Sebagai salah satu deklarator partai atau terlibat diawal pembentukan PKS, Almuzzammil Yusuf pernah menduduki Wakil Presiden DPP PKS Periode 2004.
05 Jun 2025 10:42 WIB · Politik & Hukum
Hasil Musyawarah I Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera periode 2025–2030 di Jakarta telah menetapkan Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS yang baru menggantikan Ahmad Syaikhu. Sebagai salah satu deklarator partai atau terlibat di awal pembentukan PKS, Almuzzammil pernah menduduki Wakil Presiden DPP PKS periode 2004.
Musyawarah Majelis Syura yang diikuti oleh 66 anggota Majelis Syura dan digelar selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu (3-4/5/2025), di MD Building PKS, Jakarta, juga memilih Ketua Majelis Syura yang baru untuk periode 2025-2030. Jabatan itu kini diemban oleh Mohamad Sohibul Iman yang menggantikan Habib Salim Segaf Aljufri.
Sebelumnya, Pemilihan Raya (Pemira) PKS untuk memilih anggota Majelis Syura baru telah berlangsung pada 31 Mei 2025. Sekitar 75.000 kader yang memiliki hak pilih dari seluruh wilayah di Indonesia memberikan suara secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pemira itu digelar untuk memilih 66 dari 200 calon anggota Majelis Syura PKS 2025-2030.
PKS mesti kembali ke khitah, mengembalikan marwah PKS sebagai partai Islam, partainya anak muda, partai dakwah, bersih, peduli, dan profesional.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/19/ad45ac50-6ace-44d2-932e-9729152a7c1e_jpg.jpg)
Selain menetapkan Sohibul Iman dan Almuzzammil Yusuf, Musyawarah I Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera periode 2025–2030 juga menetapkan jajaran Wakil Ketua Majelis Syura, yakni Ahmad Syaikhu, Suharna Surapranata, dan Aunur Rafiq Shaleh Tamhid.
Kemudian, Sekretaris Majelis Syura dijabat oleh Suswono serta Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, yakni Mulyanto. Adapun Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) dijabat oleh Muslih Abdul Karim.
Mengutip laman resmi Fraksi PKS, Almuzzammil pernah menjabat sebagai Wakil Presiden DPP PKS pada 2004. Almuzzammil juga tercatat terlibat sebagai salah satu deklarator terbentuknya PKS pada 2002. Sebelumnya, partai ini dikenal dengan Partai Keadilan sejak berdiri para 1998. Sebelum ditunjuk jadi Presiden PKS 2025-2030, ia terakhir pernah menjadi Ketua DPP PKS Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Selama di DPR, ia pernah menduduki berbagai posisi penting, termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR sebanyak dua kali (2005-2007 dan 2012-2014), Wakil Ketua Baleg DPR (2007-2009), Wakil Ketua Komisi II DPR (2015-2017), dan Wakil Ketua Fraksi PKS di MPR (2014-2019 dan 2019-2024). Saat ini, ia menjadi anggota Komisi XIII DPR dan menjadi Ketua Fraksi PKS di MPR.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/03/27/12665df6-e9a3-4eb7-bb25-f936a1752d30_png.png)
Almuzzammil juga dikenal sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar tentang keluarga, kepemudaan, dan politik nasional serta dunia Islam yang menunjukkan kepeduliannya terhadap pembinaan masyarakat. Ia mendapatkan gelar sarjana di jurusan Ilmu Politik Universitas Indonesia sebelum kemudian melanjutkan pendidikan untuk gelar master dan doktor Ilmu Komunikasi Politik di Universitas Sahid.
Saat dihubungi Kompas, Almuzzammil mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk menjadi Presiden PKS yang baru. Dia berharap agar di masa kepemimpinannya, Tuhan dapat selalu melimpahkan kasih sayang, keridaan, dan kasih sayang kepada partai dan seluruh warga negara Indonesia.
Meski demikian, ia mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait dengan terpilihnya dirinya tersebut. ”Kami saat ini masih rapat dan sedang dibahas,” ujar Almuzzammil ketika ditanya terkait dengan target dan program yang akan diusung nantinya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/03/8370b547-80c1-49b6-8b34-25e817aba062.jpg)
Dalam Musyawarah Majelis Syura tersebut, PKS juga menentukan Ketua Majelis Syura, lembaga tertinggi dalam struktur internal partai. Anggota majelis menyepakati Mohamad Sohibul Iman sebagai Ketua Majelis Syura PKS periode 2025-2030.
Menurut Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020-2025 yang juga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, sejak Selasa, 3 Juni 2025, Musyawarah Majelis Syura PKS sudah digelar dengan melanjutkan tradisi pemilihan kepemimpinan di internal PKS yang damai, tetapi kritis dan demokratis. Dalam rapat itu, Sohibul Iman terpilih menjadi Ketua Majelis Syura yang baru.
Sohibul Iman merupakan kader senior PKS yang pernah menduduki sederet posisi strategis. Sohibul Iman pernah menjadi Presiden PKS pada 2015-2020 menggantikan Anis Matta. Sohibul Iman juga sempat menduduki posisi Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020-2025.
Dikutip dari laman Fraksi PKS, Sohibul Iman mulai aktif di PKS dengan menjabat sebagai Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi pada periode 2005-2010. Puncaknya, pada 10 Agustus 2015, Sohibul Iman dipercaya sebagai Presiden PKS yang memimpin partai hingga 5 Oktober 2020. Dedikasinya di PKS pun terus berlanjut dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020-2025.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/25/c6442957-640d-433a-a75d-03129de7163f_jpeg.jpeg)
Di parlemen, Sohibul Iman yang bertarung dari daerah pemilihan DKI II terpilih selama dua periode berturut-turut (2009-2014 dan 2014-2019). Pada periode kedua, ia sempat mengundurkan diri sebagai anggota DPR pada 2017. Sohibul Iman juga pernah tercatat Wakil Ketua DPR periode 2013-2014 dengan menggantikan Anis Matta. Saat ini, Sohibul Iman menjadi anggota Komisi XIII DPR.
Tak hanya itu, menjelang kontestasi Pilkada 2024 lalu, nama Sohibul Iman sempat muncul sebagai bakal calon Wakil Gubernur Jakarta yang hendak diusung oleh PKS. Ia disebut bakal disandingkan dengan Anies Baswedan yang akan kembali maju di Pilkada 2024, seusai kalah dalam Pilpres 2024 bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
Sayangnya, rencana PKS mengusung Anies-Sohibul di Pilkada 2024 gagal karena kesulitan mendapatkan koalisi. Akhirnya, PKS pun memutuskan untuk mengusung pasangan Ridwan Kamil-Suswono pada Pilkada Jakarta 2024.
Ketua Laboratorium Politik FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno melihat terpilihnya Sohibul Iman sebagai Ketua Majelis Syura dan Al Muzammil Yusuf sebagai Presiden PKS yang baru menunjukkan komposisi PKS ini diisi oleh faksi keadilan. Struktur kepengurusan PKS nantinya juga akan diisi mayoritas oleh faksi keadilan sehingga berbeda dengan kepengurusan periode yang lampau.
Meski demikian, lanjut Adi, faksi atau kubu merupakan hal biasa terjadi dalam sebuah partai politik. ”Kalau pengurus yang sebelumnya masih ada bauran keadilan dan kesejahteraan. Tapi, PKS yang sekarang 1.000 persen murni keadilan,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/08/06/9b9bb6ed-6d58-44e4-8c27-24bfdd546b2a.jpg)
Menurut Adi, tantangan utama yang mesti segera dibenahi oleh periode kepengurusan kali ini adalah mengembalikan marwah PKS sebagai partai berbasis massa Islam. Sebab, kembalinya marwah PKS sebagai partai Islam, partai dakwah, dan profesional, diharapkan dapat menaikkan suara PKS pada pemilu yang akan datang.
Adi juga menanti sikap kritis PKS di parlemen yang kian tidak terlihat seusai bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Padahal, PKS dikenal sebagai partai Islam yang kritis transformatif terhadap pemerintahan.
Hal ini menjadi tantangan bagi Majelis Syura yang sudah terbentuk agar tetap bisa menjadikan PKS sebagai partai Islam yang kritis transformatif dan terus memperjuangkan agenda-agenda politik Islam yang inklusif.
”PKS mesti kembali ke khitah, mengembalikan marwah PKS sebagai partai Islam, partainya anak muda, partai dakwah, bersih, peduli, dan profesional,” tutur Adi.
Ke depan, PKS juga harus mampu memperbesar ceruk pemilih dari luar pemilih Islam. Tugas pengurus yang baru itu juga harus bisa mengonsolidasi basis pemilih agar kian kuat dan mengakar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/20/30aef139-7f5d-41e4-87a2-32b414533eda_jpg.jpg)
Salah satu hal yang perlu disiapkan juga ialah memunculkan calon presiden atau wakil presiden dari kalangan internal. Apalagi ambang batas pencalonan presiden sudah dihapuskan sehingga kian membuka kesempatan bagi PKS untuk bisa memunculkan kader terbaiknya.
”Mempersiapkan calon presiden dan atau wakil presiden di 2029 mengingat ambang batas presiden sudah dihapuskan. Terutama untuk amankan coat tail effect atau efek ekor jas itu,” katanya.
Pada Pemilu 2024, PKS memperoleh 12,7 juta suara dengan jumlah kursi MPR/DPR yang dimenangi 53 kursi. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, di mana PKS memperoleh 11,4 juta suara dengan jumlah kursi parlemen yang dimenangi 50 kursi.
Penulis:
Hidayat SalamEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono, Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .