Sekitar 75.000 kader PKS memilih anggota Majelis Syura PKS dalam pemilihan raya, hari ini. Majelis Syura terpilih nantinya berwenang memilih Presiden PKS 2025-2030.
31 Mei 2025 18:59 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Hari ini, Partai Keadilan Sejahtera atau PKS menggelar pemilihan raya anggota Majelis Syura PKS periode 2025-2030. Pemilihan secara elektronik digelar sejak pukul 08.00 WIB dan akan berlangsung hingga pukul 24.00 WIB nanti.
Namun, siapa yang akan terpilih baru akan diumumkan ke publik paling cepat bulan depan. Begitu pula siapa Presiden PKS 2025-2030. Pemilihan pemimpin puncak dari PKS ini kelak akan menjadi kewenangan sepenuhnya dari para anggota Majelis Syura.
Ketua Bidang Humas Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtara (PKS) Ahmad Mabruri mengatakan, pelaksanaan pemilihan raya (pemira) untuk memilih anggota Majelis Syura PKS berlangsung lancar. Sekitar 75.000 pemilih di seluruh Indonesia memberikan suaranya secara bergantian sesuai jadwal yang ditentukan.
”Hasil uji coba menyimpulkan agar setiap daerah dibagi waktunya masing-masing sekitar empat jam untuk mencegah aplikasinya down,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (31/5/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/27/9c6ab9ee-7581-4d77-9356-3fcb67828134_jpg.jpg)
Adapun calon anggota Majelis Syura dalam pemira kali ini berjumlah sekitar 200 orang dan terbagi dalam 20 daerah pemilihan (dapil). Jumlah kandidat di surat suara elektronik dari setiap dapil berjumlah tiga kali lipat dari kuota yang ditentukan. Dengan demikian, setiap dapil akan diwakili tiga hingga empat anggota Majelis Syura.
Sebelum diumumkan ke publik, anggota Majelis Syura terpilih akan diumumkan secara internal. Mereka juga langsung menggelar rapat untuk menentukan kepengurusan Majelis Syura PKS 2025-2030. Selanjutnya setelah proses itu selesai, para anggota Majelis Syura terpilih akan menggelar rapat untuk memilih Presiden PKS 2025-2030.
”Kurang lebih satu bulan setelah pemira ini baru nanti bisa keluar nama-nama anggota Majelis Syura dan kabinetnya periode 2025-2030 yang lengkap,” ujarnya.
Untuk diketahui, sejak dideklarasikan pada 2002, PKS menjadi partai politik yang selalu mengalami pergantian kepemimpinan di setiap periode kepengurusan berakhir. Presiden PKS saat ini, Ahmad Syaikhu, sudah memimpin partai itu sejak 5 Oktober 2020.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/21/bb8e6cef-3b63-4cfb-8283-0ab92999c4b8_jpg.jpg)
Mabruri menuturkan, jumlah anggota Majelis Syura dapat bertambah dari 66 orang yang akan terpilih melalui pemira. Sebab, dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PKS disebutkan, jumlah anggota Majelis Syura berjumlah paling sedikit 66 orang dan paling banyak 99 orang.
Untuk diketahui, jumlah anggota Majelis Syura periode 2020-2025 berjumlah 66 orang, sedangkan di periode 2015-2020, anggota Majelis Syura berjumlah 99 orang.
Menurut Mabruri, anggota Majelis Syura terpilih diberikan keleluasaan untuk menambah anggota. Mereka akan mempertimbangkan berbagai aspek jika dibutuhkan penambahan anggota Majelis Syura sesuai dengan kebutuhan partai.
”Anggota Majelis Syura terpilih akan melihat, perlu atau tidak ditambah lagi sehingga jumlahnya bisa lebih dari 66 orang sesuai hasil pemira,” kata Mabruri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/19/ad45ac50-6ace-44d2-932e-9729152a7c1e_jpg.jpg)
Peneliti ahli utama Badan Riset dan Inovasi Nasional, Firman Noor, mengatakan, Majelis Syura PKS periode mendatang idealnya diisi oleh tokoh-tokoh ideologis yang punya sejarah panjang dengan partai. Keberadaannya tetap dibutuhkan untuk menjaga marwah partai sekaligus tradisi di PKS sebagai partai kader tidak berubah.
Di sisi lain, PKS juga membutuhkan anggota Majelis Syura dari generasi muda yang berpemikiran progresif. Generasi muda itu dibutuhkan untuk mewakili semangat kaum muda sehingga partai tidak ketinggalan zaman. Pemikirannya dalam menentukan kebijakan strategis partai di Majelis Syura akan membuat keputusan-keputusan trategis PKS relevan dengan pemilih muda.
Menurut Firman, peluang masuknya generasi muda dalam jajaran anggota Majelis Syura PKS cukup besar. Sebab, PKS memiliki kader-kader muda potensial yang telah berpengalaman. Partai juga tidak menutup talenta-talenta muda untuk berkiprah. Bahkan, beberapa tokoh senior PKS justru memiliki pemikiran progresif seperti generasi muda.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/25/9afc0168-0112-4a3d-a3ad-db93d0f8f804_jpg.jpg)
”Peluang masuknya generasi muda di jajaran anggota Majelis Syura sangat besar. Terlebih tidak terlalu ada senioritas di PKS,” ujar Firman.
Ia melanjutkan, anggota Majelis Syura terpilih harus dapat menjaga ritme PKS sebagai partai kolektif. Majelis Syura terpilih juga mesti mampu membuat PKS tidak ditinggalkan kader dan simpatisan. Bahkan, mereka harus mampu menggaet ceruk pemilih baru agar mendukung PKS di pemilu mendatang.
”Tak kalah penting, Majelis Syura harus cerdas dalam menentukan manuver politik partai di tingkat nasional,” katanya.
Di Pemilu 2024, PKS memperoleh 12,7 juta suara dengan jumlah kursi MPR/DPR yang dimenangi 53 kursi. Jumlah ini meningkat dibanding pemilu sebelumnya, di mana PKS memperoleh 11,4 juta suara dengan jumlah kursi parlemen yang dimenangi 50 kursi.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
A. Ponco Anggoro