Tim bulu tangkis Indonesia melangkah ke semifinal Kejuaraan Piala Sudirman setelah mengalahkan Thailand. Tantangan berikutnya datang dari Korea Selatan.
02 Mei 2025 21:42 WIB · Olahraga
XIAMEN, JUMAT — Untuk dua kali beruntun, Indonesia dan Thailand bertemu dalam kejuaraan bulu tangkis beregu campuran Piala Sudirman. Kemenangan 3-1 tak hanya membalas kekalahan dua tahun sebelumnya, tetapi juga membawa tim ”Merah Putih” ke semifinal untuk pertama kali sejak Piala Sudirman Nanning 2019.
Kemenangan itu didapat pada perempat final yang berlangsung di Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, Jumat (2/5/2025), setelah Indonesia tertinggal lebih dulu. Tantangan berikutnya akan datang dari Korea Selatan yang mengalahkan Denmark, juga dengan skor 3-1.
Semifinal lain akan mempertemukan China dengan Jepang yang mengalahkan lawan di perempat final dengan skor 3-0. China menang atas Malaysia, sementara Jepang mengalahkan Taiwan.
China, Jepang, dan Korea Selatan adalah tim yang menjadi bagian dari empat besar pada Piala Sudirman Vantaa 2021 dan Suzhou 2023. Jepang lolos ke semifinal untuk keenam kali beruntun, sementara China tak pernah absen dari persaingan empat besar sejak Piala Sudirman pertama kali diselenggarakan di Jakarta pada 1989. Adapun bagi Indonesia, semifinal yang akan dijalani pada Sabtu, mulai pukul 16.00 WIB, menjadi yang pertama setelah tersingkir pada perempat final 2021 dan 2023.
Setelah selalu lolos ke semifinal pada 1989 hingga 2011, perjalanan Indonesia dalam kejuaraan dua tahunan ini naik-turun sejak 2013. Dalam enam edisi antara 2013 dan 2023, atlet-atlet Indonesia tiga kali dihentikan lawan di perempat final dan dua kali di semifinal. Momen paling kelam dialami di Gold Coast 2017 ketika tersingkir pada penyisihan grup untuk pertama kalinya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/b384ec70e737cd277314a2cb797a43cb-WhatsApp_Image_2025_05_02_at_18.22.43.jpeg)
Perjalanan Indonesia berkebalikan dengan Thailand. Meski mengikuti persaingan Piala Sudirman sejak 1989, Thailand lebih sering bersaing di Grup II atau III sebelum Beijing 2005. Ini karena kekuatan Thailand berada dua lapis di bawah negara-negara kuat, seperti China, Korea Selatan, Denmark, termasuk Indonesia.
Sejak 1989 hingga 2019, peserta kejuaraan dibagi ke dalam beberapa grup dengan sistem promosi-degradasi. Hanya tim-tim di Grup I yang bisa bersaing untuk membawa pulang piala. Namun, format berubah sejak 2021 ketika Piala Sudirman hanya diikuti 16 tim terbaik dari berbagai federasi.
Tak sekadar berpartisipasi, Thailand bahkan bisa naik podium dengan menembus semifinal pada 2013, 2017, dan 2019. Thailand lebih baik dari Indonesia yang tersingkir pada perempat final 2013 dan penyisihan grup 2017. Selain itu, Thailand pun mengalahkan Indonesia 3-2 pada penyisihan grup 2023, setelah Indonesia menang telak 5-0 dalam pertemuan pertama yang terjadi pada 1995.
Dengan perkembangan kekuatan bulu tangkis Thailand, pemilihan pemain Indonesia untuk bertanding di perempat final pun tak mudah. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian mengatakan, pemilihan pemain didasarkan pada rekor pertemuan dan kemampuan mereka dalam menyumbangkan poin bagi tim.
Meski demikian, sulit mengandalkan rekor pertemuan untuk menentukan pemain ganda campuran dan tunggal putri. Dari enam pemain ganda campuran dalam tim, hanya formasi Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti yang pernah melawan Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, tetapi mereka pun selalu kalah dalam dua pertemuan.
Selain itu, Fadia lebih dibutuhkan bermain pada sektor ganda putri. Maka, Indonesia kembali menurunkan Rinov Rivaldy/Gloria Emanuelle Widjaja seperti ketika melawan Denmark pada penyisihan grup, sehari sebelumnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/df4f230a81def66f4429d9025e2a776b-WhatsApp_Image_2025_05_02_at_17.15.55.jpeg)
Pada tunggal putri, Putri Kusuma Wardani tak pernah menang dari delapan pertemuan dengan Pornpawee Chochuwong. Dari delapan persaingan itu, Putri tujuh kali kalah dalam dua gim.
Tak hanya itu, beban Putri bertambah karena dia bermain ketika Indonesia tertinggal 0-1. Seperti saat mengalahkan India dan Denmark, masing-masing dengan skor 4-1, Indonesia kehilangan nomor ganda campuran yang dimainkan pada partai pertama. Rinov/Gloria kalah dari Puavaranukroh/Paewsampran 10-21, 15-21.
Rinov dan Gloria mengatakan, mereka tak bisa mengatasi tekanan yang dirasakan karena belum menyumbangkan kemenangan bagi tim. Itu berpengaruh pada menurunnya penampilan saat perempat final.
Meski memasuki lapangan dalam posisi Indonesia tertinggal, Putri tak terbeban. Seperti pernah diutarakan dalam latihan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, atlet berusia 22 tahun ini justru senang saat mendapat kesempatan bermain dalam ajang beregu. Dia pun bisa menikmati pertandingan dan mengeluarkan semua kemampuan.
Apa yang dirasakannya itu terlihat saat melawan Chochuwong. Dia bisa mengontrol permainan sejak awal, membuat Chochuwong kesulitan mengantisipasi serangan yang dirancang Putri dengan sabar.
Putri sempat tegang dan panik ketika lawannya mendekat, dari ketertinggalan 4-16 menjadi 17-18. Putri bisa kembali fokus pada permainan ketika pelatihnya Imam Tohari dan mantan atlet, Shendy Puspa Irawati, yang mendampingi di lapangan, mengingatkan untuk tidak memikirkan poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/9722dc49745cf64e4eaf8b49051169ea-WhatsApp_Image_2025_05_02_at_18.22.23.jpeg)
Setelah merebut gim pertama dan bermain ketat pada awal hingga menjelang interval gim kedua, Putri menang 21-18, 21-14. Hasil ini membalas kekalahan Putri dari Chochuwong saat mereka bertemu pada penyisihan Piala Sudirman 2023.
Kemenangan Putri, pada nomor yang peluangnya lebih besar menjadi milik Thailand itu, menghindarkan Indonesia dari ketertinggalan lebih jauh. Jonatan Christie, yang bermain pada partai ketiga, memberi apresiasi besar pada rekannya itu.
”Saya dan semua anggota tim pasti bangga dengan dia. Rasa ingin menang dan perjuangannya luar biasa. Putri menunjukkan bahwa beregu ini bukan hanya untuk dia, melainkan untuk tim,” kata Jonatan yang berperan sebagai kapten tim Indonesia.
Apa yang diperlihatkan Putri memberi tambahan motivasi bagi Jonatan saat melawan Kunlavut Vitidsarn. Pemain Indonesia ranking keenam dunia tersebut membutuhkan tambahan motivasi itu karena kalah dari Vitidsarn di depan publik sendiri saat tampil pada final Indonesia Masters di Jakarta, Januari.
Selain itu, performa Vitidsarn pada tahun ini lebih baik dari Jonatan. Vitidsarn menjuarai Indonesia Masters dan menjadi juara Asia, sementara hasil terbaik Jonatan adalah semifinal Indonesia Masters. Statistik ini memperlihatkan bahwa Vitidsarn memiliki peluang menang yang lebih besar.
Jonatan juga membawa memori saat berjumpa Vitidsarn di Piala Sudirman. Seperti Putri, tunggal putra nomor satu Indonesia itu bertemu lawan yang sama saat Indonesia melawan Thailand di Suzhou 2023 dan Xiamen 2025. Dua tahun lalu, Jonatan kalah setelah unggul 18-14 pada gim ketiga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/02/5335b0ba140410d06ae5abf5160237ba-WhatsApp_Image_2025_05_02_at_19.23.03.jpeg)
Dia menghindari momen di Suzhou terulang dengan kemenangan 21-9, 22-20. Jonatan membawa Indonesia unggul 2-1 setelah tertinggal 8-16 pada gim kedua. ”Setiap satu poin sangat berharga. Saat tertinggal jauh, saya tetap mencari cara untuk bangkit dan mendapat poin,” kata Jonatan.
Kemenangan sang kapten membuat suasana tim Indonesia semakin meriah. Rehan dan Dejan menabuh drum, sementara anggota tim yang lain bernyanyi sambil membunyikan terompet.
Suasana ini berlanjut sepanjang partai keempat ketika Fadia bermain bersama Lanny Tria Mayasari untuk melawan Jhenicha Sudjaipraparat yang berpasangan dengan pemain putri paling berpengalaman dalam nomor ganda, Sapsiree Taerattanachai. Dalam pertandingan yang diwarnai reli panjang pada beberapa perebutan poin, salah satunya berlangsung hingga 160 pukulan, Fadia/Lanny menang 21-14, 21-18.
Namun, perjalanan belum usai meski Indonesia telah melewati pencapaian pada dua Piala Sudirman terakhir. Jonatan dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Korea Selatan yang memiliki kekuatan tangguh dengan adanya tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young. Selain itu, empat kali juara Piala Sudirman ini diperkuat pemain top dunia pada semua sektor ganda.
China - Malaysia 3-0
Jepang - Taiwan 3-0
Korea Selatan - Denmark 3-1
Indonesia - Thailand 3-1
Ganda campuran
Rinov Rivaldy/Gloria Emanuelle Widjaja - Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, 10-21, 15-21
Tunggal putri
Putri Kusuma Wardani - Pornpawee Chochuwong, 21-18, 21-14
Tunggal putra
Jonatan Christie - Kunlavut Vitidsarn, 21-9, 22-20
Ganda putri
Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari - Jhenicha Sudjaipraparat/Sapsiree Taerattanachai, 21-14, 21-18
Ganda putra
Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana - Dechapol Puavaranukroh/Pakkapon Teeraratsakul (tidak dimainkan)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra