#8211; NO ADVERTISING CAMPAIGNS &#8211; DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS</p>

Dilansir dari The New York Times, terakhir kali pesawat KC-135 mengalami kecelakaan terjadi pada 2013. Dalam insiden itu, tiga penerbang tewas saat pesawat jatuh setelah lepas landas dari Bandara Manas di Kirgistan. Pesawat ini terlibat dalam misi pengisian bahan bakar di Afghanistan.

Pesawat keempat yang jatuh

Pesawat KC-135 itu menjadi pesawat keempat AS yang jatuh selama perang melawan Iran. Pekan lalu, tiga jet tempur AS ditembak jatuh di Kuwait. Ketiga pesawat itu menjadi target salah sasaran militer Kuwait.

Enam awak pesawat F-15E Strike Eagle berhasil keluar menggunakan kursi lontar sebelum pesawat jatuh. Mereka selamat dan dalam kondisi kesehatan yang stabil.

Militer AS menyebutkan, sejauh ini tujuh tentara AS tewas selama perang Iran yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Selain itu, sekitar 140 tentara terluka, termasuk delapan di antaranya luka parah.

Infografik Estimasi Biaya Perang Iran Membalas AS dan Israel

Enam tentara AS tewas saat sebuah drone Iran menyerang pusat operasi di pelabuhan sipil di Kuwait pada awal Maret lalu. Para korban merupakan personel Angkatan Darat Cadangan yang bertugas di bidang logistik untuk memastikan pasokan makanan dan peralatan bagi pasukan tetap.

Presiden AS Donald Trump menghadiri pemindahan jenazah enam tentara AS itu di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Sabtu (7/3/2026). Trump mengatakan, para tentara yang gugur merupakan pahlawan bagi AS.

Ia menganggap pemulangan jenazah prajurit AS dari medang perang merupakan situasi yang sulit. ”Itu bagian yang menyedihkan dari perang, bagian yang buruk dari perang,” ujar Trump. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul