Puluhan Ribu Orang Terdampak Banjir di Semarang, Tiga Orang Meninggal

Banjir yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, berdampak pada 63.400 jiwa. Puluhan orang mengungsi dan tiga orang dilaporkan meninggal dalam bencana tersebut.

29 Okt 2025 16:53 WIB · Lingkungan

Kompas/P Raditya Mahendra Yasa

Oleh Kristi Dwi Utami

SEMARANG, KOMPAS — Sekitar 63.400 orang terdampak dalam bencana banjir yang merendam sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah, dalam sepekan terakhir. Dalam bencana itu, tiga orang meninggal karena jatuh terpeleset di sekitar saluran air saat beraktivitas di tengah genangan banjir.

Banjir mulai menggenangi Kota Semarang pada Selasa (21/10/2025) malam setelah hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. Banjir terus meluas dan ketinggiannya terus bertambah seiring dengan hujan deras yang turun hingga Selasa (28/10/2025).

Hingga Rabu (29/10/2025), banjir dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 15 sentimeter (cm) hingga 90 cm, masih menggenangi 24 kelurahan di 5 kecamatan di Kota Semarang. Lima kecamatan yang wilayahnya masih terendam adalah Kecamatan Semarang Utara, Gayamsari, Genuk, Pedurungan, dan Semarang Timur.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang membagikan bahan siap masak, seperti beras, telur, mi instan, hingga sarden untuk keperluan konsumsi warga terdampak banjir sejumlah titik di Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Pudyo Martantono mengatakan, sekitar 63.400 jiwa dari 21.125 keluarga di lima kecamatan itu terdampak banjir.

Dari jumlah tersebut, 37 jiwa yang mayoritas warga lanjut usia diungsikan di dua titik pengungsian, yakni di Kampus Universitas Semarang dan Balai Kelurahan Muktiharjo Kidul di Kecamatan Pedurungan.

”Ada tiga korban jiwa yang terdiri dari dua anak dan satu orang dewasa. Lokasi kejadiannya berbeda-beda,” kata Endro.

Menurut Endro, salah satu korban meninggal setelah terpeleset kemudian tenggelam di kolam retensi Trimulyo saat membersihkan sampah. Kemudian, satu korban anak diduga terperosok kemudian tenggelam dan terseret arus di saluran air yang tidak kelihatan karena tergenang air.

Kondisi banjir di Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025). Banjir di Kota Semarang yang sudah terjadi sejak sepekan terakhir menghambat aktivitas maupun perekonomian warga.

Adapun korban ketiga adalah pelajar madrasah ibtidaiyah yang awalnya dilaporkan hilang. Anak tersebut diduga tercebur di saluran air di depan sekolahnya kemudian terseret arus air hingga ditemukan dalam keadaan meninggal.

Endro menyebut, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengurangi ketinggian genangan dengan cara menyedot air dengan pompa air. Operasi modifikasi cuaca juga dilakukan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana agar intensitas hujan yang turun di Semarang berkurang.

Endro menambahkan, pemerintah rutin menyuplai bahan siap masak, seperti beras, telur, mi instan, dan sarden, untuk keperluan konsumsi warga terdampak banjir. Selain bahan siap masak, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus ke lokasi-lokasi terdampak banjir.

”Kemudian kami juga mendirikan pos-pos kesehatan di lokasi kelurahan terdampak. Pos ini selalu standby selama 24 jam untuk melayani masyarakat yang ingin mengakses layanan kesehatan,” ujar Endro.

Warga menggunakan wadah dari bekas lemari es untuk membawa air mineral melintasi banjir yang merendam kawasan Rusunawa Kaligawe, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025). Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluasnya genangan banjir di sejumlah wilayah utara Semarang. Banjir kembali meninggi dan meluas di beberapa tempat hingga menyebabkan genangan terparah di dua wilayah yaitu Kaligawe dan Genuk. Kompas/Raditya Mahendra Yasa 28-10-2025

Pada Selasa malam, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berkunjung ke posko pengungsian. Dalam kunjungan itu, Agustina menyerahkan bantuan logistik dan perlengkapan lain yang dibutuhkan para pengungsi. Ia mengklaim pihaknya berkeliling setiap hari untuk memantau dan memastikan kebutuhan warga terdampak banjir bisa terpenuhi.

Agustina mengimbau warga yang masih bertahan di rumah yang tergenang segera mengungsi ke tempat aman demi keselamatan. ”Yang penting selamatkan diri dulu. Ini ada banyak sekali titik yang bisa dijadikan tempat pengungsian sementara. Telepon lurah yang paling dekat, dan minta apa yang dibutuhkan, kami akan segera carikan,” ucapnya.

Perjalanan kereta api

Banjir yang melanda Kota Semarang juga mengakibatkan 16 perjalanan kereta api dibatalkan. Hal itu disampaikan Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang Franoto Wibowo.

Perjalanan kereta yang dibatalkan, antara lain Kereta Api (KA) 496 Kedung Sepur relasi Semarang Poncol-Ngrombo, KA 495 Kedung Sepur relasi Ngrombo-Semarang Poncol, KA 268 Banyubiru relasi Semarang Tawang-Solo Balapan, KA 267 Banyubiru relasi Solo Balapan-Semarang Tawang, dan KA 261 KA Blora Jaya relasi Alastua-Semarang Poncol.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti berkunjung ke pengungsian korban banjir di Universitas Semarang, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025) malam. Hingga Rabu (29/10/2025), sebanyak 37 orang yang mayoritas lansia mengungsi di dua titik pengungsian.

Selain itu, KA 266 KA Ambarawa Ekspres relasi Semarang Poncol-Alastua, KA 187 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan-Semarang Tawang, KA 263 KA Ambarawa relasi Alastua-Semarang Tawang, KA 264 KA Ambarawa Ekspres relasi Semarang Tawang-Alastua, dan KA 498 KA Kedung Sepur relasi Semarang Poncol-Ngrombo.

Kemudian, KA 497 KA Kedung Sepur relasi Ngrombo-Semarang Tawang, KA 192 KA Joglosemarkerto relasi Semarang Tawang–Solo Balapan, KA 186 (KA Joglosemarkerto) relasi Semarang Tawang–Solo Balapan, KA 189 (KA Joglosemarkerto) relasi Alastua-Semarang Tawang, KA 189 (KA Joglosemarkerto) relasi Alastua-Semarang Tawang, dan KA 262 (KA Blora Jaya) relasi Semarang Poncol-Alastua.

”Pembatalan sejumlah perjalanan kereta api tersebut merupakan langkah operasional yang harus dilakukan agar proses normalisasi dan pengaturan lintas dapat berjalan lebih efektif,” kata Franoto.

Quote

Yang penting selamatkan diri dulu. Ini ada banyak sekali titik yang bisa dijadikan tempat pengungsian sementara.

Kondisi jalur kereta api yang tergenang banjir di kilometer 2+3 hingga 3+0 pada jalur hulu dan hilir antara Stasiun Alastua – Semarang Tawang, Jawa Tengah, Selasa (28/10/2025). Akibat banjir, belasan perjalanan kereta dibatalkan dan enam perjalanan kereta diganti pola operasinya menjadi memutar.

Di samping itu, 6 perjalanan kereta direkayasa pola operasinya dengan dialihkan melalui jalan lain. KA 1 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi-Gambir, misalnya, dialihkan melewati Surabaya Pasarturi-Surabaya Gubeng-Madiun-Solo Balapan-Cirebon-Gambir.

KA 2 Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi  dialihkan melewati Gambir-Cirebon-Solo Balapan-Surabaya Gubeng-Surabaya Pasarturi, sedangkan KA 269 Matarmaja relasi Malang-Pasar Senen  dialihkan melewati Malang-Solo Balapan-Kutoarjo-Purwokerto-Cirebon Prujakan-Pasar Senen.

Kemudian, KA 272 Airlangga relasi Pasar Senen-Surabaya Pasarturi  dialihkan melewati Pasar Senen-Cirebon Prujakan-Purwokerto-Kutoarjo-Solo Balapan-Gundih-Gambringan-Surabaya Pasarturi.

KA 271 Airlangga relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen dialihkan melewati Surabaya Pasarturi-Gambringan-Gundih-Solo Balapan-Kutoarjo - Purwokerto-Cirebon Prujakan-Pasar Senen, sedangkan KA 40 Sembrani relasi Gambir-Surabaya Pasarturi  dialihkan melewati Gambir-Cirebon-Purwokerto-Solo Balapan-Madiun-Surabaya Gubeng-Surabaya Pasarturi.

Petugas mengarahkan penumpang menuju gerbong mereka pada rangkaian kereta api eksekutif di Stasiun Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (26/12/2024). Sebagian warga yang sepekan sebelumnya berlibur untuk perayaan Natal di tempat asal mereka kembali pulang. Gelombang kedua untuk liburan tahun baru juga mulai disambut sebagian warga dengan pergi ke sejumlah kota dan tujuan wisata. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 26-12-2024

Franoto menyebut, terganggunya perjalanan kereta api di wilayah Semarang terjadi karena adanya genangan air di Kilometer 2+3 hingga 3+0 pada jalur hulu dan hilir antara Stasiun Alastua–Semarang Tawang. Hingga kini, para petugas masih terus memantau secara intensif dan melakukan normalisasi jalur kereta api.

”Sejak Selasa malam, jalur kereta api tersebut sudah bisa dilalui dengan bantuan lokomotif BB 304 dan CC 300 bantuan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang. Sebelumnya jalur kereta api tidak dapat dilalui karena ketinggian air mencapai batas toleransi sehingga KAI Daop 4 Semarang melakukan rekayasa pola operasi memutar dan membatalkan sejumlah perjalanan kereta api,” ujarnya.

Franoto menyebut, semua pelanggan yang terdampak atas pembatalan perjalanan tersebut bakal mendapatkan pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Proses pengembalian dapat dilakukan di loket stasiun atau melalui Contact Center 121. Pengajuan klaim tersebut dapat dilakukan hingga maksimal H+7 dari tanggal keberangkatan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari