Opta hanya jagokan PSG juara Liga Champions sebesar 25,7 persen, masih di bawah kans Barcelona. Dengan performa terbaik dalam sejarah, PSG optimistis akhiri dahaga.
16 Apr 2025 15:37 WIB · Olahraga
Setelah memastikan satu tempat di babak semifinal, Paris Saint-Germain seakan merengkuh pole position pada balapan menyentuh garis akhir untuk naik ke podium juara Liga Champions edisi 2024-2025. Performa konsisten dan fokus yang terpusat di kompetisi antarklub Eropa merupakan keunggulan ”Les Parisiens” di antara pesaing lainnya.
Di musim kedua bersama pelatih asal Spanyol, Luis Enrique, PSG menjadi tim dengan kekuatan kolektif paling berbahaya. Tidak ada bintang tunggal yang menjadi poros permainan PSG selepas ditinggal Kylian Mbappe hijrah ke Real Madrid, klub impiannya, pada musim panas 2024.
Tanpa pemegang rekor pencetak gol terbanyak dalam sejarah klub itu, PSG justru mampu mencatatkan performa tersubur dalam partisipasi Liga Champions. Sudah 30 gol dicetak oleh PSG hingga babak perempat final Liga Champions. Mereka menghasilkan rerata 2,1 gol per laga.
Kuantitas gol itu sudah melebihi koleksi 27 gol yang pernah dikoleksi pada musim 2017-2018. Tentu, catatan gol PSG bisa terus bertambah minimal pada dua pertandingan semifinal.
Lini serang yang tampil kolektif menjadi kekuatan PSG musim ini. Ousmane Dembele adalah wajah baru di lini depan PSG. Namun, Dembele tidak menjadi sentra permainan PSG. Ia dapat membagi peran dengan dua pemain muda, Bradley Barcola dan Desire Doue.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/16/31250c74eb7f4a80a47351e53bac75be-Britain_Soccer_Champions_League_3_.jpg)
Peran penyerang sayap anyar yang didatangkan pada paruh musim ini dari Napoli, Kvicha Kvaratskhelia, tidak kalah pentingnya bagi PSG, terutama pada fase gugur Liga Champions.
Penampilan kolektif para penyerang itu membantu PSG mengoleksi catatan 19 persen tembakan yang berbuah gol. Angka itu meningkat pesat dari 11 persen pada musim 2023-2024. Persentase itu juga lebih tinggi dari rerata 14 persen akurasi tembakan yang dikonversi gol pada dua musim periode 2021-2023 ketika PSG dihuni trisula Mbappe, Lionel Messi, dan Neymar Jr.
Identitas permainan menyerang PSG juga tidak memudar. Pada kompetisi Eropa musim ini, mereka mencatatkan 64 persen penguasaan bola per laga. Persentase yang sama dengan musim lalu.
Namun, pemain-pemain PSG menampilkan akurasi operan yang sedikit membaik. Sebanyak 90 persen operan dari 9.449 operan yang mereka sajikan tepat sasaran. Itu membuat PSG sebagai tim dengan koleksi umpan akurat tertinggi di Liga Champions musim ini, yaitu 8.551 umpan tepat sasaran.
Dari sisi bertahan, performa PSG mencatatkan perbaikan dibandingkan musim lalu. Mereka mencatatkan 52 persen kemenangan duel. Terakhir kali PSG mengoleksi tingkat kemenangan duel di atas 50 persen di Eropa tercipta ketika masih diasuh Thomas Tuchel pada periode 2018 hingga 2020.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/16/2949cc6a7a6c89be62989a14fa8eb6e6-Britain_Soccer_Champions_League_5_.jpg)
Kepiawaian PSG untuk melakukan high pressing juga dibarengi dengan 629 kali melakukan ball recoveries alias pemulihan penguasaan bola. Belum ada tim lain di Liga Champions musim ini yang mencatatkan pemulihan penguasaan bola mencapai 600 kali.
”Untuk tim yang mayoritas dihuni pemain muda seperti kami, capaian kami musim ini sangat impresif. Setiap pertandingan memberikan pelajaran bagi kami untuk berkembang,” ujar Enrique memberikan rangkuman bagi penampilan timnya di Liga Champions musim ini setelah menjalani laga kedua kontra Aston Villa di Villa Park, Rabu (16/4/2025) WIB, dilansir BBC.
Pada musim ini, Enrique membangun tim termuda dalam sejarah PSG. Mereka memiliki skuad dengan rata-rata usia hanya 23,8 tahun.
Disinggung tentang superioritas PSG dalam sejumlah catatan statistik pada musim ini, Enrique mengakui, memperhatikan detail amat penting dalam persaingan Liga Champions. Menurut Enrique, hal-hal kecil sangat penting untuk membantu tim memenangi pertandingan dan terus melaju.
”Kompetisi (Liga Champions) ini sungguh luar biasa. Anda harus mampu mengatur banyak hal dan selalu sulit ketika menjalani laga tandang. Kami mendominasi sejak menit pertama, tetapi kami harus membayar mahal kesalahan kecil. Hal terpenting adalah kami lega bisa lolos ke semifinal,” ucap Enrique yang mempersembahkan treble winner kepada Barcelona pada musim 2014-2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/16/173cdee986a7cd7a0c46bfe3911d254e-Britain_Soccer_Champions_League_2_.jpg)
Satu hal lainnya yang membantu PSG bisa semakin dekat meraih trofi ”Si Kuping Besar” pertama adalah jaminan penampilan gemilang dari kiper Gianluigi Donnarumma.
Dua laga tandang di Inggris pada dua babak terakhir, yakni Liverpool pada babak 16 besar dan Aston Villa di fase perempat final, adalah bukti kiper asal Italia itu mampu memberikan jaminan bagi PSG untuk menjaga keunggulan.
Donnarumma menghasilkan lima penyelamatan untuk menjaga kemenangan agregat 5-4 PSG atas Villa. Sebelumnya, pemain lulusan akademi AC Milan itu melakukan dua penyelamatan pada babak adu penalti ketika menyingkirkan Liverpool.
”Ia (Donnarumma) melakukan beberapa penyelamatan menawan,” tutur Ezri Konsa, bek Villa, yang mencetak gol ketiga sekaligus sempat membuka harapan Villa untuk membalikkan skor agregat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/16/f52f9d2c1fc121a6866df03dd0f638a3-Britain_Soccer_Champions_League_6_.jpg)
Di luar performa tim dan individu yang lebih meningkat, PSG juga memiliki keuntungan dibandingkan tiga tim lain yang bertarung di babak semifinal. Mereka sudah memastikan gelar juara Liga Perancis sehingga konsentrasi primer ”Les Parisiens” sudah di Liga Champions.
PSG telah memastikan sapu bersih gelar domestik musim ini yang terdiri dari Liga Perancis, Piala Liga, dan Piala Super. Satu trofi Liga Champions akan memasukkan PSG ke dalam daftar emas klub-klub peraih tiga trofi mayor dalam satu musim, seperti Barcelona, Manchester City, Manchester United, Bayern Muenchen, dan Inter Milan.
Enrique pun berpeluang mengikuti jejak sahabatnya, Pep Guardiola, yang mempersembahkan treble winner untuk dua tim berbeda. Keduanya adalah juru latih yang memberikan Barca prestasi monumental itu. Guardiola sudah mengulangi capaian itu bersama City pada 2022-2023.
”Kami merasakan semakin baik dan kian membaik di setiap pertandingan. Ada keyakinan di dalam tim bahwa kami bisa mengerahkan segalanya untuk memenangi trofi (Liga Champions) pada musim ini,” tutur bek dan kapten PSG Marquinhos, yang memegang rekor penampilan terbanyak klub, seperti dikutip laman UEFA.
Allez, Paris!
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji