Presiden Korsel Yoon Suk Yeol dan Kegemarannya ke Dukun

Ganti nama agar lebih sukses, bisa. Meramal nasib masa depan, bisa. Meramal kematian presiden juga bisa. Di balik panggung politik Korsel, ada dukun-dukun yang beraksi.

25 Des 2024 11:30 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Mantan Kepala Komando Intelijen Angkatan Darat Korea Selatan Noh Sang-won ditangkap terkait dengan kegagalan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol dalam memberlakukan darurat militer pada 3 Desember 2024. Dia dituding telah membantu mengatur rencana Yoon memberlakukan darurat militer. Bahkan, mungkin dia memainkan peran paling penting dalam keputusan itu.

Pensiunan tentara tersebut selama ini disebut-sebut berperan sebagai peramal nasib atau dukun bagi Yoon dan istrinya, Kim Keon-hee. Sudah sejak lama Yoon dan Kim dirundung tuduhan bahwa mereka sering datang ke dukun untuk konsultasi masalah-masalah penting.

Banyak urusan penting yang dipasrahkan Yoon dan Kim ke dukun. Harian South China Morning Post, Selasa (24/12/2024), menyebutkan, mereka konsultasi ke dukun dalam banyak hal, mulai dari urusan pemindahan kantor dan kediaman presiden Cheong Wa Dae atau Gedung Biru hingga urusan pemilihan hari baik untuk kunjungan kenegaraan ke luar negeri.

Urusan dekrit darurat militer juga sama saja.

”Kita tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa tanggal kudeta yang gagal juga dipilih berdasarkan saran dari para dukun. Selama proses investigasi pada kasus itu pasti akan banyak ketemu yang aneh-aneh seperti ini,” kata Guru Besar Politik di Universitas Nasional Incheon Lee Jun-han.

Protesters take part in a rally calling for the ouster of South Korea's impeached President Yoon Suk Yeol in front of the Gwanghwamun Gate of Gyeongbokgung Palace (top R) in Seoul on December 21, 2024. (Photo by Jung Yeon-je / AFP)

Noh dilaporkan juga berperan sebagai dukun saat memanfaatkan jaringannya yang luas di militer dan pemerintahan. Dia kerap mencampuri urusan promosi atau kenaikan pangkat dalam militer.

Harian The Chosun Ilbo, Senin (23/12/2024), menyebutkan, pada 2023, Noh pernah menyarankan Menteri Pertahanan saat itu, Kim Yong-hyun, agar presiden mengumumkan darurat militer tahun ini. Alasannya, tahun ini adalah tahun peruntungan Yoon. Kim pada awalnya menentang saran Noh, tetapi kemudian menyetujuinya. Informasi ini diperoleh dari para penyelidik.

Saat diinterogasi kepolisian, Noh mengakui memang telah memberikan saran kepada Kim Yong-hyun berdasarkan saju palja milik Yoon. Ini adalah praktik tradisional meramal di Korea yang menganalisis ”empat pilar” kelahiran, yakni tahun, bulan, hari, dan jam.

Quote

Saat diinterogasi kepolisian, Noh mengakui memberi saran kepada Kim Yong-hyun berdasarkan ’saju palja’ milik Yoon. Ini praktik tradisional meramal di Korea yang menganalisis ’empat pilar’ kelahiran, yakni tahun, bulan, hari, dan jam.

Kepolisian telah menyita buku catatan dari toko peramal milik Noh di kota Ansan, dekat Seoul. Buku catatan itu diduga berisi rencana terperinci untuk menerapkan darurat militer. Noh, Kim Yong-hyun, dan tiga komandan militer senior telah ditangkap atas tuduhan merencanakan darurat militer.

Noh juga dituduh merencanakan rincian operasionalnya. Kerja sama antara Noh dan Kim Yong-hyun itu terjadi beberapa bulan sebelum Yoon mengumumkan darurat militer.

Harian Korea, JoongAng, Jumat (20/12/2024), mengungkapkan, di kediaman Noh di Ansan, Gyeonggi, tertempel stiker besar di pintu depan yang dihiasi dengan simbol yang umumnya dikaitkan dengan kuil Buddha dan peramal nasib. Di sebelah pintu ada barang-barang yang biasa digunakan oleh dukun dalam persembahan ritual seperti ikan kering dan botol minuman beralkohol.

TOPSHOT - This handout from the South Korean Presidential Office via Yonhap taken and released on December 14, 2024 shows President Yoon Suk Yeol giving a public address from his official residence in Seoul. Yoon on December 14 said he would "step aside" after parliament voted to remove him from office, urging an end to "politics of excess and confrontation". South Korean lawmakers on Saturday impeached Yoon over his failed martial law bid, with the opposition declaring a "victory of the people". (Photo by Handout / South Korean Presidential Office via Yonhap / AFP) / - South Korea OUT / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / SOUTH KOREAN PRESIDENTIAL OFFICE VIA YONHAP" - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Salah seorang mitra bisnis Noh dan sesama dukun menceritakan, dirinya mempelajari filsafat bersama dengan Noh. Keduanya bertemu saat sedang sama-sama berdoa di sebuah kuil. Menurut dukun itu, Noh terkenal di daerahnya karena energi spiritual dan keahlian filosofisnya.

Layanan yang diberikan Noh antara lain bisa merekomendasikan perubahan nama, meramal berdasarkan astrologi, dan saju atau pembacaan keberuntungan tradisional Korea.

Noh diduga mulai membuka bisnis perdukunan dan peramal nasib setelah diberhentikan secara tidak hormat dari militer pada 2018 menyusul hukumannya atas penyerangan seksual. Noh dinyatakan bersalah karena secara paksa meletakkan seorang kadet perempuan di pangkuannya dan menyentuhnya secara tidak pantas saat makan malam Hari Angkatan Bersenjata.

Atas perbuatan tersebut, Noh dijatuhi hukuman 18 bulan penjara dan dilarang bekerja di lembaga terkait pemuda selama tiga tahun.

Demonstrators from a labour group take part in a protest calling for the ouster of South Korea President Yoon Suk Yeol outside City Hall in Seoul on December 12, 2024. (Photo by ANTHONY WALLACE / AFP)

Hubungan Yoon dan perdukunan

Hubungan antara Yoon dan dunia perdukunan atau peramalan ini sudah menjadi topik kontroversial di masyarakat sejak tahun 2021. Dia tampil di acara debat yang disiarkan televisi untuk pemilihan pendahuluan presiden Partai Kekuatan Rakyat dengan aksara Mandarin untuk ”raja” (王) tertulis di telapak tangan kirinya.

Selama debat, Yoon juga mengakui dia dan istrinya telah bertemu dengan seorang peramal bernama Cheongong dan menonton kanal Youtubenya. Cheongong disebut-sebut telah memberi tahu Yoon tentang waktu pengunduran dirinya sebagai jaksa agung untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Pada pekan lalu, Cheongong mengklaim dalam sebuah video bahwa Yoon dapat membalikkan peruntungannya dalam waktu tiga bulan ”dengan bantuan surga”. Setidaknya ada empat dukun lain yang mengaku juga punya hubungan dekat dengan Yoon dan istrinya. Salah satu dukun bahkan diduga ada yang melakukan ritual aneh karena dalam salah satu ritualnya dia menguliti sapi hidup sebagai bentuk pengorbanan.

Quote

Salah satu dukun bahkan diduga ada yang melakukan ritual aneh karena dalam salah satu ritualnya dia menguliti sapi hidup sebagai bentuk pengorbanan.

Percakapan telepon yang bocor pada tahun 2021 semakin memperuncing skandal tersebut. Si dukun itu sering pamer dengan mengatakan istri Yoon percaya padanya karena sering tepat meramal nasib.

”Saya lebih jago meramal daripada orang lain,” kata si dukun itu saat ditelepon wartawan dari Voice of Seoul.

Tuduhan palsu

Kantor kepresidenan Korsel membantah bahwa ada dukun yang terlibat dalam keputusan Yoon memindahkan kantor dan kediaman presiden. Harian The Korea Times menyebutkan, kantor kepresidenan mengajukan tuntutan pidana terhadap seorang mantan juru bicara kementerian pertahanan dan dua wartawan karena membuat klaim palsu tentang keterlibatan seorang dukun dalam pemindahan kediaman presiden.

Dua wartawan tersebut berasal dari News Tomato dan Hankook Ilbo. Langkah itu diambil sehari setelah kanal berita Tomato News mengutip mantan juru bicara Kemenhan Korsel, Boo Seung-chan, yang mengatakan dukun bernama Cheongong terlibat dalam proses pemindahan pada Maret lalu itu.

”Membuat tuduhan palsu yang tidak masuk akal bahwa seorang peramal terlibat dalam proses pengambilan keputusan itu sama saja dengan penghinaan terhadap pegawai negeri dan rakyat. Itu rekayasa yang jahat,” sebut kantor kepresidenan.

Sejumlah penjunjung berswafoto dengan latar Gedung Biru di Seoul, Korea Selatan, 10 Mei 2022. Gedung Biru, kantor dan kediaman resmi presiden Korea Selatan menjadi tujuan wisata untuk umum setelah pemerintah memindahkan kantor kepresidenan di lokasi baru. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Pemindahan kantor kepresidenan merupakan salah satu janji kampanye Yoon. Setelah kantor tersebut dipindahkan ke bekas kompleks Kementerian Pertahanan di pusat kota Seoul, kediaman presiden juga dipindahkan ke tempat yang dulunya merupakan kediaman menteri luar negeri.

Oposisi utama Partai Demokrat (DP) mendesak Yoon untuk menangani masalah tersebut daripada mengajukan tuntutan terhadap orang-orang yang mengemukakan tuduhan tersebut.

”Apakah mereka takut dengan kecurigaan dan kekhawatiran masyarakat seputar hubungan dekat antara presiden, istrinya, dan Cheongong? Presiden harus mengklarifikasi dan berbicara sendiri tentang masalah itu,” kata anggota parlemen dan anggota Dewan Tertinggi DP, Park Chan-dae.

Dukun beraksi

Harian The Korea Times, 28 Januari 2022, menyebutkan Yoon dan istrinya punya hubungan dekat juga dengan dukun bernama Geonjin. Ada kartu nama yang dikeluarkan oleh firma perencanaan pameran milik Kim Keon-hee, Covana Contents, pada tahun 2014, yang menunjukkan nama Geonjin di kartu tersebut.

Posisi Geonjin disebut sebagai ”penasihat” firma tersebut. Dari rekaman percakapan telepon selama tujuh jam antara Kim dengan seorang wartawan berita daring yang kemudian dibocorkan wartawan tersebut pada Januari 2022 mengungkapkan bahwa Kim dan Yoon dekat dengan Geonjin sejak lama.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol (kanan) dan istri, Kim Keon Hee (kiri) melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Washington DC, Amerika Serikat, Senin (24/4/2023). Yoon akan melakukan lawatan selama enam hari ke AS dan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden. Dalam pertemuan itu Korsel berharap mendapat kepastian perlindungan dari AS terhadap kemungkinan serangan senjata. nuklir Korea Utara. South Korean President Yoon Suk Yeol, right, waves as his wife Kim Keon Hee stands before departing for the United States at the Seoul military airport in Seongnam, South Korea, Monday, April 24, 2023. Yoon on Monday departed for Washington D.C. to meet with U.S. President Joe Biden. (Lim Hun-jung/Yonhap via AP)

Namun, Yoon terus membantah. Yoon dikecam para anggota Partai Demokrat karena bohong terus, padahal sudah banyak bukti yang tidak dapat disangkal. Dia diminta untuk mengklarifikasi siapa saja para ”penasihat rahasianya”. Menurut Partai Demokrat, ada lebih dari satu dukun yang bekerja di balik layar di kubu pemilihan Yoon.

”Yoon pasti mengira orang-orang begitu mudah tertipu. Sudah jelas Geonjin bersahabat dekat dengan Yoon dan Kim. Jika Yoon terpilih, dukun itu pasti akan mulai campur tangan dalam urusan pemerintahan. Begitulah cara seorang pemengaruh rahasia memanipulasi politik dari balik layar,” kata anggota parlemen dari Partai Demokrat, Woo Sang-ho, pada 24 Januari 2022.

Harian Chosun Ilbo juga melaporkan skandal perdukunan juga memengaruhi kubu pemilihan kandidat presiden Partai Demokrat, Lee Jae-myung. Pada 4 Januari 2022, partai itu membuat komite baru yang terdiri dari 17 tokoh agama dan kepercayaan untuk menarik perhatian publik dengan lebih baik.

Salah satu tokoh itu terkenal karena tepat memprediksi presiden terpilih mulai dari presiden ke-13 Korsel, yakni almarhum Roh Tae-woo yang terpilih pada tahun 1988, hingga presiden ke-18, Park Geun-hye yang terpilih pada 2013.

Menurut Statistik Korea pada tahun 2019, terdapat 10.745 ”nabi” dan dukun terdaftar. Namun, diyakini bahwa jumlahnya jauh lebih banyak karena banyak dari mereka yang berprofesi tanpa izin usaha. Dalam pemilihan presiden, banyak dukun yang bekerja, tetapi ada yang mengatakan banyak di antara mereka yang sebenarnya penipu.

”Tradisi” shamanisme dalam politik Korea berawal dari presiden pertama Korsel, Rhee Syngman (1952-1960), yang mengubah namanya karena mengikuti nasihat seorang dukun agar bisa ”menjadi presiden di usia lanjut”. Rhee menjadi presiden pada usia 73 tahun.

Ada juga dukun yang meramalkan kematian mantan Presiden Park Chung-hee 20 tahun sebelum dia ditembak dan dibunuh oleh salah satu asisten terdekatnya pada 1979.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan