Masuknya saham mercusuar baru hingga pembukaan kode domisili investor institusi jadi target BEI pada 2025.
25 Jun 2025 17:39 WIB · Ekonomi & Bisnis
JAKARTA, KOMPAS — Bursa Efek Indonesia pada 2025 membuat sejumlah produk dan kebijakan baru untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal. Langkah ini bertujuan meningkatkan minat investor untuk kembali bertransaksi di tengah situasi pasar modal yang penuh tekanan ekonomi global.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengatakan, BEI akan meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas suplai produk di pasar modal guna meningkatkan likuiditas pasar. Likuiditas pasar adalah kemampuan suatu pasar untuk menangani transaksi besar dan cepat tanpa memengaruhi harga aset secara signifikan.
Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan perusahaan lighthouse atau mercusuar, yakni perusahaan berkapitalisasi pasar di atas Rp 3 triliun, dengan persentase jumlah saham publik atau free float saham minimum 15 persen.
”Ketika bicara suplai, kami tentu saja bekerja sama dengan stakeholders juga berusaha agar makin banyak perusahaan lighthouse. Sebagai gambaran, target tahun ini adalah lima dan itu meningkat dari tahun lalu,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/08/d34bd15a-be3c-4220-98ff-d73f87564b03_jpg.jpg)
Sampai dengan Mei 2025, tiga perusahaan mercusuar tercatat di bursa. Mereka adalah PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI).
Dalam waktu dekat, perusahaan mercusuar yang akan menyusul melantai di BEI adalah perusahaan investasi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Perusahaan ini adalah anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk milik konglomerat Prajogo Pangestu.
Masih dalam tujuan meningkatkan likuiditas, BEI pada 2025 memperkenalkan kontrak berjangka indeks asing dan foreign index futures MSCI Hong Kong.
BEI juga memperbanyak produk derivatif baru. Single stock futures (SSF), misalnya, akan diperluas dari lima menjadi sepuluh perusahaan terdaftar di indeks saham likuid LQ45. Ada juga produk waran terstruktur yang kini lengkap dengan jenis call dan put.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/25/c1add50b936fa3a71f7aa35f856f317a-cropped_image.jpg)
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menambahkan, pada triwulan III-2025, BEI akan meluncurkan liquidity provider (LP) kepada anggota bursa. Sejumlah insentif disiapkan untuk anggota bursa yang mau menjadi LP dan menjual ratusan pilihan saham yang selama ini kurang likuid, tetapi masih memiliki fundamental baik.
”Saat ini sudah ada lebih dari 400 saham yang bisa diperdagangkan LP. Kemudian, sebagai insentif kepada anggota bursa, LP bisa memilih tambahan saham-saham LQ45 dan saham-saham lain yang totalnya ada 200-an. Jadi, total ada lebih dari 600 saham yang bisa di-LP-kan dan tentu kita harapkan akan meningkatkan likuiditas di pasar,” tutur Jeffrey.
Terkait perubahan kebijakan yang berpotensi meningkatkan likuiditas, BEI berharap produk short selling yang ditutup pada Maret 2025 karena anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan dapat diimplementasikan pada September 2025.
Kebijakan lain yang disiapkan BEI adalah pembukaan kode domisili, yang sebelumnya ditutup secara parsial pada 2022. Kode domisili memungkinkan investor melihat asal domisili investor yang melakukan aktivitas jual dan beli di satu produk berbasis efek.
Hal ini biasanya dimanfaatkan pelaku investor jangka pendek yang mengambil keputusan berdasarkan aktivitas investor asing, yang per Mei 2025 memiliki 44 persen aset di pasar modal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/25/5e066529400d4e54069f063aa374d684-Screenshot_20250625_163834_WPS_Office_Lite.jpg)
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI Irvan Susandy menjelaskan, saat ini BEI sedang melakukan persiapan sistem internal untuk bisa mengeksekusi pembukaan kode domisili ini sesuai arahan Otoritas Jasa Keuangan. Kebijakan ini diharapkan terimplementasi pada triwulan III-2025.
”Kami berharap ini bisa meningkatkan transaksi di sesi kedua karena memang di sesi kedua transaksinya selalu lebih kecil ketimbang sesi pertama,” ucapnya.
Meningkatnya likuiditas pasar akan membantu BEI untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. BEI juga merupakan perusahaan terbuka yang harus menghasilkan profit.
Per 2024, BEI membukukan pendapatan senilai Rp 12,85 triliun, naik 12,9 persen dari tahun sebelumnya. Sebanyak 74 persen pendapatan berasal dari biaya transaksi yang dipungut BEI dari transaksi harian di bursa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/16/78488520-30a9-418c-a918-82943dd6231d_jpg.jpg)
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) 2024 adalah Rp 12,9 triliun. RNTH pada Mei 2025 mencapai Rp 12,9 triliun, meningkat dari periode sama pada 2024 senilai Rp 12,2 triliun.
Peningkatan transaksi harian bisa dikaitkan dengan banyaknya turbulensi yang terjadi pada 2025. IHSG pada semester I-2025 telah dua kali mengalami trading halt atau penghentian perdagangan sementara karena ramainya aksi jual secara mendadak sehingga membuat indeks saham anjlok.
Perusahaan jasa keuangan Amerika Serikat, Morgan Stanley, dalam laporannya di situs resmi mereka menyebut, faktor geopolitik meningkatkan sentimen pasar.
Sementara itu, pasar saham cenderung mengalami tekanan karena prospek pertumbuhan ekonomi di banyak negara, termasuk negara pasar berkembang, yang lebih lambat. Kenaikan mata uang dollar AS juga disebut sebagai faktor yang menekan pasar di negara berkembang.
Penulis:
Erika KurniaEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti