”Reshuffle” Kabinet Jilid IV, Prabowo Tambah Dua Wakil Menteri

Di "reshuffle" kabinet jilid IV ini, Presiden Prabowo menunjuk Ahmad Wiyagus sebagai Wamendagri dan Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wamenkes.

08 Okt 2025 16:46 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu, Nina Susilo, Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Menjelang setahun masa pemerintahannya, Presiden Prabowo Subianto kembali menambah jumlah anggota Kabinet Merah Putih. Penambahan itu dilakukan dengan melantik Wakil Menteri Dalam Negeri dan Wakil Menteri Kesehatan baru pada Rabu (8/10/2025).

Presiden Prabowo Subianto melantik Ahmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dan Benjamin Paulus Octavianus sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu sore. Pelantikan kedua tokoh itu didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 32 M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Merah Putih Masa Jabatan 2024-2029.

Dengan pelantikan Ahmad Wiyagus, jumlah wamendagri bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, jabatan tersebut juga diemban oleh Bima Arya Sugiarto dan Ribka Haluk. Adapun Ahmad Wiyagus merupakan purnawirawan polisi yang terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian Negara RI dan pernah menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat.

Para wakil menteri (wamen) bersiap foto bersama usai pelantikan wamen anggota kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024). Tidak seperti di era pemerintahan sebelumnya yang jumlah wamen hanya satu sampai dua orang, di kabinet Prabowo ini, seorang menteri bisa didampingi hingga tiga wamen. Jika jumlah wamen ini diakumulasi dengan jumlah menteri dan Kepala lembaga di luar koordinasi kementerian koordinator (kemenko), berarti total ada 109 orang di kabinet Prabowo-Gibran. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Dari ketiga wamendagri itu, satu di antaranya merangkap jabatan, yakni Ribka Haluk. Bersamaan dengan pelantikan dua wamen di Istana, Ribka juga dilantik sebagai anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Ditemui sebelum pelantikan, Ribka mengatakan, diminta Presiden untuk menjadi bagian dari Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Akan tetapi, tidak ada arahan khusus untuk meninggalkan posisinya sebagai wamendagri. Selain itu, menurut dia, tugasnya di komite baru itu linier dengan tugasnya sebagai wamendagri.

Sama halnya dengan wamendagri, jumlah wamenkes juga bertambah. Sebelumnya, hanya ada satu posisi wamenkes, yakni Dante Saksono Harbuwono. Benjamin Octavianus Paulus yang dijabat sebagai wamenkes baru adalah seorang dokter ahli penyakit paru yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra.

Dengan penambahan dua posisi wakil menteri berarti kini di Kabinet Merah Putih total ada 58 wakil menteri. Jumlah wakil menteri ini berkali-kali lipat jauh lebih banyak jika dibandingkan di era pemerintahan sebelumnya yang jumlahnya hanya 18 wakil menteri.

Tiga gelombang ”reshuffle”

Reshuffle kabinet kali ini merupakan yang ke-4 sejak awal masa pemerintahan Presiden Prabowo. Perombakan pertama berlangsung pada 19 Februari 2025, saat melantik Brian Yulianto sebagai Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, menggantikan Satryo Brodjonegoro.

Beberapa bulan kemudian, 8 September 2025, Presiden kembali mengganti sejumlah menteri dalam reshuffle jilid dua. Saat itu, Prabowo mencopot empat menteri dan melantik lima pejabat baru.

Mereka yang diganti adalah Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

Posisi-posisi tersebut kemudian diisi oleh Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan), Mukhtarudin (Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia), Ferry Juliantono (Menteri Koperasi), serta Mochamad Irfan Yusuf (Menteri Haji dan Umrah) dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya. Namun, dua kursi masih dibiarkan kosong, yakni Menko Polkam dan Menpora.

Pelantikan menteri baru oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025).   Kompas/Hendra A Setyawan

Tak lama berselang, pada 17 September 2025, Prabowo kembali melakukan perombakan kabinet jilid ketiga. Dua posisi kosong tersebut akhirnya terisi: Djamari Chaniago dipercaya menjadi Menko Polkam dan Erick Thohir menjadi Menpora.

Dalam perombakan yang sama, Presiden juga melantik sejumlah wakil menteri dan pejabat lembaga negara. Sejumlah pejabat dimaksud antara lain Friansyah Noor (Wakil Menteri Tenaga Kerja), Rohmat Marzuki (Wakil Menteri Kehutanan), dan Farida Faricha (Wakil Menteri Koperasi).

Selain itu, Angga Raka Prabowo dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (lembaga yang sebelumnya bernama Kantor Komunikasi Kepresidenan), sementara Muhammad Qodari dipercaya sebagai Kepala Kantor Staf Presiden.

Dalam kesempatan yang sama, Sonny Sanjaya dan Naniek S Deyang ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sarah Sadiqa menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Ahmad Dofiri, mantan Wakil Kepala Polri, juga dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Polri.

Infografik Pejabat Baru Kabinet Merah Putih

Pejabat lain yang dilantik

Selain kembali me-reshuffle kabinetnya, Rabu sore, Presiden Prabowo juga melantik Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.

Tak hanya melantik dua wamen dan Ketua Dewan Komisioner LPS, kali ini Presiden juga melantik Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Badan tersebut merupakan perubahan dari Kementerian BUMN yang statusnya dijadikan badan melalui revisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, awal Oktober lalu. Adapun Dony Oskaria yang dilantik sebagai Kepala BP BUMN serta Aminuddin Ma’ruf dan Tedi Baratha yang didapuk sebagai Wakil Kepala BP BUMN sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.

Selain itu, Presiden juga melantik ketua dan sejumlah anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Velix Wanggai ditugaskan untuk menjadi ketua komite tersebut. Sementara John Wempi Wetipo, Ignatius Yoko Triyono, Paulus Waterpauw, Ribka Haluk, Ali Hamdan Bogra, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar Yani, John Gluba Gepze, serta Johnson Estrella Sihasale, dilantik sebagai anggota.

Di luar dua wakil menteri dan para pimpinan badan, Presiden membuat dua posisi baru dan melantik pejabat terkait. Kedua posisi dimaksud adalah Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan yang dijabat Dirgayuza Setiawan, dan Asisten Khusus Bidang Analisa Data Strategis yang dijabat oleh Agung Gumilar Saputra.

Kemudian, Presiden melantik pula Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Mathius Fakhiri dan Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen. Mathius dan Alberto memenangi Pemilihan Suara Ulang Pemilihan Kepala Daerah (PSU Pilkada) Papua 2025.

Mathius adalah alumnus Akademi Kepolisian 1990 dan mantan Kapolda Papua serta pernah menjadi Kepala Polres Jayapura. Adapun Aryoko pernah menjabat dalam pemerintahan Provinsi Papua sebagai Kepala Birokrat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM). Dia juga merupakan kader dari Partai Demokrat.

Selain itu, Presiden Prabowo melantik 10 duta besar. Para duta besar ini antara lain akan mengisi posisi di Singapura, Qatar, Mesir, Malaysia, Azerbaijan, dan Belgia.

Presiden Prabowo Subianto melantik Gubernur-Wakil Gubernur Papua, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Letnan Jenderal (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan akan menjadi Dubes RI untuk Singapura. Hotmangaradja, yang merupakan putra dari pahlawan revolusi DI Panjaitan, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1977 serta pernah menjabat Panglima Kodam IX/Udayana dan Asisten Menteri Pertahanan Bidang Lingkungan Khusus tahun 2019-2024. Selain itu, dia pernah menjabat Dubes Perancis, Andorra, dan Monako.

Selanjutnya, Syahda Guruh Langkah Samudera akan bertugas sebagai Dubes RI untuk Qatar dan berkedudukan di Doha. Guruh adalah diplomat Kemenlu yang sebelum ini menjabat Direktur Hukum dan Perjanjian Ekonomi. Kemudian, Kuncoro Giri Waseso akan bertugas sebagai Dubes RI untuk Mesir. Kuncoro juga diplomat karier dan sebelum ini menjabat sebagai Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania.

Adapun untuk Dubes RI untuk Malaysia, Presiden melantik Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo. Iman berlatar belakang sebagai pengusaha. Ia juga pernah menjabat Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden 2024.

Selain itu, masih ada Berlian Helmy yang dilantik sebagai Dubes RI untuk Azerbaijan. Sebelum ini, diplomat Kemenlu itu menjabat sebagai Wakil Kepala Perwakilan RI untuk Rusia dan Belarus. Selanjutnya, ada Andy Rachmianto yang bertugas sebagai Dubes RI untuk Kerajaan Belgia. Andy saat ini menjabat sebagai Dirjen Protokol dan Konsuler Kemenlu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu, Nina Susilo, Iqbal Basyari
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase