Presiden AS Donald Trump memuji pidato Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB sebagai pekerjaan luar biasa.
24 Sep 2025 10:05 WIB · Internasional
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Majelis Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa. Trump menilai Prabowo melakukan pekerjaan luar biasa dengan menyampaikan pidato yang penuh energi dan ketegasan.
Pujian itu disampaikan Trump saat Multilateral Meeting on the Middle East yang berlangsung di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Selasa (23/9/2025). Hadir dalam forum tersebut antara lain Emir Qatar Syekh Tamim ibn Hamad al-Thani, Raja Jordania Abdullah II, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, dan Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly.
”Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa,” ujar Trump sambil menoleh ke arah Prabowo dikutip dari keterangan pers Istana, Rabu (24/9/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/24/941034a0c9d8fce4e6add885b11b99ad-06742db8_a726_4376_9bb6_41110e3a0cc4.jpeg)
Menurut Trump, pidato Prabowo disampaikan dengan penuh ketegasan dan energi. Trump bahkan menyebut gaya komunikasi Prabowo mampu menggugah perhatian para pemimpin dunia.
Dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Ke-80 PBB, Prabowo menegaskan dukungan Indonesia bagi PBB dan komitmen perdamaian dunia. Prabowo menyebut Indonesia adalah salah satu penyumbang terbesar pasukan perdamaian.
”Jika dan ketika DK PBB dan majelis agung ini memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 bahkan lebih putra dan putri kami membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau tempat lain. Di Ukraina, Sudan, Libya. Kami akan mengambil beban,” ujar Prabowo.
Prabowo mendapat giliran berbicara kelima pada hari pembukaan debat umum. Seusai Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, dan Presiden AS Donald Trump, barulah giliran Prabowo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/23/baea0937c789284fac699884a16153f4-UN_DIPLOMACY_UNGA_132804328.jpg)
Dalam pengantar forum Multilateral Timur Tengah, Trump menekankan pentingnya menghentikan perang Gaza dan membebaskan sandera. ”Ini akan menjadi pertemuan yang sangat penting. Pertemuan ini akan mempertemukan para pemimpin besar dari bagian dunia yang sangat penting, yaitu Timur Tengah. Dan kita ingin mengakhiri perang di Gaza. Kita akan mengakhirinya,” ujar Trump.
Emir Qatar menambahkan, ”Satu-satunya alasan kita berada di sini adalah untuk menghentikan perang dan membawa pulang para sandera. Kami mengandalkan Anda dan kepemimpinan Anda juga untuk mengakhiri perang ini dan membantu rakyat Gaza. Situasi di sana benar-benar, benar-benar sangat buruk.”
Pertemuan ini menandai langkah diplomatik penting yang diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan konkret bagi penghentian konflik, pembebasan sandera, serta pemulihan kehidupan damai di Gaza dan kawasan Timur Tengah. Pertemuan ini juga membahas rencana perdamaian untuk Gaza, termasuk dukungan bagi pembangunan kembali Gaza setelah perdamaian tercapai.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mendukung semua upaya bagi perdamaian di Gaza. Khususnya, pengiriman pasukan perdamaian untuk stabilisasi situasi di Gaza yang juga akan memungkinkan pembangunan kembali wilayah tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/21/f62d1630dc7125edfb0995c164f37a7a-FAK_5202.jpg)
Adapun saat KTT Palestina di PBB, Senin (22/9/2025), Prabowo menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. ”Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita. Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa,” ucapnya.
Presiden menegaskan, tanggung jawab historis masyarakat internasional tidak hanya menyangkut masa depan Palestina, tetapi juga masa depan Israel dan kredibilitas PBB itu sendiri. Indonesia tetap konsisten pada solusi dua negara sebagai jalan satu-satunya menuju perdamaian.
”Kita harus menjamin kenegaraan Palestina, tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel,” ucap Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden turut menyampaikan pentingnya Deklarasi New York yang dianggap telah memberikan jalur damai dan adil menuju perdamaian. Menurut Presiden, pengakuan kenegaraan harus membawa arti perdamaian sejati bagi semua pihak.
Kepala Negara pun mengapresiasi langkah sejumlah negara besar yang telah mengakui Palestina, termasuk Perancis, Kanada, Australia, Inggris, dan Portugal.
”Pengakuan negara Palestina adalah langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar. Bagi mereka yang belum bertindak, kami katakan sejarah tidak berhenti,” tuturnya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa penghentian perang di Gaza harus menjadi prioritas utama dunia internasional. Indonesia siap berkontribusi aktif, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.
”Kita harus mengatasi kebencian, ketakutan. Kita harus mengatasi kecurigaan. Kita harus mencapai perdamaian yang dibutuhkan umat manusia. Kita siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian ini. Kita bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” kata Presiden.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji