Presiden Prabowo Subianto akan melantik sejumlah pejabat di Istana, sore ini. Di antaranya ada pelantikan wakil menteri dan kepala badan.
08 Okt 2025 13:43 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto bakal melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025) sore ini. Mereka adalah sepuluh duta besar, Gubernur-Wakil Gubernur Papua, sampai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan. Tak hanya itu, Presiden dikabarkan akan melantik sejumlah wakil menteri.
Pelantikan sederet pejabat itu dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pukul 15.00 WIB, Rabu (8/10/2025).
Pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, siang ini, sejumlah tokoh mulai berdatangan sejak pukul 13.00 WIB. Mereka mengenakan setelan jas hitam dipadu dasi biru yang biasa digunakan saat pelantikan pejabat di Istana. Salah satu tokoh yang terlihat hadir adalah Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk.
”(Saya akan dilantik) bukan kepala badan (melainkan) Komite Eksekutif Percepatan Papua. Tapi, saya tidak mendahului, ya, SK (surat keputusan) belum ada. Nanti masalah apa namanya, ya, nomenklaturnya, nanti setelah Bapak Presiden membacakan baru kita tahu,” ujar Ribka.
Namun, ia belum memastikan apakah akan merangkap jabatan Wakil Menteri Dalam Negeri. Sebab, hingga ia diberi tahu untuk menjadi Kepala Komite Percepatan Pembangunan Papua, belum ada arahan dari Presiden untuk meninggalkan jabatan sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas, Presiden juga akan melantik Wakil Menteri Kesehatan. Di Kompleks Istana Kepresidenan sudah hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Budi pun tidak menampik ketika ditanya bakal ada tambahan Wakil Menteri Kesehatan. “Iya saya dengar,” ujarnya.
Selain itu, Presiden akan melantik Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. Selanjutnya, Presiden bakal melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Mathius Fakhiri dan Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen. Mathius dan Alberto memenangi Pemilihan Suara Ulang Pemilihan Kepala Daerah (PSU Pilkada) Papua 2025.
Mathius adalah alumnus Akademi Kepolisian 1990 dan mantan Kapolda Papua serta pernah menjadi Kepala Polres Jayapura. Adapun Aryoko pernah menjabat dalam pemerintahan Provinsi Papua sebagai Kepala Birokrat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Dia juga merupakan kader dari Partai Demokrat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/5d7b1870ab9f4e5025a071ac8443b3ba-ADE9CD8F_0D9D_49AB_A522_EAD8DDD580A1.jpeg)
Pada upacara pelantikan kedua, Presiden Prabowo akan melantik sepuluh duta besar. Para duta besar ini antara lain akan mengisi posisi di Singapura, Qatar, Mesir, Malaysia, Azerbaijan, dan Belgia.
Letnan Jenderal (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan akan menjadi Dubes RI untuk Singapura. Hotmangaradja, yang merupakan putra dari pahlawan revolusi DI Panjaitan, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1977 serta pernah menjabat Panglima Kodam IX/Udayana dan Asisten Menteri Pertahanan Bidang Lingkungan Khusus tahun 2019-2024. Selain itu, dia pernah menjabat Dubes Perancis, Andorra, dan Monako.
Selanjutnya, Syahda Guruh Langkah Samudera akan bertugas sebagai Dubes RI untuk Qatar dan berkedudukan di Doha. Guruh adalah diplomat Kemenlu yang sebelum ini menjabat Direktur Hukum dan Perjanjian Ekonomi.
Kemudian, Kuncoro Giri Waseso akan bertugas sebagai Dubes RI untuk Mesir. Kuncoro juga diplomat karier dan sebelum ini menjabat sebagai Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/25/55b8b2bc-c144-497d-bbaf-932962b3a52a_jpg.jpg)
Adapun untuk Dubes RI untuk Malaysia, Presiden melantik Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo. Iman berlatar belakang sebagai pengusaha. Ia juga pernah menjabat Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024.
Selain itu, masih ada Berlian Helmy yang dilantik sebagai Dubes RI untuk Azerbaijan. Sebelum ini, diplomat Kemenlu itu menjabat sebagai Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Rusia dan Belarus. Selanjutnya, ada Andy Rachmianto yang bertugas sebagai Dubes RI untuk Kerajaan Belgia. Andy saat ini menjabat sebagai Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu.
Terkait kabinet, sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo tercatat cukup aktif melakukan reshuffle atau perombakan kabinet. Perombakan pertama berlangsung pada 19 Februari 2025, saat melantik Brian Yulianto sebagai Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, menggantikan Satryo Brodjonegoro.
Beberapa bulan kemudian, 8 September 2025, Presiden kembali mengganti sejumlah menteri dalam reshuffle jilid dua. Saat itu, Prabowo mencopot empat menteri dan melantik lima pejabat baru.
Mereka yang diganti adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/2c18023320ae8f555f374bf8dcd9e2e0-20250908160511_HASS6246.JPG)
Posisi-posisi tersebut kemudian diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan), Mukhtarudin (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia), Ferry Juliantono (Menteri Koperasi), serta Mochamad Irfan Yusuf (Menteri Haji dan Umrah) dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya. Namun, dua kursi masih dibiarkan kosong, yakni Menko Polkam dan Menpora.
Tak lama berselang, pada 17 September 2025, Prabowo kembali melakukan perombakan kabinet jilid tiga. Dua posisi kosong tersebut akhirnya terisi: Djamari Chaniago dipercaya menjadi Menko Polkam dan Erick Thohir menjadi Menpora.
Dalam perombakan yang sama, Presiden juga melantik sejumlah wakil menteri dan pejabat lembaga negara. Sejumlah pejabat dimaksud antara lain Friansyah Noor (Wakil Menteri Tenaga Kerja), Rohmat Marzuki (Wakil Menteri Kehutanan), dan Farida Faricha (Wakil Menteri Koperasi).
Selain itu, Angga Raka Prabowo dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (lembaga yang sebelumnya bernama Kantor Komunikasi Kepresidenan), sementara Muhammad Qodari dipercaya sebagai Kepala Kantor Staf Presiden.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/17/d2cb24df8935be919328351ca0a4d490-20250917_H01_ADI_Menteri_baru_mumed.png)
Dalam kesempatan yang sama, Sonny Sanjaya dan Naniek S Deyang ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sarah Sadiqa menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ahmad Dofiri, mantan Wakil Kepala Polri, juga dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Polri.
Sehari sebelum pelantikan sejumlah pejabat siang ini, persisnya pada Selasa (7/10/2025), Ketua MPR Ahmad Muzani menyatakan perombakan kabinet sepenuhnya di tangan Presiden Prabowo. Ia mengaku belum mengetahui info akan ada reshuffle. ”Saya tidak memahami dan belum mengikuti dengan detail,” ujarnya.
Penulis:
Nina Susilo, Kurnia Yunita Rahayu, Iqbal BasyariEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji