Puluhan Bencana di Awal Desember Menelan 24 Korban Jiwa

Sebanyak 24 jiwa meninggal dan 99.968 orang mengungsi selama sepekan di awal Desember karena bencana hidrometeorologi. Masyarakat harus waspada.

10 Des 2024 07:35 WIB · Nasional

Oleh Stephanus Aranditio

JAKARTA, KOMPAS — Selama sepekan pertama bulan Desember telah terjadi 35 kejadian bencana alam di Indonesia yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Sebanyak 24 jiwa meninggal dan 99.968 orang mengungsi.

Data yang dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut terjadi pada 2-9 Desember 2024 di 11 provinsi dan 26 kabupaten/kota di Pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Rinciannya, 21 kejadian banjir, 7 kejadian tanah longsor, 5 kejadian cuaca ekstrem, 1 kejadian gelombang pasang dan abrasi, serta 1 kejadian gempa bumi.

Di antara 24 korban jiwa itu, kejadian yang paling banyak memakan korban jiwa ada pada kejadian banjir dan tanah longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yakni sebanyak 10 orang. Selain itu, ada dua orang yang sudah dinyatakan meninggal, tetapi masih dalam proses pencarian.

”Dua warga yang masih dinyatakan hilang ini akan kita cari sampai tiga hari ke depan meskipun pihak keluarga sudah ikhlas. Namun, sebagai aparat masyarakat, kita akan tetap mencari sampai batas yang sudah ditentukan,” kata Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan pers, Selasa (10/12/2024).

Sementara, puluhan bencana yang terjadi juga mengakibatkan 12.079 rumah terendam, 2.150 rumah rusak, 1 rumah ibadah rusak, 1 fasilitas pelayanan kesehatan rusak, dan 1 jembatan rusak. Secara keseluruhan, sudah ada 1.999 kejadian bencana alam yang terjadi di Indonesia sejak awal tahun 2024 hingga saat ini.

Quote

Kami mohon masyarakat tidak menganggap remeh keberadaan bibit siklon ini demi keselamatan bersama.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari meminta masyarakat dan pemerintah daerah untuk selalu waspada dengan cara mengintensifkan pengecekan pada kawasan aliran sungai, perbukitan, tebing curam, mempersiapkan peralatan, anggaran dan termasuk menetapkan status tanggap darurat bencana.

”Kita harus optimalkan kesiapsiagaan di level terkecil. Kalau hujan sudah turun, mari kita bergantian siaga melihat kondisi alam sekitar,” kata Abdul.

Di sisi lain, Kementerian Sosial juga telah menyalurkan bantuan ke Kabupaten Sukabumi dengan mendirikan dapur umum di Desa Sukamaju, Desa Datarnangka, dan SDN Kalibunder Neglasari. Setiap dapur umum memproduksi 1.500 bungkus nasi setiap hari kepada pengungsi.

Aktivitas warga terdampak tanah bergerak yang mengungsi di SDN 2 Tegalpanjang, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/12/2024). Bencana tanah bergerak yang melanda Kampung Cihonje pada Selasa (3/12/2024) petang menyebabkan puluhan rumah rusak dan ratusan warga mengungsi. Warga terdampak tanah bergerak tersebar di tiga posko pengungsian, yakni SDN 2 Tegalpanjang, SDN Sukamaju, dan kantor Desa Sukamaju. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 08-12-2024

Selain itu, logistik yang disalurkan berupa makanan siap saji, makanan anak, selimut, kasur, tenda gulung, tenda serbaguna, tenda keluarga, family kit, kids wear, toilet portabel, velbed, lauk-pauk siap saji, sandang dewasa, dan sandang anak. Selain itu, ada juga bahan kontak pangan dan snack anak, bantuan paket sembako, bantuan air mineral dan susu UHT. Seluruh bantuan tersebut bernilai total Rp 2,14 miliar.

”Kemensos terus berkoordinasi dengan Tagana Sukabumi untuk mendata jumlah korban terdampak. Kemensos juga telah menyalurkan logistik kepada korban terdampak baik yang mengungsi secara tersentral ataupun yang mengungsi mandiri di rumah keluarga,” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Bibit Siklon Tropis 91S

Pada 5 Desember lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten. Bibit siklon tropis ini diperkirakan memberikan dampak terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di sebagian wilayah Indonesia dalam satu hingga tiga hari ke depan, yaitu pada 6 Desember hingga 8 Desember 2024.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, dampak dari keberadaan bibit Siklon Tropis 91S diperkirakan meliputi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jabodetabek. Di wilayah perairan selatan Selat Sunda, dampak angin kencang dapat mencapai kisaran 15-25 knot (27-46 kilometer per jam).

Gelombang laut setinggi 1,25-2,5 meter diprediksi terjadi di kawasan Samudra Hindia, khususnya di selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Pengendara menembus genangan air di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (9/12/2024). Hujan deras dan drainase yang buruk menyebabkan genangan air di jalur pantura yang menghubungkan Bekasi dengan Karawang tersebut. Sejumlah kendaraan roda dua macet akibat menembus genangan air tersebut. KOMPAS/AGUS SUSANTO 9-12-2024

Gelombang yang lebih tinggi, dengan ketinggian 2,5-4 meter, berpotensi terjadi di perairan Bengkulu-Enggano, perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu-Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten, perairan Garut-Pangandaran, hingga Samudra Hindia di barat daya Banten dan selatan Jawa Tengah.

Di Indonesia bagian timur juga berpotensi berkembang menjadi bibit siklon tropis di Laut Timor, tepatnya di sebelah selatan Maluku Barat Daya. Area ini terpantau sejak 5 Desember 2024 pukul 07.00 WIB dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 10-15 knot (19-28 km/jam) dan tekanan rendah di pusatnya mencapai 1005 hPa.

Selama periode 6-8 Desember 2024, peningkatan potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi di wilayah terdampak. Kategori Waspada meliputi sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT Sementara itu, wilayah dengan kategori Siaga adalah Jawa Barat.

Infografik Jumlah Kejadian Bencana 2020-2024

BMKG meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi, seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, serta dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin akibat keberadaan bibit siklon ini.

Khusus untuk transportasi laut dan nelayan, Dwikorita meminta untuk menghentikan aktivitas sementara hingga kondisi cuaca membaik. Hal ini mengingat ada ancaman gelombang tinggi 4-6 meter di sekitar perairan selatan Jawa bagian barat.

”Kami mohon masyarakat tidak menganggap remeh keberadaan bibit siklon ini demi keselamatan bersama,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Ichwan Susanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan