Wimbledon 2025, Petenis dan Penonton Hadapi Suhu Terpanas

Suhu panas yang melanda Eropa juga dirasakan pemain dan penonton pertandingan Wimbledon 2025.

01 Jul 2025 09:54 WIB · Olahraga

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Rekor suhu terpanas untuk hari pembukaan Wimbledon terjadi pada 25 Juni 2001. Saat itu, suhu mencapai 29,3 derajat celsius. Setelah bertahan puluhan tahun, rekor tersebut pecah. Di acara pembukaan tahun ini pada 30 Juni 2025, suhu mencapai 29,7 derajat celsius. Ini rekor terpanas yang pernah ada. Suhu di London dan Inggris tenggara diperkirakan akan meningkat hingga 34 derajat celsius.

Suasana ini terlihat dari banyaknya penonton yang memakai payung, mengenakan topi dan kacamata, atau bahkan berkerudung handuk dan baju untuk menahan sengatan sinar matahari. Mereka juga menggenggam kipas lipat maupun kipas angin elektronik kecil. 

Penonton melindungi diri dari sinar matahari pada hari pertama di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Senin, 30 Juni 2025.

Namun, cuaca panas tidak menyurutkan minat penggemar tenis untuk datang dan menikmati pertandingan. ”Jika kita berkeringat, kita berkeringat semua,” kata Cathy Butcher (73), yang datang bersama putrinya, Helen, sambil tertawa seperti dikutip AFP.

Pensiunan itu datang bersama putrinya yang sedang hamil besar. ”Kami berharap angin sepoi-sepoi yang sejuk dan tenis yang hebat,” tambah putrinya yang berusia 31 tahun.

Penggemar tenis menggunakan kipas angin saat menonton pertandingan tenis putaran pertama tunggal putra antara Carlos Alcaraz dari Spanyol dan Fabio Fognini dari Italia pada hari pertama Kejuaraan Wimbledon 2025 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, 30 Juni 2025.
Penggemar tenis menggunakan tabir surya saat dia mengantre tiket pada hari pertama Kejuaraan Wimbledon 2025 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, 30 Juni 2025.
Penggemar tenis menutupi kepalanya dengan handuk untuk melindungi dari sinar matahari.
Penonton melindungi dirinya dari sinar matahari menjelang pertandingan tenis putaran pertama tunggal putra antara Carlos Alcaraz dari Spanyol dan Fabio Fognini dari Italia.
Penonton menggunakan payung pada hari pertama Kejuaraan Wimbledon 2025 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, London barat daya, pada 30 Juni 2025.

Penggemar tenis lain yang berasal Chile, Maria Verdugo (40), mengatakan, dirinya akan menikmati tenis dalam berbagai kondisi cuaca. ”Namun, secara keseluruhan, saya lebih suka matahari, itu lebih mengasyikkan,” katanya sambil memegang segelas minuman beralkohol yang dicampur dengan jeruk, mentimun, dan dengan banyak es batu.

”Sangat menyedihkan saat hujan karena semuanya terlihat sangat gelap dan Anda harus berlindung,” tambahnya.

Seorang anggota keamanan berjaga ditengah terik matahari sebelum dimulainya pertandingan tenis putaran pertama tunggal putri antara Paula Badosa dari Spanyol dan Katie Boulter dari Inggris pada hari pertama Kejuaraan Wimbledon 2025 di The All England Lawn Tennis and Croquet Club di Wimbledon, 30 Juni 2025.

Kepala eksekutif turnamen, Sally Bolton, mengatakan, mereka telah mengantisipasi suhu panas ini dan senang karena cuacanya cerah dan tidak basah seperti tahun lalu.

Penyelenggara juga menyarankan mereka yang belum memiliki tiket untuk tidak pergi ke sekitar arena turnamen. ”Mungkin ada saat-saat di mana tempat berteduh tidak tersedia,” kata sebuah pernyataan.

Elmar Moller dari Denmark menyeka wajahnya dengan handuk dalam pertandingannya melawan Frances Tiafoe dari AS pada pertandingan tunggal putra putaran pertama mereka di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Senin, 30 Juni 2025.
Penonton mengantre di pintu masuk pada hari pertama Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Senin, 30 Juni 2025.
Pemandangan saat matahari terbenam di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Senin, 30 Juni 2025.
Para penonton duduk di bawah sinar matahari pada hari pertama di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Senin, 30 Juni 2025.
Madison Keys dari AS menggunakan handuk es untuk mendinginkan diri selama pertandingan tunggal putri putaran pertamanya melawan Elena-Gabriela Ruse di Kejuaraan Tenis Wimbledon di London, Senin, 30 Juni 2025.

Cuaca panas ini juga dirasakan pemain yang harus bertanding di hari pertama. Petenis Amerika Serikat, Madison Keys, terlihat menggunakan dua handuk berisi es batu untuk melakukan kompres es saat bertanding melawan melawan Elena-Gabriela Ruse.

Tetesan keringat juga terlihat jatuh dari petenis Leylah Fernandez dari Kanada dan Frances Tiafoe saat bertanding melawan musuhnya di hari pertama turnamen Wimbledon. Sementara petenis Aryna Sabalenka berkali-kali menyeka wajahnya menggunakan kompres es saat melawan Carson Branstine.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Berdasarkan aturan suhu panas untuk melindungi kesehatan pemain, ofisial akan mengukur suhu panas 30 menit sebelum pertandingan dimulai dan kemudian pada pukul 14.00 dan 17.00 waktu Wimbledon.

Aturan tersebut mengizinkan jeda selama 10 menit pada titik tertentu dalam pertandingan saat indeks suhu panas mencapai atau di atas 30,1 derajat celsius.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto