Piala Afrika Datang, Persaingan Liga Inggris Remang-remang

Tren buruk Mohamed Salah sepulang dari Piala Afrika menjadi kekhawatiran untuk Liverpool. Di sisi lain, tim promosi Sunderland bisa kehilangan sepertiga tim.

15 Agt 2025 07:04 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

Maroko dengan Inggris terpaut ribuan kilometer, teramat jauh. Namun, sebuah kompetisi di Maroko bisa memengaruhi persaingan Liga Inggris musim depan. Itu semua mungkin terjadi karena Piala Afrika akan datang ke Maroko pada 21 Desember 2025-18 Januari 2026.

Apa hubungannya turnamen dua tahunan itu dengan Liga Inggris? Banyak. Klub-klub Inggris banyak menggunakan jasa pemain dari Benua Afrika. Banyak dari pemain itu yang harus pergi menjalankan tugas negara di tengah musim. Salah satunya adalah megabintang Liverpool, Mohamed Salah.

Liverpool hanya akan kehilangan satu pemain selama Piala Afrika. Namun, sosok itu merupakan yang paling penting bagi ”Si Merah”. Diketahui, Salah berstatus penyumbang gol (29) dan asis (18) terbanyak di Liga Inggris musim lalu. Berkatnya, Liverpool mampu meraih titel ke-20.

Salah, jika mampu mengantar tim nasional Mesir sampai partai puncak, berpotensi absen dalam enam pertandingan liga. Di antara itu, terdapat laga paling krusial menghadapi Arsenal pada awal Januari 2026. Mereka akan berkunjung ke markas tim rival, Stadion Emirates, London.

Masalahnya tidak hanya itu. Tim asuhan Pelatih Arne Slot dikhawatirkan terkena dampak lanjutan seusai Piala Afrika. Di edisi Piala Afrika terakhir, awal 2024, Salah harus pulang lebih awal dari tugas negara akibat cedera paha. Dia menepi selama lima pertandingan liga.

Pemain timnas Mesir Mohamed Salah memprotes keputusan wasit yang memberi tendangan sudut bagi Kamerun pada semifinal Piala Afrika 2021 di Stadion d'Olembe, Yaounde, Kamerun Kamis (3/2/2022).(Photo by CHARLY TRIBALLEAU / AFP)

Mirisnya, sang pemain berjuluk ”Raja Mesir” itu tidak pernah kembali ke performa terbaik pada sisa musim. Dia hanya menyumbang tiga gol dan satu asis dalam 11 pertandingan terakhir di liga. Liverpool, di musim terakhir manajer Jurgen Klopp, menghilang perlahan dari perebutan juara.

Data Sky Sports semakin membuktikan tren buruk tersebut. Performa Salah selalu menurun drastis sepulang dari Piala Afrika dalam dua edisi terakhir. Pada 2022, sang pemain menurun dalam jumlah keterlibatan gol dari sekali per 79 menit jadi setiap 132 menit. Konversi golnya merosot dari 21,5 persen ke 8,2 persen.

Ketersediaan Salah juga dipertanyakan. Sebelum Piala Afrika 2022 dan 2024, dia selalu terlibat dalam 97 persen dari total menit Liverpool. Seusai membela Mesir, ketersediaan itu menurun di bawah 70 persen. Problem itu akan semakin terasa kali ini karena sang penyerang sudah berusia 33 tahun.

Quote

Kami maksimal kehilangan Mo dalam enam laga, tetapi itu merupakan jumlah yang banyak di Liga Inggris. Terutama jika Anda melihat perannya musim lalu.

Slot berkata, klub sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk. Mereka mendatangkan bek sayap Jeremie Frimpong dari Bayer Leverkusen bukan hanya untuk menambal kepergian Trent Alexander-Arnold. Frimpong akan ditugaskan sebagai pelapis Salah di posisi penyerang sayap.

Pemain Liverpool Mohamed Salah (kanan) menendang bola melewati pemain Manchester City Josko Gvardiol (tengah), tetapi tidak berbuah gol, pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (24/2/2025) dini hari WIB. Liverpool menang 2-0 pada laga itu.

”Kami pastinya memikirkan tentang Piala Afrika. Itulah mengapa kami mendatangkan Frimpong yang bisa bermain sebagai penyerang sayap. Kami maksimal kehilangan Mo dalam enam laga, tetapi itu merupakan jumlah yang banyak di Liga Inggris. Terutama jika Anda melihat perannya musim lalu,” ujar Slot.

Manchester City, pesaing Liverpool, juga tidak bisa tenang. Mereka akan kehilangan gelandang serang Omar Marmoush (Mesir) dan bek sayap Rayan Ait-Nouri (Aljazair). Kedua pemain tersebut merupakan senjata baru Manajer Pep Guardiola untuk musim depan.

Sepertiga tim Sunderland

Klub paling tidak beruntung adalah Sunderland. Mereka tercatat sebagai tim dengan jumlah pemain terbanyak yang kemungkinan ikut serta di Piala Afrika, tujuh orang. Hampir sepertiga tim berpotensi pergi, antara lain, Simon Adingra (Pantai Gading), Habib Diarra (Senegal), dan Chemsdine Talbi (Maroko).

Uniknya, lima dari tujuh pemain tim promosi tersebut baru saja didatangkan pada jendela transfer musim panas kali ini. Sunderland mengambil risiko dengan sadar. Menurut Pelatih Regis Le Bris, para pemain itu merupakan pilihan terbaik yang tersedia di bursa.

”Jelas, kami tahu (apa yang bisa terjadi). Saat bersamaan, pasar tetaplah pasar. Anda tidak selalu bisa melakukan apa yang Anda inginkan. Pada akhirnya kami memiliki skuad yang kompetitif. Saya pikir kedalaman skuad kami akan membantu dalam situasi tersebut,” ujar Le Bris kepada Sunderland Echo.

Pemain Brighton Simon Adingra menggiring bola saat menghadapi Liverpool pada laga Liga Inggris di Stadion American Express Community, Brighton, Minggu (8/10/2023). Laga berakhir imbang 2-2 dan Adingra mencetak satu gol untuk timnya.

Beberapa klub cukup beruntung karena terdapat negara besar yang tidak lolos ke putaran final Piala Afrika, seperti Ghana. Terdapat tiga pemain Ghana yang berperan penting di klub-klub Inggris, yaitu Antoine Semenyo (Bournemouth), Tariq Lamptey (Brighton), dan Mohammed Kudus (Tottenham).

Arsenal, Aston Villa, Leeds United, dan Newcastle United menjadi yang paling beruntung. Mereka tidak memiliki pemain Afrika di skuad utama. Semestinya mereka bisa memanfaatkan situasi tersebut untuk mencuri momentum dari para pesaing. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto