Presiden Prabowo Melayat ke Rumah Duka Affan Kurniawan

Presiden Prabowo menyampaikan dukacita atas meninggalnya Affan Kurniawan yang dilindas rantis Brimob. Presiden serahkan bantuan. Keluarga juga dijanjikan rumah.

29 Agt 2025 22:47 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah keluarga dari almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang tewas dilindas kendaraan taktis Brimob, di Jalan Tayu, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025). Presiden mengucapkan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga Affan.

Presiden Prabowo tiba di rumah Affan sekitar pukul 21.51 WIB. Presiden mengenakan pakaian safari coklat, celana panjang hitam, dan peci hitam berjalan kaki memasuki kawasan permukiman padat yang lebar jalannya tidak lebih dari 2 meter.

Affan, pengemudi ojek daring yang tewas ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob Polri di tengah aksi unjuk rasa massa yang memanas di kawasan Pejompngan, Kamis (28/8/2025) malam, tinggal di sebuah rumah kontrakan seluas 30 meter persegi yang diapit gedung-gedung tinggi di kawasan perkantoran Jalan Sudirman.

Menuju ke rumah itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelum Presiden tiba, hadir pula sejumlah pejabat. Mereka adalah Panglima TNI Jenderal (TNI) Agus Subiyanto, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Achmadi, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah keluar dari rumah duka, Ahmad Riza Patria mengatakan, Presiden telah menemui ayah, ibu, kakak, dan adik mendiang Affan. Kepada mereka, Presiden menyampaikan belasungkawa dan dukacita terdalam.

”Presiden juga memberikan bantuan kepada keluarga Affan, salah satunya rumah,” kata Ahmad Riza.

Ia menceritakan, sebelum tewas dilindas kendaraan taktis Brimob Polri, Affan bercita-cita membelikan orangtuanya rumah. Dengan penghasilannya sebagai pengemudi ojek daring, Affan yang putus sekolah pada usia 14 tahun membelikan sebidang tanah untuk orangtuanya. Cita-cita itu yang akan dilanjutkan oleh Presiden.

Selain itu, Ahmad Riza menyampaikan, Presiden memastikan bahwa kasus penindakan demonstrasi dengan kekerasan oleh aparat kepolisian akan diusut tuntas. Pelaku juga akan dijatuhi hukuman sekeras-kerasnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal (TNI) Agus Subiyanto mengatakan bertemu dengan ibu, kakak, dan adik dari Affan. Selain itu, ia juga menyampaikan dukacita atas nama TNI.

Rumah keluarga Affan Kurniawan di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Adapun Ketua LPSK Achmadi memastikan bahwa pihaknya proaktif untuk memberikan perlindungan terhadap para saksi dan korban.

Jumat siang, Presiden Prabowo Subianto melalui video rekaman menyampaikan keprihatinan atas tewasnya Affan Kurniawan.

”Saya telah mengikuti perkembangan beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam, di mana terjadi demonstrasi yang mengarah pada tindakan-tindakan anarkis. Juga ada peristiwa di mana seorang petugas menabrak pengemudi ojek online yang mengakibatkan almarhum Affan Kurniawan tadi malam meninggal,” kata Presiden.

Presiden Prabowo pun menyampaikan ucapan dukacitanya.

”Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berdukacita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan akan memberi perhatian khusus kepada orangtuanya serta adik-adik dan kakak-kakaknya,” tutur Presiden.

Presiden terkejut dan kecewa dengan tindakan berlebihan yang dilakukan oleh aparat. ”Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan,” ujar Prabowo.

Untuk itu, Presiden pun memerintahkan agar insiden pada Kamis malam itu diusut secara tuntas dan transparan. ”Petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, kami akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Prabowo.

Di tengah situasi seperti ini, Presiden mengimbau seluruh masyarakat untuk tenang dan memercayai pemerintahan yang ia pimpin. Prabowo berjanji, pemerintah akan berbuat yang terbaik untuk rakyat. ”Semua keluhan-keluhan masyarakat akan kami catat dan akan kami tindak lanjuti,” kata Prabowo.

Ia juga mengimbau agar publik selalu waspada terhadap pihak yang menginginkan terjadinya huru-hara dan kekacauan di Indonesia. Sebab, hal itu tidak akan menguntungkan bagi masyarakat dan bangsa.

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Abdul Karim memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Abdul Karim dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat siang, mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap tujuh anggota Brimob yang berada dalam kendaraan taktis yang akhirnya melindas pengemudi ojek daring, yakni Affan Kurniawan.

Dari pendalaman sementara diketahui bahwa dua personel duduk di depan, sementara lima lainnya di belakang.

”Pengemudi yang mengemudi yaitu Bripka R, sedangkan yang duduk di sebelah pengemudi yakni Kompol C. Sementara yang duduk di belakang adalah 5 orang, yaitu Aipda R, Briptu D, Bripda M, Bharaka J, dan Bharaka Y,” tutur Abdul Karim.

Berdasarkan gelar perkara awal disimpulkan bahwa tujuh terduga pelanggar tersebut dipastikan telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian. Kemudian Divpropam Polri memutuskan untuk melakukan penempatan khusus atau penahanan selama 20 hari ke depan terhadap ketujuh terduga pelanggar, yakni sejak hari ini sampai 17 September 2025. Penahanan untuk mempermudah pemeriksaan dan pendalaman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto