Presiden Prabowo Subianto berterima kasih kepada Muslimat NU. Apresiasi juga disampaikan atas program-program Muslimat.
10 Feb 2025 18:22 WIB · Politik & Hukum
SURABAYA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menilai kabinetnya cukup kompak. Selain itu, waktu 100 hari dinilainya juga cukup untuk menanti kesadaran koruptor mengembalikan hasil korupsinya. Kini, penegakan hukum tegas dipersilakan.
Hal ini disampaikan Presiden Prabowo saat mengapresiasi program Muslimat Nahdlatul Ulama, Mustika Mesem, yang disiapkan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem. Hal tersebut disebutnya tujuan mulia dan juga akan diselesaikan Prabowo bersama para pembantunya.
”Saya merasa dibantu oleh pembantu-pembantu saya, menko-menko (menteri koordinasi), menteri-menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, saya merasa kompak, tim yang kuat,” tuturnya dalam sambutan di Pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Surabaya, Jawa Timur, Senin (10/2/2025).
Kongres XVIII Muslimat NU dengan tema ”Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban” itu dihadiri pula oleh Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar.
Selain itu, hadir pula, antara lain, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang juga Sekretaris Jenderal PBNU, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Arifah Fauzi yang juga Sekretaris Pengurus Pusat Muslimat NU, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, serta Penjabat Gubernur Jatim Adhy Karyono.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/6cb18d6c-7ae4-4e9c-8b73-93cf1de233a5_jpg.jpg)
Presiden meyakini, itikad baik dan niat tulus untuk menegakkan keadilan, kebenaran, dan kejujuran akan didukung Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh karena itu, Prabowo menambahkan, dirinya dan Kabinet Merah Putih bukan dipilih hanya untuk bekerja 100 hari, melainkan untuk lima kali 365 hari.
Setelah 100 hari, Presiden mengatakan ingin mengajak kebaikan. Namun, setelah 100 hari, para koruptor tak juga sadar dan membersihkan diri.
”Hai koruptor-koruptor, yang kau curi mbok kembaliin untuk rakyat. Kalau malu-malu, nanti kita cari cara yang enggak (membuat) malu, tapi mbok, ya, kembaliin. Saya tunggu 100 hari, 102 hari, 103 hari, ini sudah berapa hari. Jadi, terpaksalah. Jaksa Agung, Kapolri, BPKP, KPK, silakan,” tutur Prabowo.
Presiden menegaskan, masyarakat sudah tak ingin kekayaan Indonesia terus dirampok. Rakyat juga tak bisa lagi dibohongi. Sudah semestinya para pejabat bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat.
Tak hanya soal korupsi, Presiden juga menyinggung langkah pemangkasan APBN yang dilakukannya. Langkah ini disebut untuk memberi makan anak-anak dan memperbaiki sekolah-sekolah di Indonesia. ”Saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, yang mubazir, yang alasan untuk nyolong, saya ingin dihentikan, dibersihkan. Tapi, ada yang melawan saya, ada,” ujar Presiden Prabowo.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/43934624-f931-4f10-82ba-8285400b95c9_jpg.jpg)
Untuk itu, perjalanan dinas dan perjalanan ke luar negeri dikurangi. Kendati tugas belajar dan tugas atas nama negara masih diperbolehkan, studi banding yang ”dibuat-buat” tak bisa lagi dilakukan.
”Loh, Presiden Prabowo sering ke luar negeri? Saya diundang sebagai Kepala Negara Indonesia dalam konferensi penting oleh negara-negara penting untuk mengamankan kepentingan bangsa. Tapi cukup (sudah) seminar, cukup kajian-kajian, cukup FGD, forum group discussion, mau diskusi apa lagi? Itu, tuh, entaskan kemiskinan absolut, bantu rakyat, sekolah rusak perbaiki, jalan rusak perbaiki,” tutur Prabowo.
Presiden pun mengaku tak khawatir diserang LSM atau wartawan karena langkah pemangkasan anggarannya. ”Nggak apa-apa, saya lebih takut emak-emak daripada mereka-mereka itu, apalagi hari ini TNU (Tentara Nahdlatul Ulama, seperti istilah yang digunakan Khofifah untuk anggota Muslimat NU) mendukung saya,” seloroh Prabowo.
Ucapan ini pun disambut selawat dari para ibu Muslimat yang hadir.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/437eeeb5-5ac3-4857-81f4-fbf0959353e9_jpg.jpg)
Sebelumnya, Ketua Umum Muslimat Nahdatul Ulama Khofifah Indar Parawansa melaporkan bahwa Muslimat bersama komponen bangsa yang lain siap menjadi garda terdepan menjaga Negara Kesatuan RI (NKRI).
Muslimat juga memiliki loyalitas tinggi sehingga tidak mudah tergoda. Mereka memiliki dedikasi tinggi dan tegak lurus berjuang untuk bangsa dan negara. ”Loyalitas kami dedikasi, kami, Insya Allah, tegak lurus,” ujar Khofifah.
Saat ini Muslimat NU menaungi 209 panti asuhan dan 111 layanan kesehatan yang sebanyak 49 di antaranya rumah sakit. Selain itu, Muslimat juga membina 72.492 majelis taklim di Indonesia, termasuk di cabang istimewa di luar negeri. Sebanyak 16.350 taman pendidikan Al Quran, 9.800 TK dan raudatul atfal (RA), serta 7.000 PAUD (pendidikan anak usia dini) juga berada di bawah naungan Muslimat NU.
Khofifah menegaskan, Muslimat juga memberikan dedikasinya melalui peran-peran profesional dan peran publik sebagai kepala daerah.
Di kongres kali ini, Muslimat NU mengambil tema ”Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian dan Meneduhkan Peradaban”. Merawat tradisi adalah fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang kuat dan berbudaya tinggi. Apabila meneguhkan jati diri bangsa dengan tradisi yang kuat, harkat dan martabat sebagai bangsa akan kuat pula.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/e0257399-66d2-4ff2-8b93-4d0bfef4a254_jpg.jpg)
Sementara itu, menguatkan kemandirian adalah salah satu titik terpenting untuk membangun masyarakat dan bangsa. Adapun menguatkan kemandirian ditempuh dengan memperkuat kekuatan sosial ekonomi keluarga yang dapat mewujudkan kemandirian bangsa dan negara untuk bersanding dan bersaing dengan bangsa lain di dunia.
Muslimat NU menggerakkan anggotanya untuk meneduhkan peradaban. Peran ibu-ibu sangat penting untuk meneduhkan bangsa. ”Bila ibu-ibu baik, maka dunia akan baik, tentu harus diiringi dengan bapak yang baik,” kata Khofifah.
Dalam ajaran Islam, ibu adalah sekolahan yang paling penting, melahirkan generasi yang kuat dan berkarakter. Khofifah menambahkan, pada masa perjuangan kemerdekaan, Muslimat NU tidak hanya kuat menyokong perjuangan melawan penjajah, tetapi juga turut berjuang mengangkat senjata melawan penjajah.
Gubernur Jatim 2000-2024 itu menambahkan, Muslimat NU yakin dalam kaitan merawat tradisi, menguatkan kemandirian, dan meneduhkan peradaban maka perlu kekuatan akhlak, ilmu pengetahuan, dan karakter ibu-ibu sebagai pendidik. Di berbagai pertemuan internasional, para peneliti di lingkungan Muslimat NU akan mendorong kiprahnya di kancah global.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/5e9f4f94-9042-4954-8500-6a4840e4c9dc_jpg.jpg)
Dalam kesempatan ini, Muslimat NU meluncurkan program Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan), dan Mustika Segar (Muslimat NU yang Sehat dan Bugar).
Khofifah yang terpilih kembali sebagai Gubernur Jatim periode 2025-2030, diakui Prabowo, sebagai Ketua Tim Pemenangan di Jatim dalam Pemilu Presiden 2024. Namun, Prabowo buru-buru menambahkan bahwa dia menjadi Presiden untuk seluruh rakyat Indonesia termasuk yang tidak memilihnya.
”Saya juga percaya Bu Khofifah akan menjadi Gubernur Jatim untuk seluruh rakyat Jatim, termasuk yang tidak memilih beliau,” ujar Prabowo.
Sembari menyapa para tokoh NU Jatim, seperti Hj Mafudhoh Wahab dan KH Hasib Wahab Hasbullah, Prabowo sekaligus berseloroh. ”Ini saya lihat banyak tim sukses saya di sini,” kata Presiden.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/10/d9b001d9-e4a9-4af7-bcf0-fadb454a3661_jpg.jpg)
Dalam pembukaan Kongres XVIII Muslimat NU ini, Presiden juga menyampaikan apresiasi, baik kepada Khofifah secara pribadi maupun kepada Muslimat NU dan Nahdlatul Ulama. Dia menyebut Khofifah pemimpin luar biasa karena mengerti kehidupan rakyat dan menguasai komoditas apa dan berapa yang dihasilkan daerah-daerah di Jatim. ”Untung beliau dukung saya (di pilpres) kemarin itu,” kata Prabowo kembali berseloroh.
Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada Muslimat NU. ”Sangat benar yang disampaikan Rais Aam, emak-emak yang menentukan masa depan bangsa ini. Emak-emak mengandung sembilan bulan, begitu lahir, diurus. Lahirnya pun mempertaruhkan nyawa. Membesarkan bertahun-tahun sampai bisa jalan, sampai berangkat ke sekolah, sampai kembali dari sekolah, masak untuk anaknya. Saya jadi ingat ibu saya,” tutur Prabowo dengan suara bergetar.
Semua ini membangkitkan hormat dan penghargaan Prabowo kepada Muslimat NU. Tak hanya itu, NU pun dalam sejarah krisis bangsa selalu hadir menyelamatkan bangsa. ”Kemerdekaan kita diproklamasikan di Jakarta, 17 Agustus tahun 45, tapi diuji di Surabaya, 10 November,” kata Presiden.
Saat pasukan Inggris datang dan akan mengambil kembali kemerdekaan Indonesia pada November 1945 itu, para kiai dan ulama berperan menggelorakan perjuangan rakyat.
Penulis:
Nina Susilo, Runik Sri AstutiEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono