Dominasi China dalam kejuaraan bulu tangkis beregu campuran tak tergoyahkan. Untuk ke-14 kalinya, China menjuarai Piala Sudirman.
04 Mei 2025 18:39 WIB · Olahraga
XIAMEN, MINGGU — Korea Selatan memiliki kesempatan yang baik menjuarai Piala Sudirman 2025. Namun, China terlalu kuat hingga sulit dibendung untuk menjadi juara ke-14 kali.
Gelar ke-14 bagi tim bulu tangkis China didapat setelah mengalahkan Korea Selatan, 3-1, dalam final yang berlangsung di depan publik sendiri, di Feng Huang Gymnasium, Xiamen, Minggu (4/5/2025). Tak ada negara lain yang bisa mendekati China dengan 14 gelar dari 16 final tersebut.
Sejak Piala Sudirman diselenggarakan di Jakarta pada 1989, hanya pada tiga penyelenggaraan pertama China tak menembus final. Gelar juara pada final 1989, 1991, dan 1993 selalu diperebutkan Indonesia dan Korea Selatan. Indonesia menang pada edisi pertama, lalu Korea Selatan pada dua edisi berikutnya.
Di Xiamen, Korea Selatan sebenarnya memiliki peluang besar untuk menjadi juara, seperti saat terakhir kali mereka mengalahkan China di final 2017. Meskipun tunggal putra menjadi titik lemah, mereka mempunyai tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, dan pemain-pemain ganda top dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/fa827611c11b8d5c5154b283a3fa9eb8-China_Badminton_Sudirman_Cup_129482504.jpg)
Akan tetapi, materi itu tak cukup kuat untuk mengalahkan China. Korea Selatan hanya bisa meraih poin dari An, pada partai kedua, sehingga final pun berlangsung empat partai. Nomor ganda putra, yang semula dijadwalkan pada partai kelima, tak jadi dimainkan.
Laga ketat hanya terjadi pada ganda campuran yang dimainkan paling awal. Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping bermain tiga gim dengan juara dunia 2023, Seo Seung-jae/Chae Yu-jung, dan menang dengan skor 21-16, 17-21, 21-15.
Pertandingan ini diwarnai kartu merah yang diberikan wasit pada Huang di awal gim ketiga karena dia dinilai memperlambat pertandingan. Huang melakukan toilet break di tengah interval antara gim kedua dan ketiga sehingga awal gim ketiga dimulai terlambat. Seo/Chae, yang sudah bersiap di lapangan, harus menunggu Huang kembali. Kartu merah berakibat pemberian satu poin bagi Seo/Chae.
Setelah kedua tim berbagi kemenangan pada nomor tunggal, Korea Selatan berharap pada ganda putri Lee So-hee/Baek Ha-na yang unggul 5-3 dari Liu Sheng Shu/Tan Ning dan menang dalam pertemuan terakhir mereka. Namun, Lee/Baek kesulitan menghadapi kecepatan permainan Liu/Tan, generasi baru ganda putri China yang memperoleh medali perak Olimpiade Paris 2024. Kemenangan 21-14, 21-17 Liu/Tan membuat Piala Sudirman bertahan di China.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/04/903eebedb3252facec4ced410fa12c70-BADMINTON_CHN_SUDIRMAN_CUP_129460139.jpg)
Terkait Tim Indonesia, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian memberikan evaluasi dilihat dari dua sisi, yaitu hasil dan penampilan atlet. Hasil semifinal tidak sesuai harapan, apalagi Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menyebut target final sebelum tim berangkat ke China.
Meski demikian, ada hal positif dan akan ditindaklanjuti pengurus PBSI sepulang dari China, yaitu performa yang diperlihatkan pemain-pemain muda, seperti Alwi Farhan (19 tahun), Putri Kusuma Wardani (22), dan Mohammad Zaki Ubaidillah (17).
Dalam lima pertandingan yang dijalani Indonesia sejak penyisihan grup hingga semifinal, rotasi pemain dilakukan sesuai kebutuhan. Sebanyak 19 pemain yang berangkat ke Xiamen mendapat kesempatan bertanding.
Debutan dalam tim yang belum banyak pengalaman tampil dalam BWF World Tour, yaitu Zaki dan Ester Nurumi Tri Wardoyo (20), bermain saat melawan Inggris pada pertandingan pertama. Alwi dan Putri tampil baik pada pertandingan penting.
Alwi mengalahkan Anders Antonsen saat Indonesia melawan Denmark dalam perebutan juara grup. Di semifinal, atlet berusia 19 tahun itu membuat posisi Indonesia dan Korea Selatan berimbang 1-1 setelah Indonesia kehilangan partai pertama dari ganda campuran.
Penampilan pemain pelapis tidak jelek. Kepercayaan yang diberikan pada mereka hasilnya baik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/2983e23416efaea1d0f8d828cb47beaf-WhatsApp_Image_2025_05_03_at_18.31.13.jpeg)
Putri meraih tiga kemenangan beruntun, yaitu atas Pusarla V Sindhu (India), Line Hoejmark Kjaersfeldt (Denmark), dan Pornpawee Chochuwong (Thailand), sebelum kalah dari tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young.
Putri menjalankan perannya dengan baik, yaitu sebagai tunggal putri pertama setelah Gregoria Mariska Tunjung mundur dari tim karena sakit. Sektor tunggal putra pun tak diperkuat atlet senior, Anthony Sinisuka Ginting, yang masih memulihkan cedera lengan kanan.
”Penampilan pemain pelapis tidak jelek. Kepercayaan yang diberikan pada mereka, hasilnya baik. Perbedaan Putri dengan pemain nomor satu dunia pun tidak terlalu jauh. Setelah ini, kami harus melakukan evaluasi, program apa yang harus segera dilaksanakan agar level mereka bisa terus meningkat,” tutur Eng Hian.
Muhammad Shohibul Fikri, Daniel Marthin, dan Bagas Maulana juga mendapat kesempatan lebih banyak dibandingkan senior mereka, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, di ganda putra. Fajar/Rian bahkan hanya bermain sekali ketika melawan Inggris.
Meski demikian, tetap ada pekerjaan rumah bagi nomor ini, yaitu segera melahirkan pelapis di bawah Fikri dan kawan-kawan. Saat ini, skuad pelatnas ganda putra hanya memiliki Fajar/Rian, Fikri/Daniel, dan Bagas/Leo Rolly Carnando yang bisa tampil dalam turnamen BWF World Tour.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/25/de9b69046edc71ff59b2fea1c27da9c2-IMG_20250425_WA0004.jpg)
Eng Hian menyebut, pekerjaan rumah lebih banyak ada pada ganda putri dan campuran. Dalam lima pertandingan di Piala Sudirman, ganda campuran hanya memberi satu kemenangan, itu pun saat melawan Inggris.
”Untuk ganda putri, belum ada andalan lagi untuk tampil pada turnamen level Super 500 ke atas. Programnya harus ditingkatkan lagi atau mencari formula baru,” kata mantan pemain ganda putra tersebut.
Becermin dari Piala Sudirman 2025, harapan ada pada atlet-atlet muda untuk membawa pulang Piala Sudirman pada penyelenggaraan berikutnya. ”Saya bangga dengan tim ini. Semangat yang ditunjukkan harus dipertahankan,” ujar Eng Hian.
Hasil final China–Korea Selatan 3-1
Ganda campuran
Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping – Seo Seung-jae/Chae Yu-jung 21-16, 17-21, 21-15
Tunggal putri
Wang Zhi Yi – An Se-young 17-21, 16-21
Tunggal putra
Shi Yu Qi – Jeon Hyeok-jin 21-5, 21-5
Ganda putri
Liu Sheng Shu/Tan Ning – Lee So-hee/Baek Ha-na 21-14, 21-17
Ganda putra
Liang Wei Keng/Wang Chang – Seo Seung-jae/Kim Won-ho (tidak dimainkan)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto