Perancis kalah dari China dalam final kejuaraan bulu tangkis Piala Thomas. Meski demikian, hasil tersebut menjadi prestasi terbaik bulu tangkis Perancis.
04 Mei 2026 12:18 WIB · Olahraga
Tankapan layar laman BWF
China sebagai tim putra terbaik dan Korea Selatan yang berjaya dalam persaingan tim putri menjadi cerita akhir dalam kejuaraan bulu tangkis Piala Thomas dan Uber 2026. Namun, cerita lebih besar kejuaraan beregu tersebut dibuat oleh tim putra Perancis.
Tim putra Perancis dikalahkan China dengan skor 1-3 dalam final Piala Thomas di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Minggu (3/5/2026). Dengan skor yang sama, An Se-young dan kawan-kawan merebut Piala Uber dari China.
”An telah menyulut api di partai pertama. Saya berterima kasih kepada Jeong Na-eun yang sudah bermain bersama saya. Kim Ga-eun bermain dalam laga sulit dan bisa menang, saya bangga kepadanya. Kim Hye-jeoung dan Baek Ha-na juga fantastis,” ujar atlet ganda putri Korea selatan, Lee So-hee, dalam laman resmi BWF.
Kemenangan An atas Wang Zhi Yi pada partai pertama menjadi kunci antara Korea Selatan dan China yang memiliki kekuatan merata. Setelah kehilangan ganda putri pada partai kedua, Kim Ga-eun mengalahkan Chen Yu Fei yang lebih diunggulkan. Adapun kemenangan ketiga diraih Baek Ha-na/Kim Hye-jeong.
Berbeda dengan Korea Selatan, tim putra Perancis kehilangan dua dari tiga partai tunggal yang menjadi andalan. Padahal, trio Christo (24) Popov, Alex Lanier (21), dan Toma Junior Popov (27), selalu menjadi senjata Perancis ketika menyingkirkan Indonesia, Jepang, dan India di penyisihan grup, perempat final, lalu semifinal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/04/bc20e2795961977e8751b799a4d5710c-Screen_Shot_2026_05_04_at_07.08.46.png)
Perancis kehilangan laga pertama dan ketiga dari kekalahan Popov bersaudara dalam laga ketat. Christo kalah dari Shi Yu Qi 16-21, 21-16, 17-21 dalam pertandingan selama 1 jam 25 menit. Toma dikalahkan Weng Hong Yang setelah bertanding lebih lama, 1 jam 36 menit, 20-22, 22-20, 19-21. Hanya Lanier, bermain di laga kedua, yang menang atas Li Shi Feng dengan skor 13-21, 10-21.
Dalam pertandingan di antara sesama ganda kedua, Eloi Adam/Leo Rossi tak cukup kuat untuk mengalahkan He Ji Ting/Ren Xiang Yu hingga kalah 13-21, 16-21. China menjuarai Piala Thomas untuk ke-12 kali, mendekati Indonesia yang juara 14 kali.
Meskipun kalah, Perancis telah menorehkan prestasi terbesar di arena bulu tangkis, cabang yang berkembang di negara itu sejak 30-an tahun lalu. Sebagai kejuaraan beregu putra dan putri yang selevel dengan Kejuaaraan Dunia dalam persaingan perorangan, persaingan dalam Piala Thomas dan Uber menjadi tolok ukur kekuatan setiap negara dalam semua nomor putra dan putri. Tak hanya untuk atlet nomor satu, tetapi juga untuk para atlet pelapis.
Perancis mendatangkan pelatih-pelatih terbaik di Eropa, seperti Fernando Rivas yang membawa Carolina Marin meraih emas Olimpiade.
Medali perak di Horsens 2026 didapat tak berselang lama setelah Perancis lolos ke putaran final Piala Thomas untuk pertama kalinya di New Delhi 2014 dan mencapai perempat final. Setelah itu, tim Perancis tersingkir pada penyisihan grup Piala Thomas di Kunshan 2016, lalu mencapai perempat final lagi di Bangkok 2018.
Piala Thomas Aarhus 2020 menjadi awal dari generasi seperti di Horsens dengan Popov bersaudara dan Lanier sebagai kekuatan utama. Namun, mereka dijegal Denmark, Korea Selatan, dan Jerman, di penyisihan grup.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/59e41e3b05206380152ee945534f439f-Screen_Shot_2026_05_02_at_07.44.18.png)
Di Chengdu 2024, Perancis tak ikut bersaing meskipun seharusnya bisa tampil sebagai finalis Kejuaraan Eropa. Perancis memutuskan tidak mengirimkan tim putra dan putri dengan alasan mempersiapkan diri untuk ajang yang lebih besar, Olimpiade Paris 2024.
”Jika pada awal kejuaraan Anda mengatakan bahwa kami akan ke final, saya tidak akan memercayainya. Sulit rasanya untuk menjelaskan perasaan dengan kata-kata. Kami mengerahkan semuanya,” ujar Toma dalam laman resmi BWF setelah mengalahkan Jepang di semifinal.
Banyak yang menyebut bahwa sejak 2025, bulu tangkis Perancis mencapai masa keemasan. Namun, Lanier berpendapat penilaian itu terlalu dini.
”Yang pasti, bulu tangkis Perancis berkembang di semua aspek. Banyak staf profesional, struktur yang semakin baik, atlet muda pun semakin banyak. Penampilan kami pada saat ini cukup baik, tetapi Perancis punya generasi muda yang juga bagus. Kami tidak hanya menjadi penonton atlet-atlet Asia lagi,” kata Lanier menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Paris, Agustus 2025.
Kejuaraan Dunia 2025 menjadi ajang besar bulu tangkis di Perancis, setahun setelah penggemar bulu tangkis negara tersebut menyaksikan bintang-bintang dunia di Olimpiade Paris 2024. Dua momen itu membuat bulu tangkis semakin digemari dan telah menjadi olahraga raket favorit kedua di Perancis setelah tenis.
Sebelum Piala Thomas 2026, atlet-atlet Perancis unjuk diri dalam persaingan perorangan, sejak yunior. Christo menjadi finalis Kejuaraan Dunia Yunior 2019. Atlet yang menghentikannya menjadi juara adalah bintang Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Pada ajang tersebut, pemain Indonesia, Yonatan Ramlie, mencapai semifinal.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/25/d9072315-1e41-46ef-bb03-7a25da73de56_jpg.jpg)
Lanier juga unjuk gigi sejak era yunior ketika meraih perunggu Kejuaraan Dunia 2023, yaitu saat Alwi Farhan menjadi juara. Bersama Ayush Shetty (India), yang juga meraih perunggu di ajang yang sama, Lanier dan Farhan tampil di Piala Thomas 2026.
Dalam persaingan BWF World Tour, Lanier menjuarai ajang level tinggi, Jepang Terbuka Super 750 pada 2025. Pada tahun yang sama, Christo meraih gelar di ajang lebih bergengsi Final BWF. Kejuaraan ini hanya diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor, berdasarkan penampilan sepanjang tahun. Mereka melampaui senior mereka, Toma, yang hanya memiliki gelar Spanyol Masters Super 300 pada 2021.
Sejak Agustus 2025, Christo, Lanier, dan Toma berada di jajaran ranking 20 besar dunia. Lanier bahkan sudah berada di posisi sepuluh besar sejak Maret 2025 diikuti Christo, yaitu pada September.
Rekan mereka yang bermain pada nomor ganda campuran, Thom Gicquel/Delphine Delrue, juga membuat sejarah saat meraih perunggu Kejuaraan Dunia 2025. Gicquel/Delrue menjadi wakil Perancis kedua yang mendapat medali pada ajang tersebut setelah tunggal putri, Pi Hongyan, pada 2009.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/16/fa874852-3163-4809-b028-9460c5f8bf66_jpg.jpg)
Pi menyebutkan salah satu faktor yang membuat bulu tangkis Perancis berkembang, yaitu keberadaan pelatih yang mumpuni. ”Perancis mendatangkan pelatih-pelatih terbaik di Eropa, seperti Fernando Rivas yang membawa Carolina Marin meraih emas Olimpiade. Perancis juga berinvestasi besar dalam pendidikan pelatih. Struktur untuk memantau atlet-atlet muda juga semakin baik,” kata Pi dikutip dari Xinhua, Agustus 2025.
Nama besar lain yang membantu berkembangnya bulu tangkis Perancis adalah Peter Gade. Mantan tunggal putra nomor satu dunia asal Denmark ini menjadi pelatih nasional dan direktur performa atlet di Federasi Bulu Tangkis Perancis (FFBad) pada 2015-2018.
Meskipun atlet-atlet senior berstatus sebagai atlet profesional, seperti umumnya atlet bulu tangkis Eropa, FFBad turut membantu mereka. Toma mengatakan, atlet profesional bisa memiliki akses ke pelatih fisik, pelatih mental, dan staf pendukung lainnya dari federasi.
”Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian pada bulu tangkis Perancis meningkat. Anggaran bertambah, program untuk tim nasional juga diperkuat. Kami pun punya akses ke sana,” tutur Toma.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/01/7d8cf6ae-6164-4bc9-88e1-fc669024074f_jpg.jpg)
Direktur Teknis FFBad Cyrille Grombowicz menuturkan, sejak bulu tangkis berkembang di Perancis sekitar 30 tahun lalu, perkembangannya cukup signifikan. Salah satu indikatornya adalah jumlah atlet terdaftar di federasi yang berjumlah 3.000-an pada akhir 1970-an menjadi 250.000 orang pada saat ini.
”Indikator lain adalah jumlah klub yang semakin banyak. Saat ini, ada lebih dari 2.000 klub dibandingkan 100 klub pada era 1970-an. Kami terus berusaha meningkatkan semua aspek. Setelah Olimpiade Los Angeles 2028, mungkin akan menjadi era terbaik bulu tangkis Perancis. Target kami adalah menjadi bagian dari delapan negara besar bulu tangkis,” kata Grombowicz dalam Channel News Asia, Februari 2026.
Performa Lanier dan Popov bersaudara selama setahun terakhir, termasuk momen Piala Thomas 2026, bisa membuat target seperti yang dikatakan Grombowicz terwujud. Seperti dikatakan Gade, atlet-atlet terbaik saat ini menjadi panutan untuk generasi muda. ”Perancis beruntung punya atlet-atlet kuat yang bisa menjadi contoh untuk generasi berikutnya,” katanya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan