Para pemanjat level dunia tidak hanya akan berlomba di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Bali, 2-4 Mei. Mereka juga bisa menikmati indahnya ”Pulau Dewata”.
01 Mei 2025 20:19 WIB · Olahraga
DENPASAR, KOMPAS — Setelah tidak lagi bertempat di Jakarta, Indonesia siap menawarkan pengalaman berbeda dengan kembali menggelar seri Piala Dunia Panjat Tebing. Berlokasi di Bali, para atlet tak hanya akan meraih prestasi, tetapi juga menikmati berlomba dengan suasana wisata di ”Pulau Dewata”. Mereka pun diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan wisata olahraga di sana.
Seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 di Pulau Peninsula, kawasan Nusa Dua, Bali, ini akan dilaksanakan pada 2-4 Mei 2025. Seri Piala Dunia yang pertama kali digelar di luar Jakarta ini melombakan dua disiplin, yaitu lead dan speed. Sebanyak 221 peserta dari total 32 negara akan ikut serta.
”Di luar sebagai ajang olahraga, seri Piala Dunia Panjat Tebing ini juga menjadi bagian dari promosi wisata. Kami berharap bisa membuahkan hasil dan kesan yang baik sehingga turut menumbuhkan wisata olahraga di Bali,” tutur Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta selepas acara penyambutan peserta di rumah dinas Gubernur Bali, kompleks Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/5/2025).
Area perlombaan berada di tanah lapang di tepi laut Pulau Peninsula. Tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata di Bali, terutama untuk berolahraga dan piknik. Terlebih, banyak pepohonan dan rerumputan hijau yang membuat Pulau Peninsula cocok untuk dua kegiatan itu.
Atlet akan berlomba sambil menikmati suguhan pemandangan laut dengan pantai-pantai berpasir putih yang membentang luas, perairan biru jernih, dan terumbu karang yang beragam. Jika berlomba pada sore hari, mereka bisa sekaligus menikmati indahnya matahari terbenam di lokasi tersebut.
Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) Yenny Wahid menuturkan, menjadi tuan rumah seri Piala Dunia untuk ketiga kalinya merupakan kesempatan berharga bagi Indonesia. Apalagi, untuk mendapatkan kesempatan tersebut tidak mudah karena harus melalui lelang.
Dengan lokasi berbeda, Yenny mengatakan bahwa ajang kali ini akan memberi warna dan pengalaman berbeda bagi atlet dan penonton. Pada dua seri Piala Dunia yang digelar di Indonesia sebelumnya, pemandangan yang ditampilkan lebih dominan gedung-gedung menjulang dan lampu-lampu perkotaan.
Kali ini, atlet tak hanya akan mengejar prestasi, tetapi juga menikmati keindahan Bali dengan pesona pemandangan alamnya. Penonton pun, kata Yenny, tidak hanya akan menyaksikan keseruan perlombaan, tetapi juga menikmati berwisata di Pulau Dewata.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/01/efbdd8c14c607f95e651c905952f765d-DSC05274.JPG)
”Seri Piala Dunia ini merupakan ajang yang digelar banyak negara karena terbukti bisa menggaet banyak peserta dan mendatangkan banyak pengunjung. Kami berharap banyak dampak turunan, salah satunya ekonomi dan juga sosial, bagi Indonesia, khususnya Bali,” ucap Yenny.
Dari segi prestasi, Yenny tak memberi target spesifik untuk tim Indonesia yang berlaga di Bali. Meski demikian, ia yakin para pemanjat Indonesia pasti memiliki motivasi dan tekad tinggi untuk berprestasi di rumah sendiri.
Indonesia mengirimkan 12 atlet disiplin lead dan 19 pemanjat disiplin speed. Termasuk di antaranya adalah peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, dan peraih medali perunggu pada seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 sebelumnya di Wujiang, China, Kiromal Katibin.
”Saya berharap ada keajaiban-keajaiban di Bali sehingga kita bisa meraih medali. Namun, saya ingin mereka berlomba dengan sebebas-bebasnya dengan tetap fokus. Mereka pun tanpa diberi target atau beban medali pasti tetap akan memasang target tinggi untuk mereka sendiri,” ujar Yenny.
Adapun area perlombaan sudah hampir siap untuk acara. Hingga Kamis petang, dinding panjat telah berdiri. Route setter atau orang yang merancang jalur panjat tebing untuk disiplin lead juga telah memasang pegangan di dinding dan mencoba jalurnya.
Pencahayaan, layar perlombaan, panggung penghargaan, hingga kursi penonton pun telah diatur sedemikian rupa. Direktur Acara Piala Dunia Panjat Tebing Robertus Robet mengatakan, semua persiapan akan selesai pada Kamis malam.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti