Potensi Saling Bunuh Wakil Sebangsa di Babak ”Playoff” Liga Champions

Duta tiga negara, yakni Perancis, Italia, dan Belanda, berpotensi saling jegal di babak ”playoff”. PSG optimistis bisa menaklukkan rival sebangsa demi ke 16 besar.

30 Jan 2025 13:02 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

STUTTGART, KAMIS — Perasaan bahagia menyelimuti Pelatih PSG Luis Enrique beserta pasukannya setelah mereka meninggalkan Stadion Mercedes-Benz Arena, Jerman, seusai melibas pemilik markas, VfB Stuttgart, 4-1, di gim pamungkas babak awal Liga Champions 2024-2025, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB. Kepercayaan diri ”Les Parisiens” menyambut babak playoff meninggi karena mereka akan menantang pesaing domestik.

PSG duduk di peringkat ke-15 klasemen akhir fase liga Liga Champions musim ini. Itu artinya mereka akan menghadapi tim penghuni posisi ke-17 atau ke-18. Dua tim yang menduduki peringkat itu adalah sesama wakil Liga Perancis, yaitu AS Monaco (peringkat ke-17) dan Brest (ke-18).

Setelah menjalani 19 pekan musim ini di Liga Perancis, PSG adalah tim yang belum terkalahkan. Mereka mengemas 14 kemenangan dan lima kali ditahan imbang. Tak heran, PSG amat dominan di kompetisi domestik dengan keunggulan 10 poin di puncak klasemen dari pesaing terdekat, Olympique de Marseille.

Calon lawan PSG di babak playoff memiliki perjalanan musim kompetisi domestik yang berbeda. Monaco tampil lebih konsisten dibandingkan Brest karena mampu bersaing di zona tiga besar. Adapun Brest masih tertahan di papan tengah, tepatnya peringkat kedelapan.

Kiper Paris Saint-Germain, Gianluigi Donnarumma, menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain VfB Stuttgart pada laga Liga Champions di Stuttgart, Jerman, Kamis (30/1/2025) dini hari WIB. PSG menang 4-1 untuk melaju ke babak ”playoff”.

Keyakinan PSG bisa melaju ke babak 16 besar cukup besar juga ditengarai rekor pertemuan dengan dua tim itu di musim ini. Ousmane Dembele dan kawan-kawan sudah dua kali menaklukkan Monaco. Mereka unggul 4-2 atas Monaco pada gim tandang di liga, kemudian gol tunggal Dembele membantu Les Parisiens memenangi duel perebutan trofi Piala Super Perancis, 5 Januari lalu, di Qatar.

PSG juga sudah mengalahkan Brest, 3-1, pada pertemuan pertama di Liga Perancis musim ini. Jika dalam hasil undian babak playoff, Jumat (31/1/2025) pukul 18.00 WIB, di Nyon, Swiss, mempertemukan PSG dengan Brest, kedua tim akan menjalani laga simulasi pada laga pekan ke-20 Liga Perancis yang berlangsung di kandang Brest, Stadion Francis-Le Ble, Sabtu (1/2/2025) besok.

infografik Simulasi Fase Gugur Liga Champions

Presiden PSG Nasser al-Khelaifi menyambut positif perjalanan timnya yang mampu bangkit pada dua gim terakhir untuk menyegel tiket ke babak playoff. Al-Khelaifi mengakui Liga Champions memiliki dimensi dan level tantangan yang berbeda dibandingkan kompetisi domestik sehingga PSG wajib tampil tanpa cela untuk mengejar ambisi di Eropa.

”Kami tahu kompetisi (Liga Champions) ini selalu sulit. Kami akan menghadapi tim Perancis dan kami akan mempersiapkan diri untuk menjalani pertandingan playoff,” kata Al-Khelaifi kepada PSG TV.

Meskipun akan menghadapi lawan yang relatif telah dikenal, perjalanan PSG di fase gugur akan menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit apabila bisa lolos ke babak 16 besar. Sesuai bagan, PSG akan ditunggu Liverpool atau Barcelona, dua tim teratas di babak penyisihan, pada perdelapan final.

Derbi Italia

Pertarungan antartim satu negara juga berpeluang dihadapi AC Milan dan Juventus. Kedua tim paling berpengaruh di Italia itu berpotensi saling mengalahkan di babak playoff.

Milan yang berada di peringkat ke-13 pada klasemen akhir akan menghadapi salah satu tim penghuni peringkat ke-19 dan ke-20. Feyenoord duduk di peringkat ke-19, sedangkan posisi ke-20 ditempati Juventus seusai dilibas Benfica 0-2 di Stadion Allianz Arena, Italia, pada laga pamungkas babak penyisihan.

Croatia Soccer Champions League

Kans laga ulangan final Liga Champions edisi 2002-2003 itu tercipta sebesar 50 persen. Jika saling jumpa di babak playoff, itu akan menjadi duel pertama Milan dan Juve di kompetisi antarklub Eropa sejak laga perebutan trofi ”Si Kuping Besar” yang berlangsung 22 tahun lalu di Stadion Old Trafford, Inggris.

Menariknya, Pelatih Milan Sergio Conceicao dan Pelatih Juve Thiago Motta sama-sama memberikan catatan kepada performa timnya akibat menelan kekalahan pada laga terakhir. Juve kalah di kandang dari Benfica, sedangkan Milan tumbang 1-2 dari Dinamo Zagreb.

Conceicao mengkritik buruknya determinasi dari mayoritas pemainnya dalam pertandingan di Kroasia. Menurut dia, pembenahan determinasi dan keinginan adalah hal yang wajib dilakukan skuad Milan demi tampil membaik di babak playoff.

Perjalanan kami bergantung kepada kebanggaan kami bermain dengan seragam ini. Kami bisa berbicara tentang taktik, sistem, dan dinamika, tetapi dalam banyak kesempatan kami sudah melihat bahwa kami harus lebih agresif dalam duel dan kehadiran di pertandingan,” ujar Conceicao seperti dikutip laman UEFA.

Motta bertanggung jawab dengan kekalahan beruntun dialami timnya. Sebelum ditaklukkan Benfica, Juve juga menelan kekalahan pertama di Liga Italia dari Napoli.

Italy Champions League Soccer

”Kami tidak melakukan apa yang seharusnya kami lakukan. Ini adalah kekalahan kedua beruntun sehingga kami tidak puas dan kecewa. Hanya ada satu cara untuk bangkit: membenahi kekurangan dan memenangi laga selanjutnya,” ucap Motta dilansir Tuttosport.

Jika Milan dan Juve saling jumpa di babak playoff, dua wakil Belanda tersisa, yakni Feyenoord dan PSV Eindhoven, juga akan saling bertarung demi memperebutkan satu tiket babak 16 besar. Skenario lainnya di babak playoff adalah dua duel yang mempertemukan duta Italia melawan Belanda, yakni Milan jumpa Feyenoord serta Juve melawan PSV.

Seandainya hasil undian playoff tidak membuat Milan dan Juve saling bertarung, dua tim itu masih berpeluang besar jumpa dengan wakil Italia lainnya di babak 16 besar. Inter akan berpeluang menghadapi Milan atau Juve pada babak perdelapan final.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari