Presiden Prabowo Subianto menyebut pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan sebagai bukti bangsa Indonesia menuju swasembada energi.
26 Jun 2025 15:32 WIB · Politik & Hukum
BOJONEGORO, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto mengajak melanjutkan pembangunan menuju kemandirian energi. Hal ini karena kecukupan energi—selain swasembada pangan—juga menentukan kedaulatan bangsa.
”Ini momentum sangat penting dalam pembangunan kita sebagai bangsa,” ujar Presiden Prabowo dalam peresmian pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di 15 provinsi serta peresmian peningkatan produksi minyak bumi di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, secara daring, Kamis (26/6/2025).
Hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen, Bondowoso. Selain itu, hadir pula Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, dan Presiden Exxonmobil Indonesia Wade Floyd di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur.
Ini bukti Indonesia menuju kemandirian energi. Kita akan berdiri di atas kaki sendiri dan memberi energi untuk masyarakat dalam keadaan ekonomis.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/26/bd1821b4-0177-4574-a126-9d1d8cb153f5_jpg.jpg)
Kelima belas provinsi yang mendapatkan pembangkit listrik EBT ini adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Lampung, Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Sejauh ini, tiga PLTP diresmikan. Salah satunya adalah PLTP Ijen di Belawan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Dua lainnya adalah PLTP Sorik Marapi di Mandailing Natal Sumut dengan kapasitas 41,25 megawatt (MW) yang dikelola PT Sorik Marapi Geothermal Power dan PLTP Salak Binary berkapasitas 15 MW milik Star Energy Geothermal, anak usaha Barito Renewables Tbk.
PLTP Ijen telah memulai operasional melalui anak usaha PT Medco Power Indonesia (Medco Power), yakni PT Medco Cahaya Geothermal (MCG).
Selain itu, masih ada lima PLTP yang akan mulai dibangun. Kelimanya adalah PLTP Salak Ulubelu berkapasitas 55 MW, PLTP Muara Laboh Unit 2 berkapasitas 80 MW, PLTP Salak Unit 7 dengan kapasitas 40 MW, PLTP Wayang Windu Unit 3 (30 MW), dan PLTP Patuha Unit 1 (55 MW).
Energi baru dan terbarukan lainnya yang diresmikan adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang digunakan untuk mengaliri listrik di daerah terpencil. Sebanyak 47 PLTS dengan total kapasitas 27,8 MW akan mengaliri listrik 47.383 rumah di 47 desa di sebelas provinsi. Adapun satu PLTS adalah PLTS Bali yang dikelola Medco Energy dengan kapasitas 25 MW.
Presiden Prabowo juga meresmikan peningkatan produksi minyak 30.000 barel Blok Cepu. Produksi minyak bumi di Lapangan Banyu Urip dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Kini Banyu Urip Infil Clastic (BUIC) dioperasikan untuk menambah produksi EMCL dari 150.000 barrel oil per day (BOPD) menjadi 180.000 BOPD.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/26/cbe3ca1a-6f98-425c-bffc-b06013af42b7_jpg.jpg)
Proyek Banyu Urip Infill Clastic merupakan bagian dari pengembangan lanjutan (infill drilling) yang dilakukan oleh EMCL di Blok Cepu, Jawa Timur, untuk memaksimalkan produksi dari Lapangan Banyu Urip.
ExxonMobil telah menyelesaikan penambahan tujuh sumur infill baru pada zona klastik.
Dengan tambahan ini, Blok Cepu dapat memproduksi 170.000-180.000 barel per hari dengan total 35 sumur. Ini berkontribusi 25 persen dari produksi nasional. Nilai investasi penambahan produksi ini senilai 174 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,8 triliun (kurs Rp 16.200 per dollar AS).
Kecukupan energi, menurut Presiden Prabowo, penting dalam menjaga kedaulatan bangsa. Pembangunan pembangkit listrik EBT disebut Prabowo sebagai bukti bangsa Indonesia menuju swasembada energi.
”Ini bukti Indonesia menuju kemandirian energi. Kita akan berdiri di atas kaki sendiri dan memberi energi untuk masyarakat dalam keadaan ekonomis,” tutur Presiden.
Presiden pun mengapresiasi jajaran Kementerian ESDM, SKK Migas, maupun pelaku usaha dan tenaga ahli Indonesia yang mengelola sektor energi di Indonesia.
”Mari, kita teruskan sampai swasembada energi, terutama EBT, tercapai. Mungkin kita akan menjadi negara dunia yang bisa menuju zero carbon emission, tapi juga bisa menghasilkan energi dengan memotong jalur energi yang mahal,” tambah Prabowo.
Dalam laporannya, Bahlil Lahadalia pun menjelaskan total kapasitas proyek pembangkit listrik EBT kali ini mencapai 379,7 MW dengan nilai investasi mencapai Rp 25 triliun.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/26/240c2ea2-bc73-4d62-981d-2310969d22b6_jpg.jpg)
PLTS, Bahlil mengatakan, akan menyediakan energi listrik untuk desa-desa yang saat ini belum menerima listrik yang mencapai 1.600 desa. Semua desa diharapkan bisa mendapatkan aliran listrik dalam lima tahun ke depan. Dia pun menjanjikan transisi energi akan terus dilakukan.
Sedianya, Presiden Prabowo akan menghadiri acara peresmian PLTP ini dari Banyuwangi secara langsung setelah kunjungan kerjanya ke Bali. Namun, Kamis pagi, Presiden membatalkan kehadirannya.
Peresmian penambahan produksi minyak di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu juga batal dihadiri secara langsung.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, cuaca buruk dan kabut menjadi alasan pembatalan peresmian secara langsung ini. ”Bukan hanya berbahaya untuk menerbangkan helikopter, tapi di lokasi juga hujan dan angin kencang, tidak kondusif,” katanya.
Presiden Prabowo pun meminta maaf karena ketidakpastian cuaca membuatnya tak bisa hadir secara langsung. ”Saya sudah siap dari jam 08.00, tapi terpaksa saya hadir melalui video conference,” ujar Presiden Prabowo sembari menjanjikan akan hadir meninjau di lain waktu.
Penulis:
Nina Susilo, Dionisius Reynaldo TriwibowoEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul