Jika tidak sekarang, kapan lagi Portugal berpeluang juara? Mumpung masih ada Cristiano Ronaldo dan banyak pemain bintang. Usia hanyalah angka.
10 Jun 2026 07:30 WIB · Olahraga
AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA
Fisikawan Albert Einstein mengatakan, waktu adalah ilusi atau khayalan. Teori itu berlaku pada Cristiano Ronaldo (41), yang akan kembali menggocek bola di Piala Dunia 2026. Waktu tampaknya tak mampu menggerus raga Ronaldo.
Pelatih Portugal Roberto Martinez, Selasa (19/5/2026), mengumumkan nama 27 pemain, termasuk Ronaldo. Satu nama lagi ditambahkan Martinez, yaitu Diogo Jota, yang meninggal akibat kecelakaan mobil, Juli 2025, sebagai penghormatan.
Ronaldo akan menjadi pemain yang tampil dalam enam kali Piala Dunia. Ronaldo telah bermain 226 kali bersama timnas dan mencetak 143 gol. Dia satu-satunya pemain yang bisa mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia.
Dalam wawancara dengan CNN, November silam, Ronaldo menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 akan jadi aksi pemungkas dirinya di ajang Piala Dunia. Cita-cita Ronaldo pada penampilan terakhirnya tentu adalah mempersembahkan gelar juara bagi Portugal. Sudah delapan kali ”Selecao das Quinas” tampil di Piala Dunia, tetapi belum pernah juara.
Prestasi terbaik Portugal adalah peringkat ketiga edisi 1966. Pada edisi 2006 yang merupakan debut Ronaldo, Portugal tersingkir di babak semifinal dan akhirnya harus puas di peringkat keempat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/09/85d01ad5d96b9ca6cb2ea743b2542d75-Portugal_Chile_Soccer.jpg)
Di edisi 2010 dan 2018, Portugal hanya sampai babak 16 besar. Tahun 1986, 2002, dan 2014 adalah yang terburuk karena mereka harus angkat koper di babak grup. Lalu, pada 2022, Ronaldo dan kawan-kawan terjegal di perempat final.
Martinez memanggil Joao Felix yang bermain di Al-Nassr bersama Ronaldo. Sejumlah pemain yang bermain di liga Eropa masuk daftar skuad Martinez, antara lain Bernardo Silva (Manchester City), Bruno Fernandes (Manchester United), Rafael Leao (AC Milan), dan para pemain Paris Saint-Germain, yaitu Nuno Mendes, Vitinha, Joao Neves, dan Goncalo Ramos.
Mengutip The Athletic, Ramos dan Felix adalah duet terbaik di tengah meskipun posisi ideal untuk Felix adalah wing man alias penyerang sayap untuk mengawal Ronaldo. Felix, bukan Ronaldo, yang mencetak 20 gol dan 13 asis pada musim pertamanya di Arab Saudi serta terpilih sebagai pemain terbaik Liga Arab Saudi.
Kami boleh bermimpi, ya, dan menjadi tim calon (juara), tetapi bukan sebagai tim favorit.
Portugal masih memiliki Leao sebagai pelapis Ronaldo walaupun menit bermainnya di AC Milan tidak maksimal. Namun, Leao memiliki kecepatan dan penyelesaian akhir yang tajam. Martinez bisa memasang Leao sebagai striker kedua dalam formasi 3-5-2 atau satu striker dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1.
Pilihan lainnya adalah Ramos meskipun dia bukan striker utama PSG. Ramos memiliki catatan positif saat tampil di Piala Dunia 2022. Ramos juga sedang disiapkan sebagai penerus Ronaldo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/02/4d7a2ffea33b5d8891f9d76663aff050-FBL_WC_2026_POR_TRAINING_138709401.jpg)
Ruben Dias (Manchester City) dan Mendes akan menjadi benteng pertahanan bersama kiper utama Diogo Costa (Porto). Sementara di sektor tengah, Vitinha, Fernandes, dan Silva adalah penjamin kelancaran aliran bola.
Kejutan dari Martinez adalah dipanggilnya penyerang Goncalo Guedes (Real Sociedad), meskipun empat tahun absen dari timnas, dan gelandang bertahan Samuel Costa (Mallorca). Lalu, untuk berjaga-jaga, Martinez memanggil Ricardo Velho yang bermain di tim Liga Turki, Genclerbirligi, sebagai kiper keempat.
Masih sulit menggeser peran Ronaldo sebagai penyerang utama. Martinez pun masih percaya pada kemampuan Ronaldo. Selama dua musim bermain di Al-Nassr, Ronaldo adalah pencetak gol terbanyak.
Dia mencatatkan 25 gol dalam 30 penampilan pada musim 2024-2025. Pada musim 2025-2026, Ronaldo mencetak 28 gol. Terbaru, Ronaldo melesakkan dua gol yang membawa Al-Nassr juara liga, Jumat (22/5/2026), tiga hari setelah Martinez mengumumkan skuad Portugal.
Catatan gol Ronaldo dalam semua pertandingan resmi mungkin tidak akan pernah bisa ditandingi. Menurut data ESPN, peraih lima kali Ballon d’Or itu telah mencetak 973 gol dari total 1.320 laga atau rasio gol 0,74 per laga. Dua gol terakhir yang dicetak Ronaldo untuk Al-Nassr adalah gol ke-972 dan ke-973.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/02124cab006382c9a42e03b700918ade-AFP_B3NF7WC.jpg)
Menurut Martinez, Ronaldo adalah satu pemain dengan dua peran. Pertama, sebagai ikon sepak bola dunia. Kedua, sebagai pemain, kapten, yang ingin juara seperti pemain lainnya.
”Kami ingin dia (Ronaldo) melanjutkan (perannya) dengan tanggung jawab dan kepemimpinan yang sama di dalam ruang ganti pemain,” ujar Martinez.
Bermodal pemain bintang, juara grup di babak kualifikasi, dan juara Liga Nasional 2025 dengan mengalahkan Jerman di semifinal dan Spanyol di final, Portugal adalah salah satu tim elite di Piala Dunia.
Martinez pun mengakui, dilihat dari kualitas pemain ditambah semangat yang tengah berkobar-kobar, tim asuhannya layak bermimpi menjadi juara. ”Kami boleh bermimpi, ya, dan menjadi tim calon (juara), tetapi bukan sebagai tim favorit,” ujarnya.
Martinez sengaja menyebut timnya sebagai calon juara, bukan favorit juara. Menurut pandangannya, di ajang Piala Dunia, hanya tim yang pernah juara layak disebut sebagai tim favorit.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/c2e83872321ef55140c06339fe89a746-20260604_ANU_Top_Skor2_Piala_Dunia_mumed.jpg)
Fernandes juga ingin membantu Ronaldo mengangkat trofi pada momen terakhirnya di Piala Dunia. ”Menutup semua ini di Piala Dunia terakhir dengan Cristiano (Ronaldo) sebagai pemenangnya akan menjadi sesuatu yang luar biasa,” kata Fernandes dalam sebuah wawancara BBC, April lalu.
”Saya sangat berharap kami bisa mewujudkannya, bukan hanya untuk Portugal, melainkan untuk semua yang telah diberikan Cristiano kepada sepak bola dan dunia,” kata gelandang Portugal dan kapten Manchester United itu. (AP/REUTERS)
Skuad Portugal:
Kiper: Diogo Costa (Porto), José Sá (Wolverhampton Wanderers), Rui Silva (Sporting Lisabon), Ricardo Velho ( Gençlerbirliği)
Bek: Rúben Dias (Manchester City), João Cancelo (Barcelona), Diogo Dalot (Manchester United), Nuno Mendes (Paris Saint-Germain), Nélson Semedo (Fenerbahce), Matheus Nunes (Manchester City), Gonçalo Inacio (Sporting Lisbon), Renato Veiga (Villarreal), Tomás Araújo (Benfica)
Gelandang: Bruno Fernandes (Manchester United), Bernardo Silva (Manchester City), Vitinha (PSG), João Neves (PSG), Rúben Neves (Al Hilal), Samú Costa (Mallorca)
Penyerang: Cristiano Ronaldo (Al-Nassr), Rafael Leão (AC Milan), João Félix (Al-Nassr), Gonçalo Ramos (PSG), Pedro Neto (Chelsea), Francisco Conceição (Juventus), Gonçalo Guedes (Real Sociedad), Francisco Trincão (Sporting Lisbon).
Pelatih: Roberto Martinez
Penulis:
Wisnu Aji DewabrataEditor:
Prasetyo Eko Prihananto, Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji