Pemikiran bahwa negara yang kuat adalah negara yang tidak bergantung pada negara lain sangat kuat mendasari Prabowo dalam upaya mewujudkan program-programnya.
23 Feb 2025 19:42 WIB · Politik & Hukum
Negara yang kuat atau bisa survive adalah negara yang tidak bergantung pada negara lain. Pemikiran ini sangat kuat mendasari Presiden Prabowo Subianto mewujudkan program Makan Bergizi Gratis, efisiensi anggaran, hingga keinginan untuk segera mewujudkan mega proyek hilirisasi yang mandiri.
Saat berbincang dengan pemimpin redaksi di kediamannya, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (22/2/2025), Prabowo justru mengaku heran dengan banyak pihak yang mempersoalkan program Makan Bergizi Gratis yang ingin diwujudkannya.
Dia menegaskan, banyak negara telah lama melakukannya. India, salah satu negara yang disebutnya, sudah 10 tahun melakukan program ini dan telah memberi makan gratis kepada 800 juta rakyatnya.
Prabowo pun bertekad jangan sampai ada anak Indonesia yang lapar. ”Saya tidak sampai hati saat bertemu mereka. Mau menangis. Tapi saya tahan saja.” ujar Presiden.
Ketika ditanya soal pelaksanaannya yang tersendat dan apakah melibatkan banyak mitra usaha ultramikro, kecil, menengah (UMKM), Prabowo pun langsung menghubungi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melalui teleponnya dengan speaker yang dikeraskan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/03/d4f1dad69b81bc65a4a212b8dfbe4d6f-WhatsApp_Image_2025_02_03_at_15.03.41.jpeg)
Sejurus kemudian terdengar suara Dadan. ”Sudah ada 71.000 mitra UMKM yang masuk tahap verifikasi,” kata Dadan di ujung telepon menjawab Prabowo.
Percakapan lewat telepon pun berlanjut. ”Sampai saat ini sudah melayani 1,6 juta. Senin ini sudah 2.5 juta,” tambah Dadan. ”Wah cepat, ya,” sahut Prabowo mengapresiasi kerja BGN.
Prabowo lebih jauh juga menegaskan, teori yang menyebutkan bahwa negara tidak harus sepenuhnya bisa memenuhi pangan rakyatnya secara mandiri adalah keliru. Terbukti, saat pandemi Covid-19 terjadi, banyak negara mengutamakan kepentingan pangan negerinya sendiri.
Prabowo pun menunjukkan berita tentang adanya negara yang saat ini pun sedang mengalami darurat beras. Oleh karena itu, kemakmuran petani menjadi sangat penting dan perlu diproteksi negara.
Prabowo ingin mencontoh India dan Vietnam yang sangat kuat pertaniannya. Negara juga melindungi petani dari fluktuasi harga yang rendah. ”Apakah petani tidak berhak hidup baik? Saya akan berjuang untuk mereka,” ujar Prabowo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/23/e3f0cd25e540126a019e21e1637d54e3-WhatsApp_Image_2025_02_23_at_18.40.36_1_.jpeg)
Efisiensi anggaran pun dilakukan untuk memperkuat kemandirian negara. Anggaran negara yang selama ini banyak dikeluarkan, menurut Prabowo, sangat banyak yang digunakan untuk hal-hal yang tidak perlu, seperti banyaknya perjalanan dinas. Pengeluaran pun hanya diukur berdasarkan serapan atau output bukan dampaknya.
”Kita banyak adakan seremoni hari ulang tahun. Setiap upacara saja habiskan Rp 5 miliar. Bayangkan berapa banyak uang yang dihabiskan? Ke depan cukup dengan podcast, potong tumpeng,” ujar Prabowo.
Penghematan sudah dilakukan tiga tahap di masa pemerintahannya. Tahap pertama terkait Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara, yaitu anggaran nonkementerian lembaga sebesar Rp 300 triliun. Tahap kedua dengan menyisir anggaran kementerian/lembaga hingga satuan 9. Dari penyisiran itu bisa mendapatkan Rp 308 trliun dan kemudian dikembalikan lagi sebesar Rp 58 triliun.
Kemudian, pada putaran ketiga, dari deviden BUMN yang mendapatkan Rp 300 triliun dan dikembalikan Rp 100 triliun sebagai penyertaan modal kerja. Dengan demikian, total anggaran yang dihemat adalah Rp 750 triliun.
Dari penghematan anggaran ini, Prabowo merencanakan untuk membiayai megaproyek-megaproyek hilirisasi tambang secara mandiri, mulai bauksit, nikel, batubara, yang apabila direalisasikan akan memiliki nilai tambah berkali-kali lipat. Prabowo pun menujukkan pohon industri turunan bauksit, nikel, batubara, minyak dan gas yang sudah dipelajari timnya.
”Investor asing pun kita undang, tapi saya tidak mau ngemis-ngemis dan setelah itu hanya diberi janji-janji,” tegas Prabowo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/31/9873260e-37bc-4a48-969d-6e9084ee580b_png.png)
Prabowo mengatakan dirinya pun akan memanggil semua diaspora Indonesia yang memiliki beragam keahlian yang saat ini ada di banyak negeri untuk pulang berkontribusi. Di titik ini, Prabowo justru menyayangkan adanya gerakan #KaburAjaDulu.
Prabowo memgakui memang masih banyak masalah di negeri ini seperti pengangguran, harga yang mahal dan lainnya. Banyak institusi juga bobrok. Namun, itu semua justru harus dibenahi bersama-sama.
Dia juga menyayangkan banyak elite di negeri ini yang tidak jujur dan bahkan korup. Bahkan, Prabowo terang-terangan menyebut ada pejabat yang merayakan ulang tahun di kantor dan kemudian memberi hadiah istrinya berupa mobil mewah.
Birokrat maupun aparat juga banyak yang bermain watak. Terlihat patuh, tetapi di belakang melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. ”Eselon II ada yang punya Land Rover,” papar Prabowo.
BUMN pun banyak yang perlu dibenahi. Dia mencontohkan mismanajemen Garuda Indonesia yang menjadi kebanggaan Indonesia. ”Saya bertekad Februari 2026, Garuda bisa terbang dengan puluhan pesawat. Garuda will be champion,” janji Prabowo.
Janji lain Prabowo, dia juga ingin Indonesia tidak lagi harus mengimpor bahan bakar minyak. ”Tidak ada lagi impor-impor melalui middleman,” tegasnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/23/eddae577689551b1863fd6ddebd200ac-WhatsApp_Image_2025_02_23_at_18.40.41_1_.jpeg)
Menurut Prabowo, target pada dirinya sendiri sangat tinggi. Kalau dirinya tidak mencapai apa yang dia targetkan, jangan lagi mendukungnya. Prabowo juga menegaskan bahwa semua pemimpin ada kekurangan, tetapi juga banyak kebaikannya, mulai dari Bung Karno hingga Presiden Joko Widodo. Untuk memperbaiki negeri ini diperlukan kebersamaan. ”Ini bukan persoalan Partai Gerindra. Ini persoalan bangsa,” ujarnya.
Tim Prabowo mengakui bahwa persoalan komunikasi yang masih lemah akan diperbaiki ke depan untuk menghindari adanya misinformasi dan disinformasi.
Di era misinformasi dan disinformasi, seperti diprediksi para ahli dunia sebagai risiko global terbesar, memang tampaknya tidak boleh diremehkan oleh pemerintahan Prabowo.
Pada sisi lain, tim Prabowo perlu membuka kanal dan telinga atas berbagai kritik yang diarahkan untuk menghindari juga sekadar laporan ”asal Prabowo senang” (APS).
Selain itu, pemonitoran ketat pun perlu dilakukan atas berbagai program kerja yang sudah dilakukan untuk memastikan ide dan tujuan yang baik tidak diselewengkan atau dibajak oleh banyak kepentingan yang merasa dirugikan.
Pertemuan selama empat jam lebih pun tak terasa. Sudah banyak yang didengarkan dan dicerna, tetapi tentunya belum cukup memuaskan. Hal ini karena semuanya masih perlu dipaparkan lebih detail dalam tataran teknokratik yang lebih rinci untuk memastikan semua itu bisa berjalan dengan baik dan sesuai rel.
Akan tetapi, paling tidak dari empat jam lebih pertemuan itu, bisa lebih jelas tergambar apa yang menjadi dasar pemikiran, keberpihakan, dan komitmen Presiden Prabowo, yang saat ini memimpin negeri ini untuk maju. Selanjutnya kita monitor dalam tataran praksisnya.
Penulis:
Sutta DharmasaputraEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono